<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113</id><updated>2011-08-15T00:13:41.792+07:00</updated><category term='[Dasar]Pendidikan Anak'/><category term='Investasi'/><category term='[Tips] Kredit'/><category term='[Tips] Pembelian Harta'/><category term='finance'/><category term='misc sites review'/><category term='[Dasar] Penghasilan'/><category term='[Dasar] Kredit'/><category term='insurance'/><category term='[Dasar] Pengelolaan Sehari-hari'/><category term='[Tips] Resiko dan Asuransi'/><category term='Menu Utama'/><category term='games'/><category term='[Dasar] Resiko dan Asuransi'/><category term='[Dasar] Lain-lain'/><category term='[Tips] Belanja'/><category term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Tips Investasi dan Keuangan</title><subtitle type='html'>Dasar-dasar &amp; Tips Keuangan. Investasi, Kredit, Penghasilan, Pendidikan Anak, Pengelolaan Sehari-hari, Resiko &amp; Asuransi, Belanja, Anak. Jika anda mempunyai tips dan pengetahuan tentang keuangan dan investasi yg ingin anda sharing lewat blog ini, anda dapat mengirimkan email ke nurcahyo[at]sby.dnet.net.id</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-4397966102739795004</id><published>2008-05-10T00:28:00.000+07:00</published><updated>2008-05-10T00:34:35.723+07:00</updated><title type='text'>Get It at “The Club”</title><content type='html'>Unlike other clubs you know, this club has no long lines.  It is also open to the public and exists mainly to help you pick the right &lt;a href="http://creditcardsclub.com/"&gt;credit cards&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am talking about the Credit Cards Club which is dedicated to providing consumers with objective reviews and ratings of credit cards.  All kinds of credit cards are reviewed.  Major credit card companies are well represented.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You will find reviews of &lt;a href="http://creditcardsclub.com/No-Annual-Fee-Credit-Cards/"&gt;no annual fee credit cards&lt;/a&gt; upon which you can decide on the best one around.  Each credit card review appears with an illustration with an easy-to digest summary of features.  This makes it easier for you to decide on a no annual fee credit card.  Naturally, there are also reviews of &lt;a href="http://creditcardsclub.com/Balance-Transfer-Credit-Cards/"&gt;balance transfer credit cards&lt;/a&gt; which you can use for credit card consolidation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The best thing about the Credit Cards Club is that you don’t have to pay anything to take advantage of their reviews.  All you need to do is visit their website.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-4397966102739795004?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/4397966102739795004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=4397966102739795004&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4397966102739795004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4397966102739795004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/05/get-it-at-club.html' title='Get It at “The Club”'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1267642544683455093</id><published>2008-04-25T13:01:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T13:02:20.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Kiat Belanja Saat Liburan</title><content type='html'>Jika minggu lalu kita bahas soal plus-minus memilih paket wisata, kali ini kita masih ngomongin soal liburan. Tetapi lebih ke arah kegiatan belanja saat liburan. Maklum saat liburan, selain menikmati indahnya alam, kadang kita juga disuguhi barang-barang, entah kerajinan atau barang lainnya yang cukup menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah berikut ini tiga tips belanja saat liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Hindari membeli barang-barang yang juga ada di kota di mana Anda tinggal.&lt;br /&gt;     Walah Bu, kalau Anda ingin beli sepatu, ingatlah bahwa kadang-kadang sepatu dengan model itu ada di kota Anda. Atau, ketika banyak wanita pergi ke toko-toko busana, sadarlah bahwa kota tempat Anda tinggal juga menyediakan banyak baju berkelas yang tidak kalah menariknya. Jadi, kalau Anda mau belanja, hindarilah membeli barang yang di kota asal Anda pun tersedia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Sempatkan membeli barang-barang yang khas di kota itu.&lt;br /&gt;     Daripada Anda membeli barang-barang yang di kota tempat tinggal Anda pun juga tersedia, cobalah sempatkan diri untuk melihat-lihat barang yang pasti tidak ada di kota tempat tinggal Anda, seperti suvenir, atau makanan khas di daerah tersebut. Kalaupun Anda ingin beli baju, belilah baju yang ada gambar foto dari kota yang Anda kunjungi itu. Prinsipnya, dengan Anda membeli barang-barang yang memang tidak ada di kota tempat Anda tinggal, maka ketika Anda sampai lagi di rumah setelah pulang dari liburan, Anda akan selalu teringat dengan kota yang baru saja Anda kunjungi. Bandingkan dengan kalau Anda membeli barang-barang yang bahkan di kota tempat tinggal Anda pun tersedia. Enggak seru, Bu..!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Pilih-pilih Tempat Belanja Anda&lt;br /&gt;     Sama dengan kota di mana Anda tinggal, kota yang Anda kunjungi juga pastilah memiliki harga yang berbeda-beda ketika ada banyak toko yang menjual barang yang sama. Kok bisa begitu sih? Salah satu penyebabnya, bisa saja perbedaan harga itu muncul dari adanya perbedaan jumlah pengunjung. Bahkan, tempat yang kedatangan lebih banyak turis (lokal atau internasional), biasanya mungkin akan memberikan harga jual yang lebih mahal ketika Anda ingin membeli barang-barang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebelum Anda berbelanja, cobalah lihat-lihat dulu, kalau perlu carilah informasi tentang ke mana Anda bisa membeli barang dan jasa yang Anda inginkan dengan mutu yang sama, tetapi kalau bisa dengan harga yang lebih terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana Bapak-Ibu? Mudah-mudahan ketiga hal tersebut bisa membantu Anda berbelanja dengan lebih baik saat Anda sedang berlibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 853/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1267642544683455093?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1267642544683455093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1267642544683455093&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1267642544683455093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1267642544683455093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/04/kiat-belanja-saat-liburan.html' title='Kiat Belanja Saat Liburan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-9068716470577107584</id><published>2008-04-07T14:41:00.002+07:00</published><updated>2008-04-07T14:46:21.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Live TV from Blog TV</title><content type='html'>Video blogging is nothing new.  But live video blogging is.  Want to watch a &lt;a href="http://www.blogtv.com"&gt;live show&lt;/a&gt; (that’s right – everything unfolds before your very eyes)?  Then go to BlogTV.  At BlogTV, you can watch ordinary people – people just like you and me – perform a live show. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Want to be a star ? prepare a show, go to BlogTV and do a &lt;a href="http://www.blogtv.com"&gt;live broadcast&lt;/a&gt;.  Who knows, a talent scout may see you on &lt;a href="http://www.blogtv.com"&gt;live TV&lt;/a&gt; and decide that you have what it takes to be the next Hilary Duff?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-9068716470577107584?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/9068716470577107584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=9068716470577107584&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/9068716470577107584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/9068716470577107584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/04/live-tv-from-blog-tv.html' title='Live TV from Blog TV'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1879408281759136899</id><published>2008-03-23T00:23:00.003+07:00</published><updated>2008-03-23T00:29:20.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='games'/><title type='text'>My Magic Slots</title><content type='html'>I love slots but I don't exactly relish making a special trip downtown just so I can play them. I prefer playing &lt;a href="http://www.mymagicslots.com/how_slot_machines_work/Computerized_Slot_Machines.html"&gt;computerized slot machines&lt;/a&gt;, specifically realm of riches.  There's magic between &lt;a href="http://www.mymagicslots.com/Realm_of_Riches.html"&gt;Realm of Riches&lt;/a&gt; and me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All I have to do to play is load www.mymagicslots.com. If it were not for this site, I wouldn't know about the online &lt;a href="http://www.mymagicslots.com/"&gt;Magic Casino&lt;/a&gt; slots. That's where I first saw realm of riches, by the way, and I was hooked.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1879408281759136899?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1879408281759136899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1879408281759136899&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1879408281759136899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1879408281759136899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/03/my-magic-slots.html' title='My Magic Slots'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3445784168818331732</id><published>2008-03-20T01:29:00.001+07:00</published><updated>2008-03-30T01:36:30.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Stretch It Right</title><content type='html'>If you have a problem with the length and curvature of your penis, maybe some amount of &lt;a href="http://www.costpricedeals.com/"&gt;penis enlargement pills&lt;/a&gt; will help you.  You also should get the &lt;a href="http://www.penis-enlargement-review.org/x4_labs_penis_extender_review"&gt;penis stretcher&lt;/a&gt; from x4 labs.  This &lt;a href="http://www.sinrex.com/"&gt;male enhancement&lt;/a&gt; device will correct whatever curvature problems your penis has.  Plus, it may even help if you have erectile dysfunction.  For more information, visit http://www.penis-enlargement-review.org/x4_labs_penis_extender_review.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3445784168818331732?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3445784168818331732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3445784168818331732&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3445784168818331732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3445784168818331732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/03/stretch-it-right.html' title='Stretch It Right'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1287214403741177501</id><published>2008-03-13T22:30:00.001+07:00</published><updated>2008-03-13T22:32:06.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Plus Minus Paket Wisata</title><content type='html'>"Libur telah tiba, libur telah tiba...".&lt;br /&gt;Itulah sepenggal lagu Libur Telah Tiba yang dipopulerkan penyanyi cilik Tasya. Libur sekolah memang telah tiba. Dan saatnya anak-anak menyimpan buku dan tasnya. Nah, sebagai orang tua, apakah Anda sudah merencanakan kemana liburan kali ini? Atau cukup puas di rumah untuk menikmati kebersamaan dengan buah hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu akan lebih berkesan jika liburan kali ini Anda bisa pergi ke luar kota. Wah, repot jika harus berlibur di luar kota. Harus pesan tiket, hotel, belum lagi transportasi selama di perjalanan. Tak mau repot? Pilih saja paket wisata yang banyak ditawarkan biro perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selama Anda ikut paket tur, segala kerepotan sudah ditangani oleh agen perjalanan. Mulai dari transportasi, penginapan hingga pilihan tempat wisata. Anda tinggal memilih, kemana akan pergi dan menyiapkan keperluan pribadi. Bahkan biro perjalanan juga menyediakan pemandu wisata, sehingga Anda akan banyak tahu informasi mengenai tempat wisata yang Anda kunjungi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, berlibur dengan paket wisata, Anda akan berangkat dengan peserta lain. Ada yang dalam jumlah rombongan besar, namun ada juga yang dengan wisatawan kecil. Transportasi yang digunakan pun bermacam-macam. Mulai dari bus wisata hingga kapal terbang. Tergantung paket wisata yang Anda ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah mengikuti Paket Wisata menguntungkan? Berikut ini plus minusnya mengikuti paket wisata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Ada yang memandu.&lt;br /&gt;     Bagi Anda yang senang ditemani selama perjalanan, mengikuti Paket Wisata bisa jadi sangat menyenangkan. Bayangkan saja, selama perjalanan, umumnya ada seorang pemandu dari Biro Perjalanan Anda yang akan menemani. Dia akan menceritakan seluk beluk perjalanan Anda, mulai dari ­ misalnya ­ asal usul dari jalanan yang Anda lalui, kenapa obyek wisata (yang Anda kunjungi) itu bisa berdiri, sampai dengan panduan tentang seluk beluk dari kota yang Anda lewati. Seringkali, pemandu membuat Paket Wisata menjadi sesuatu yang berbeda dibanding kalau Anda pergi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Cocok Bagi Anda yang Masih Asing.&lt;br /&gt;     Mengikuti Paket Wisata bisa jadi sangat menyenangkan bagi Anda yang masih asing atau belum pernah datang ke kota tersebut. Ini karena setiap kota memiliki ciri dan karakter yang berbeda dengan kota lain. Manado misalnya, beda dengan Bandung. Kebiasaan pelayanan restoran di Medan misalnya, beda dengan kebiasaan pelayanan restoran di Makassar. Begitu seterusnya. Dengan Paket Wisata, umumnya Anda akan diberitahu mengenai perbedaan-perbedaan apa yang harus Anda pahami. Selain itu, perbedaan sistem transportasi di setiap kota umumnya akan menyusahkan Anda bila tidak Anda mengerti. Nah, dengan mengikuti Paket Wisata, umumnya masalah transportasi di kota yang Anda datangi bisa terpecahkan, karena Anda toh akan bersama dengan rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Penggunaan Waktu yang Lebih Efektif.&lt;br /&gt;     Dengan mengikuti Paket Wisata, umumnya Anda bisa lebih efektif dalam mengelola waktu. Bayangkan saja, umumnya tiada hari tanpa perjalanan. Tidak ada cerita Anda hanya tidur-tiduran di hotel, sementara sebetulnya hari itu Anda bisa mengunjungi obyek wisata yang mungkin sangat menarik. Bayangkan kalau Anda pergi sendiri, bisa saja Anda bermalas-malasan di hotel. Kalau Anda mau bermalas-malasan, kenapa tidak di rumah saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Umumnya Lebih Mahal.&lt;br /&gt;     Ya, mengikuti paket Wisata umumnya akan membuat Anda keluar uang sedikit lebih tinggi dibanding kalau pergi sendirian. Ini wajar mengingat Anda secara tidak langsung juga mendapatkan fasilitas lebih. Salah satunya, seorang guide yang memandu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Namun demikian, 'image' lebih mahal ini umumnya pelan-pelan sudah bisa dikikis. Karena biro perjalanan bisanya bisa mencari tiket, hotel dan tiket masuk lebih murah karena membawa rombongan. Sehingga Anda pun ikut "kecipratan" harga murah itu. Walaupun banyak juga Biro Perjalanan lain yang tidak mau menurunkan harganya sehingga untung yang dia dapatkan bisa lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Terikat Waktu.&lt;br /&gt;     Betul, bagi yang tidak suka diatur oleh jadwal, mengikuti Paket Wisata mungkin akan menyusahkan. Bayangkan saja, kegiatan Anda sudah diatur sedemikian rupa mulai kapan harus sarapan, kapan harus siap di lobi hotel, kapan Anda harus tiba di dalam bis, dan kapan harus tiba di obyek wisata , termasuk sampai berapa lama a bisa berada di dalam obyek wisata tersebut. Lha, kalau Anda tipe orang yang tidak suka diatur jadwal, kan repot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naah...., mudah-mudahan dengan pembahasan kelebihan dan kekurangan tersebut, Anda jadi bisa memutuskan apakah akan mengikuti Paket Wisata atau tidak pada liburan kali ini. Selamat berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KIAT MEMILIH PAKET WISATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Lakukan reservasi atau pemesanan tempat sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan. Biasanya pihak agen perjalanan wisata memberikan potongan harga bagi pelanggan yang memesan tempat jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Pilih agen perjalanan yang berkualitas dan punya kredibilitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Jeli memilih paket-paket wisata yang ditawarkan oleh agen perjalanan wisata. Jangan tergoda dengan tawaran harga murah. Perhatikan kesesuaian antara harga dengan fasilitas yang ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Perhatikan keseluruhan isi dari paket wisata yang akan Anda pilih, yang meliputi hotel, pesawat, fasilitas dan tempat wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Salah satu keuntungan mengikuti paket wisata adalah, Anda tak perlu repot-repot mengatur jadwal kegiatan. Kekurangannya, Anda terikat jadwal yang telah ditetapkan. Agar liburan sukses, konsultasikan keinginan Anda pada pihak agen perjalanan wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  6. Bagi Anda yang ingin berlibur ke negara-negara ASEAN, Anda bisa menggunakan layanan Program Asean Hip-Hop, yang berlaku 15 April 2004 ­ 25 Maret 2005. Program ini merupakan paket wisata murah intra Asean dengan memberikan kemudahan berupa harga khusus untuk tiket pesawat, tarif hotel, dan paket tur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 852/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1287214403741177501?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1287214403741177501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1287214403741177501&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1287214403741177501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1287214403741177501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/03/plus-minus-paket-wisata.html' title='Plus Minus Paket Wisata'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-4114156766664818031</id><published>2008-03-03T23:16:00.001+07:00</published><updated>2008-03-03T23:18:26.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Mempersiapkan Dana untuk Liburan</title><content type='html'>Tidak terasa ya, Bapak-Ibu, sekarang sudah bulan Mei. Sebentar lagi libur sekolah akan tiba. Nah, mumpung sudah dekat libur sekolah, apakah Anda sebagai orang tua merencanakan untuk pergi berlibur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak usah jauh-jauhlah. Buat Anda yang tinggal di Jakarta misalnya, Anda mungkin berencana untuk pergi berlibur ke Yogya. Buat Anda yang tinggal di Makassar, mungkin tertarik untuk pergi ke Bali. Jadi, liburan tidak harus ke luar negeri, karena di Indonesia sendiri pun yang namanya tempat liburan ada banyaaak sekali. Iya, kan?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tini misalnya. Ibu muda ini merasa bahwa ia harus mengisi waktu liburannya kali ini dengan bepergian ke Sumatera Barat. Rumahnya sendiri di Semarang. "Seumur-umur, saya belum pernah pergi ke Sumatera...," begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, ke mana pun Anda pergi berlibur, entah ke dalam atau bahkan ke luar negeri, yang namanya liburan pasti butuh dana. ITU PASTI. Entah dana untuk membayar transportasi, penginapan, jalan-jalan, beli oleh-oleh, makana, maupun segala macam pengeluaran lainnya. Sayangnya, biarpun pergi berliburnya cuma ke dalam negeri, herannya, kok, masih banyak, orang-orang yang tidak menyiapkan dananya sejak jauh-jauh hari. Enggak masalah sih, kalau memang Anda punya simpanan yang bisa dimanfaatkan, sehingga Anda merasa tidak perlu menyiapkan dana sejak jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan lupa bahwa tidak semua dari kita punya simpanan dana yang cukup untuk bisa dipakai sewaktu-waktu, kan? Atau kalaupun cukup, jumlahnya terlalu ngepas. Akibatnya, banyak dari mereka yang mungkin memiliki dana yang cukup, tetapi sayang segera setelah pulang, mereka kehabisan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa pemecahan yang paling baik terhadap masalah kekurangan dana ini? Cuma satu: menyiapkan dana liburan Anda jauh-jauh hari. Ya, saya tahu, beberapa dari Anda mungkin berpikir: "Lho, kalau tahun ini saya enggak jadi berlibur, mungkin liburannya memang tahun depan. Tapi juga itu mungkiiinn ... Lha kalau liburannya saja masih belum diniatkan atau belum tentu jadi, kenapa juga saya musti menyiapkan dananya sejak sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban saya atas keberatan ini sederhana saja: Siapkan saja dana liburan Anda jauh-jauh hari, sehingga kalaupun nanti Anda mendadak memutuskan pergi berlibur, dananya sudah ada. Kalaupun Anda tidak pergi berlibur, toh Anda masih memiliki dananya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan Dana Dipersiapkan dan Dari mana Uangnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat yang paling tepat menyiapkan dana untuk liburan sebetulnya adalah sejak jauh-jauh hari. Ini berarti, Anda harus menyiapkan dana tersebut sejak sekarang. Oke sekarang, begitu mungkin kata Anda. Tapi idealnya seberapa lama? Banyak orang yang ketika berniat untuk pergi berlibur ke luar negeri, memutuskan untuk menabung sejak bertahun-tahun sebelumnya. Tapi, kalau Anda merasa itu terlalu dini, maka jangka waktu setahun sebelum Anda pergi berlibur sebetulnya sudah cukup ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, itu kalau liburan Anda keluar negeri. Lha kalau ke dalam negeri? Mungkin 3 - 6 bulan sebelumnya sudah bisa. Ini dibuat dengan asumsi bahwa liburan ke dalam negeri biasanya butuh dana yang lebih sedikit dibanding kalau Anda pergi berlibur ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang, dari mana Anda mendapatkan uang untuk ditabung? Pertama-tama tentu saja dari penghasilan keluarga. Kalau Anda atau suami Anda dapat gaji, sisihkan sebagian untuk dimasukkan dalam tabungan di bank. Pelan-pelan, kalau jumlahnya mencukupi, pindahkan ke deposito yang umumnya memberikan bunga yang lebih besar. Selain dari gaji, sumber lain yang bisa Anda manfaatkan ­ terutama kalau Anda atau suami Anda adalah karyawan-adalah dari bonus-bonus yang didapat dari kantor. Jangan lupa, seorang karyawan umumnya menerima gaji minimal sekitar 14 kali setahun. Jadi, tak ada salahnya Anda memanfaatkan gaji bulan ke-13 atau gaji bulan ke-14 yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang penghasilannya tidak tetap, Anda bisa menabung setiap kali Anda mendapatkan penghasilan. Dan ingatlah, semakin panjang waktu Anda mempersiapkan diri, semakin mudah Anda menyiapkan dana besar untuk liburan. Ya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menabunglah dengan Jumlah Yang Terencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus Anda lakukan adalah menabung dengan jumlah yang terencana. Sebagai contoh, kalau Anda ingin mengumpulkan jumlah Rp 10 juta dalam waktu sembilan bulan ke depan, ini berarti rata-rata Anda harus menabung sebesar Rp 1,1 juta per bulan. Kalau Anda tidak sanggup menabung dalam jumlah sebesar itu, mungkin Anda bisa menabung kurang dari itu, tapi nanti ditambah bonus-bonus dari kantor yang akan Anda dapat. Jangan lupa, Anda toh akan menabungkannya di tempat yang memberikan bunga, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya di sini, ketika Anda menabung untuk mengumpulkan dana untuk liburan, jangan asal menabung dengan jumlah yang tidak Anda perhitungkan dulu. Menabunglah secara terencana. Perkirakan terlebih dahulu berapa jumlah yang Anda butuhkan kelak, kemudian menabunglah sesuai jumlah yang sudah Anda targetkan. Dengan demikian, apa yang sudah Anda tabungkan tidak akan menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cari Sumber Penghasilan Baru untuk Menambah Tabungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekarang sampai setahun ke depan, kenapa Anda tidak mencari sumber penghasilan baru (tentunya di luar penghasilan rutin yang sudah Anda dapatkan sekarang) untuk menambah persiapan dana liburan? Dengan mencari sumber penghasilan baru, diharapkan tabungan akan lebih cepat bertambah, sehingga ujung-ujungnya, kalau mau, Anda bisa memajukan waktu libur, karena ternyata dana sudah bisa siap sejak jauh hari. Atau, kalaupun tidak ingin memundurkan waktu libur, maka ketika liburan nanti, bisa saja dana Anda sudah terkumpul lebih banyak dari jumlah yang ditargetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Anda bisa menggunakan kelebihan uang untuk membeli barang yang lain yang memang Anda butuhkan, atau mungkin menambah obyek wisata yang akan dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja sumber penghasilan yang bisa dipilih untuk menambah tabungan liburan? Yang jelas, Anda membutuhkan sumber penghasilan tambahan yang bisa cepat menghasilkan uang, seperti kerja honorer, atau menjual barang dan jasa. Jangan lupa, waktu liburan masih lama kalau memang Anda menyiapkan dananya sejak jauh-jauh hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kalau Anda mencari sumber penghasilan baru dengan membuka usaha misalnya, maka sifat dari sebuah usaha yang umumnya tidak bisa langsung memberikan penghasilan akan membuat Anda tidak bisa langsung menabungkan uangnya. Jadi, kuncinya di sini adalah dengan mencari sumber penghasilan baru yang bisa memberikan hasil yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mudah-mudahan ketiga hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyiapkan dana bagi liburan. Kalau tahun ini Anda ingin berlibur tetapi belum punya uang, maka dengan menyiapkan dana sejak sekarang, mudah-mudahan tahun depan, atau akhir tahun ini, Anda sudah bisa pergi berlibur ke tempat yang Anda inginkan. Jangan lupa untuk mengajak keluarga tentunya. Selamat mempersiapkan dana liburan. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RAJIN MELIHAT PROMOSI WISATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda mempersiapkan dana untuk pergi berlibur, maka salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan rajin melihat-lihat promosi wisata yang banyak terpampang di media massa. Ini penting mengingat banyak biro-biro perjalanan, dan maskapai-maskapai penerbangan yang sekarang saling bersaing dalam memperebutkan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu persaingan yang mereka lakukan adalah dari segi harga dan pelayanan. Makin lama, seringkali harga-harga dari biro perjalanan dan maskapai penerbangan turun, tetapi dengan mutu pelayanan yang tidak jauh berbeda. Ujung-ujungnya, kita juga sebagai konsumen yang paling diuntungkan terhadap persaingan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan rajin melihat media massa, maka Anda jadi tahu maskapai penerbangan serta biro perjalanan mana yang bisa memberikan fasilitas dan manfaat yang memang Anda inginkan, namun tetap sesuai dengan anggaran. Kalau perlu bahkan bisa lebih murah. Dengan demikian, sebagai konsumen, Anda juga yang diuntungkan dengan persaingan tersebut, kan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 847/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-4114156766664818031?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/4114156766664818031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=4114156766664818031&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4114156766664818031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4114156766664818031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/03/mempersiapkan-dana-untuk-liburan.html' title='Mempersiapkan Dana untuk Liburan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-5557902641408803791</id><published>2008-02-24T23:24:00.001+07:00</published><updated>2008-02-24T23:28:38.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>3 Pos Pengeluaran untuk Mobil Anda</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.perencanakeuangan.com/files/safirfiles/BiayaMobil.jpg" alt="Biaya Mobil" align="left" /&gt;Anda tahu enggak bedanya mal dengan jalan raya? Jawabannya cuma satu: sama saja. Kok? Coba Anda masuk ke mal. Pasti Anda berhadapan dengan barang-barang yang di-display di etalase toko. Cepat atau lambat Anda akan punya keinginan untuk membeli salah satu diantara barang-barang tersebut, kan? Sedangkan jika Anda berada di jalan raya, Anda akan berhadapan dengan mobil-mobil yang berseliweran. Cepat atau lambat Anda juga akan punya keinginan untuk memiliki salah satu jenis mobil tersebut. Untuk masalah ini, antara mal dengan jalan raya sama saja, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah Anda sudah punya niat menjalankan Rukun Islam ke lima? Selain kesiapan fisik dan mental, Anda juga perlu menyiapkan dana. Dan dana tersebut bisa direncanakan dari sekarang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah datang ke show room mobil terbesar di kota Anda? Kalau pernah, sebenarnya show room mobil terbesar yang ada di kota Anda bukan yang pernah Anda kunjungi, tetapi yang Anda lalui setiap hari yakni, jalan raya. Di Jakarta misalnya, saya hampir melihat mobil-mobil bagus yang berkeliaran, entah di Jl. Sudirman atau di Jl. Sisingamangaraja. Dan setiap kali saya melewati jalan-jalan tersebut, saya seolah membayangkan diri saya berada di sebuah mal yang penuh dengan barang-barang bagus yang dipajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari ada atau tidaknya uang di rekening bank, banyak orang yang memiliki keinginan untuk punya mobil entah yang bekas atau gres dari dealer. Jangankan Anda, saya pun kepengen. Setiap saat, kalau saya pergi ke luar rumah, entah untuk bekerja, meeting dengan klien atau sekadar jalan-jalan dengan istri, saya selalu melihat mobil-mobil bagus berkeliaran di jalan. Dan saya selalu berpikir untuk memiliki salah satu diantaranya. Mungkin tidak harus merek-merek yang bagus, tetapi mobil-mobil keluarga yang desainnya menarik dan cukup lincah bila dipakai di dalam kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bagaimana dengan Anda? "Oke Pak Safir, kalau saya sih memang butuh mobil. Paling tidak dengan mobil itu, saya bisa lebih enak datang ke kantor serta bisa berjalan-jalan dengan pasangan saya dan anak-anak saya setiap Sabtu dan Minggu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang berkata demikian, syukur kalau begitu. Ini berarti, Anda memang benar-benar butuh mobil. Tapi, ada juga beberapa diantara Anda yang mengatakan: "Psst... Pak Safir, saya sebetulnya enggak butuh-butuh amat. Wong nyetir saja saya nggak bisa. Pergi ke tempat kerja, cukup naik angkot. Cuma 30 menit lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anda yang berkata seperti ini, mungkin Anda memang tidak butuh mobil. Justru akan menjadi pemborosan, jika Anda punya mobil.Tapi jangan salah, banyak orang punya mobil, kendati tidak butuh. Ini bisa terjadi karena gengsi. "Tetangga saya sudah punya mobil. Saudara saya ada mobil juga. Masak kita tidak punya mobil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-Bapak. Kalau memang Anda punya uang dan memang butuh kendaraan roda empat, memang tak ada salahnya membeli mobil. Namun jika Anda memang belum butuh,sebaiknya keinginan tersebut ditunda dulu. Pasalnya, ada tiga hal yang menjadi konsekuensi yang harus Anda penuhi akibat dari pembelian mobil. Tiga pos pengeluaran ini yang harus Anda keluarkan. Belum termasuk biaya tidak wajib, seperti penambahan aksesori agar mobil lebih cantik dan Anda pun nyaman di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Biaya Operasional Ini sudah pasti&lt;/span&gt;. Kalau Anda punya mobil, pasti akan ada biaya operasional yang harus Anda bayar. Mobil butuh bahan bakar yang harus Anda isi 3 - 4 hari sekali. Belum lagi kalau Anda datang ke mal, ada biaya parkir yang hitungannya per jam. Anda pernah datang ke lokasi wisata dimana mobil juga ditarik bayaran? Walau tidak bisa menikmati sarana atau keindahan wisata, mobil yang Anda tumpangi pun harus membayar tiket masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ah, biaya-biaya itu mah kecil... Begitu mungkin kata Anda. Eit... jangan lupa lho, bahwa yang namanya biaya-biaya pasti akan naik setiap tahunnya. Cepat atau lambat, harga BBM pasti akan naik. Begitu juga dengan biaya parkir, tiket masuk lokasi wisata. Anda siap enggak membayarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Biaya Perawatan Rutin&lt;/span&gt; Jika Anda punya mobil, maka Anda juga harus siap untuk merawat mobil itu. Anda perlu mengganti rutin suku cadang tertentu dan oli setiap mobil Anda sudah berjalan beberapa ratus / ribu kilometer. Mencuci setiap 1 - 2 hari sekali, dan segala macam tetek bengek perawatan rutin lainnya. Semua itu butuh biaya yang akan memperbesar pengeluaran bulanan Anda. Anda siap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Biaya Perbaikan Kadang-kadang&lt;/span&gt;, ketidaktahuan kita sebagai orang awam dalam merawat mobil bisa membuat mobil cepat rusak dan harus dibetulkan. Sebagai pemilik mobil, kita sering tidak bisa melakukan kontrol atas suku cadang apa yang perlu atau harus diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bisa dimengerti karena komponen di mobil Anda banyak sekali, kan? Mungkin tali kipasnya sudah harus diganti atau kampas remnya sudah uzur serta kemungkinan- kemungkinan lain. Jika tidak segera diganti akan mengakibatkan kerusakan pada mobil. Dan ketika kita membawanya ke bengkel untuk diperbaiki, orang bengkel mengatakan: "Ibu sih, enggak pernah bawa ke sini, jadinya plat koplingnya aus deh. Makanya mobilnya jadi rusak..." Tuh, kan? Mana saya tahu kalau itu gara-gara pelat koplingnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu atau tidak, mobil Anda sudah keburu rusak. Anda pun harus membayar biaya perbaikan supaya mobil Anda bisa jalan lagi. Dan yang namanya biaya pembetulan mobil, kadang-kadang tidak selalu murah lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ibu - Bapak, pikirkan dulu konsekuensi yang harus Anda hadapi kalau Anda membeli mobil. Membeli mobil bukan hanya mengeluarkan uang untuk menebus mobil tersebut, tetapi juga harus menambah pengeluaran bulanan Anda untuk membayar biaya operasional, perawatan, dan perbaikan. Jangan beli mobil kalau Anda memang tidak butuh. Tapi kalau Anda memang betul-betul membutuhkannya dan penghasilan Anda mencukupi untuk membayar pengeluaran bulanannya, sudah saatnya Anda tidak khawatir kehujanan dan kepanasan di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 835/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-5557902641408803791?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/5557902641408803791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=5557902641408803791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5557902641408803791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5557902641408803791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/3-pos-pengeluaran-untuk-mobil-anda.html' title='3 Pos Pengeluaran untuk Mobil Anda'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7458316215600041080</id><published>2008-02-18T23:37:00.001+07:00</published><updated>2008-02-18T23:41:12.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga</title><content type='html'>Anda sering mendengar istilah "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengeluaran Tak Terduga&lt;/span&gt;" bukan? Saat menjadi pembicara seminar, saya berkali-kali mendengar keluhan dari peserta seminar yang sering mengalami defisit hanya karena adanya pengeluaran tak terduga. Entah pengeluaran itu memang muncul tak diduga atau sebenarnya sudah diduga, hanya saja munculnya terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa contoh pengeluaran tak terduga. Misalnya, Anda sakit. Mau tak mau harus pergi ke dokter. Bisa juga kendaraan anda ditabrak hingga Anda harus pergi ke bengkel. Atau saudara yang menginap berberapa hari di rumah, sehingga Anda harus keluar uang lebih dari biasanya untuk membeli sembako.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu. Listrik, telepon atau iuaran PAM pun bisa menjadi pengeluaran tak terduga. Memang, sih, tiap bulan, pos-pos tersebut sudah kita anggarkan. Hanya saja, kadang tagihan melebihi dari jumlah yang kita sediakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pos-pos lain, misalnya, pengeluaran untuk hiburan. Misalnya, di awal bulan kita sudah menganggarkan biaya untuk hiburan Rp 300 ribu. Tapi kenyataannya, membengkak menjadi Rp 500 ribu. Nah, pembengkakan ini, mau tak mau masuk di pengeluaran tak terduga. Bahkan, jika Anda membeli baju tanpa ada perencanaan lebih dulu, bisa juga dikatakan sebagai sebuah pengeluaran tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda sering mengalami hal-hal seperti di atas? Jika jawabannya, ya, maka Anda harus bisa mengatasinya. Caranya sebagai berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  1. Tidak Semua Harus Dituruti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Anda tidak harus menuruti semua pengeluaran tak terduga Anda. Memang, ada pengeluaran tak terduga yang memang betul-betul tidak bisa dihindari. Tetapi, ada yang bisa dihindari. Untuk bisa menghindarinya, salah satunya adalah dengan melihat kepentingannya. Sebagai contoh, kalau Anda melihat barang bagus di toko, coba bedakan apakah barang yang Anda lihat tersebut betul-betul penting atau tidak untuk dibeli. Dengan demikian Anda bisa dengan bijak mengeluarkan uangnya. Anda juga bisa melihat seberapa sering memakai barang tersebut. Bisa jadi sebuah barang memang bagus untuk dibeli, tetapi ternyata Anda tidak akan memakainya sering-sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekali lagi Bapak-Ibu, tidak semua Pengeluaran Tak Terduga harus Anda turuti. Pakai akal sehat, bukan nafsu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  2. Membayar dari Uang Simpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Ketika Anda membuat anggaran, yang Anda lakukan adalah merencanakan penggunaan pemasukan rutin untuk membayar Pengeluaran Rutin (termasuk setoran tabungan). Lalu, apa yang terjadi jika Anda harus membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin, tidak terduga dan tidak terdapat dalam anggaran yang sudah Anda buat? Kalau Anda membayarnya dengan menggunakan uang dari pemasukan rutin, kemungkinan besar anggaran Anda akan "rusak" karena pemasukan Rutin Anda memang hanya diatur untuk membayar pengeluaran rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, sebaiknya Anda memiliki simpanan uang tunai dan membayar pengeluaran yang sifatnya tidak rutin dan tidak terduga tersebut dari simpanan uang tunai ini. Dengan demikian, pemasukan rutin Anda memang hanya akan digunakan untuk membayar pengeluaran rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  3. Mengambil Sejumlah Asuransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa ada sejumlah pengeluaran yang sebetulnya bisa diasuransikan. Sebagai contoh, seorang teman saya yang tinggal di Bandung pernah mengalami kebakaran rumah yang cukup hebat. Padahal dua bulan sebelumnya orang tuanya baru menerima pesangon pensiun dini yang cukup besar. Suatu kebetulan yang sangat luar biasa sepertinya. Akhirnya, orang tuanya harus mengeluarkan 90 persen uang pesangonnya untuk membangun rumah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kebakaran memang risiko yang tidak bisa diduga sehingga mau tidak mau kita harus mengeluarkan uang untuk membayar pengeluaran tak terduga. Tapi sebetulnya, Kebakaran Rumah adalah risiko yang bisa diasuransikan bukan? Kalau kita mau mengasuransikannya, kita tidak perlu membayar pengeluaran tak terduga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jadi untungnya, pada saat ini ada sejumlah risiko yang sudah di-cover oleh asuransi. Dengan memiliki asuransi, Anda akan mampu membayar pengeluaran yang sifatnya tak terduga dari terjadinya risiko-risiko tersebut. Beberapa asuransi yang bisa Anda pertimbangkan untuk Anda ambil adalah: Asuransi Jiwa, Kesehatan, Kecelakaan, Kendaraan, dan Asuransi Rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;     Bagaimana? Siap mengantisipasi pengeluaran tak terduga Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 830/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7458316215600041080?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7458316215600041080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7458316215600041080&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7458316215600041080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7458316215600041080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/mengantisipasi-pengeluaran-tak-terduga.html' title='Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6133968157840967727</id><published>2008-02-13T21:09:00.003+07:00</published><updated>2008-02-13T21:13:31.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Mengatur Pengeluaran untuk Kecantikan</title><content type='html'>Ria (31) , seorang karyawati, termangu menyaksikan kertas catatannya. Iseng-iseng ia baru menghitung jumlah pengeluarannya bulan kemarin. Hasilnya bikin kaget. Ia ternyata telah menghabiskan hampir 40 persen gajinya untuk keperluan perawatan kecantikan. Memang, dia termasuk royal untuk urusan satu ini. Tiap bulan dia membeli lipstik dengan dua warna baru. Malah, dua bulan sekali ia beli parfum (padahal yang lama belum habis), dan banyak lagi produk lain yang dibelinya secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat puluh persen! "Kenapa saya bisa keluar uang sebanyak itu?" batinnya. Pantas saja gajinya bulan lalu terasa cepat ludes. Malah sepertinya, bulan-bulan sebelumnya demikian juga. "Astaga" pikirnya. Sudah berapa lama ia memboroskan uangnya seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang mengalami kondisi seperti Ria? Bila ya, maka jangan khawatir. Problem Anda adalah problem yang biasa dihadapi manusia pada umumnya. Yakni belum bisa mengendalikan pengeluaran untuk keperluan produk-produk kecantikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperluan kecantikan bisa dibagi menjadi dua: perawatan dan penampilan. Produk perawatan adalah produk yang berkaitan dengan perawatan diri, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# perawatan wajah (seperti susu pembersih)&lt;br /&gt;# perawatan rambut (seperti sampo)&lt;br /&gt;# perawatan tubuh (seperti sabun badan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan produk penampilan? Produk penampilan adalah produk yang berkaitan dengan penampilan seseorang, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# rias wajah (sering disebut make up, seperti lipstik, eye shadow, maskara, blush on, dan lainnya)&lt;br /&gt;# penampilan rambut (seperti hair spray)&lt;br /&gt;# penampilan tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERAWATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua wanita membutuhkan produk perawatan, baik perawatan wajah, rambut atau tubuh. Idealnya, Anda sudah punya daftar jelas tentang produk-produk perawatan apa saja yang Anda perlukan. Pernahkah Anda menghitung berapa jumlah pengeluaran yang Anda lakukan untuk tiap produk perawatan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diperhatikan, pengeluaran uang untuk produk perawatan umumnya tetap setiap bulan. Sampo misalnya. Bila Anda memakai secara rutin dua hari sekali, maka mungkin sebotol sampo bisa habis tiap satu bulan. Jadi, sebulan sekali Anda mesti beli sampo. Begitu juga dengan susu pembersih untuk wajah. Dengan pemakaian yang rutin tiap hari, Anda mungkin harus membeli susu pembersih tiap bulan. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jumlah pengeluaran uang untuk produk-produk perawatan pada umumnya berjumlah tetap tiap bulan. Kecuali ­ tentu saja ­ bila ada perubahan merk yang Anda beli, atau ada perubahan dalam frekuensi pemakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ada baiknya Anda menuliskan lebih dulu produk-produk perawatan apa saja yang Anda butuhkan. Barulah setelah itu Anda tuliskan berapa uang yang akan dikeluarkan untuk membeli tiap produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENAMPILAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita seringkali boros dalam mengeluarkan uang untuk membeli produk penampilan. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa wanita mudah sekali terpikat iklan kecantikan yang berkaitan dengan produk penampilan. Inilah yang menyebabkan pengeluaran uang untuk produk penampilan berubah-rubah. Beda dengan pengeluaran untuk produk perawatan tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan juga sangat berpengaruh kepada rasa percaya diri seseorang. Tidak seperti produk perawatan yang memang perlu, pembelian produk-produk penampilan sering berdasar emosi belaka, bukan pada kebutuhan. Kita seringkali melihat seorang wanita yang lewat di sebuah gerai kecantikan, kemudian tiba-tiba tertarik pada maskara, pensil alis, dan eye liner. Lalu tanpa berpikir panjang, ia langsung membelinya. Padahal belum tentu ia membutuhkan produk-produk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah hebatnya pihak produsen. Ia senantiasa berusaha memajang produknya dengan menarik. Belum lagi diciptakan berbagai alasan bagi wanita agar mau membeli produk tersebut (kendati sebelumnya tak memakai produk itu toh juga tetap cantik). Nah, bila emosi dituruti, maka pembelian produk-produk penampilan seringkali tidak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, di bawah ini ada tips bagi Anda dalam membeli produk-produk penampilan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  1. Tetapkan sejumlah anggaran tertentu dalam membeli produk-produk penampilan, dan patuhi anggaran tersebut.&lt;/span&gt; Cara membantu Anda mengendalikan diri dalam membeli produk-produk penampilan. Tidak ada persentase anggaran yang tepat untuk menentukan berapa besarnya pengeluaran untuk itu. Apakah harus 40 persen? 30 persen? Atau 20 persen? Tidak ada angka yang benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ini karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda, dan hanya Anda sendirilah yang tahu berapa besar kebutuhan Anda. Sama seperti pada produk perawatan, akan lebih baik kalau Anda menuliskan lebih dulu di atas kertas, produk-produk penampilan apa saja yang Anda butuhkan dan berapa jatah pengeluaran masing-masing produk tersebut. Lalu jumlahkan semuanya, maka itulah anggaran Anda untuk pengeluaran bulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  2. Disiplinkan diri Anda.&lt;/span&gt; Bila Anda tidak membutuhkan lipstik dengan warna ungu misalnya, maka jangan beli lipstik warna ungu, sebagus apa pun warna yang Anda lihat pada lipstik di toko itu, seberapa pun murahnya, atau sebagus apa pun iklannya. Ingat, Anda hanya membeli produk penampilan yang memang Anda butuhkan. Kalau memang Anda memerlukannya, barulah sebaiknya produk tersebut Anda beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMBUAT ANGGARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagaimana cara membuat anggaran untuk produk-produk kecantikan? Tulis menuliskan daftar produk apa saja yang Anda butuhkan tiap bulan. Lalu tulis berapa jatah uang yang akan Anda keluarkan untuk tiap produk. Untuk mempermudah, di bawah ini ada contoh produk-produk perawatan dan penampilan yang mungkin Anda perlukan sehari-hari. Jumlahkan pengeluaran semua produk itu, maka Anda pun dapat memperkirakan anggaran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anggaran Produk Perawatan&lt;br /&gt;    Wajah:&lt;br /&gt; 3. Susu Pembersih muka&lt;br /&gt; 4. Krim Malam&lt;br /&gt; 5. Sabun Muka&lt;br /&gt; 6. Masker Wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rambut:&lt;br /&gt; 7. Shampoo dan Conditioner&lt;br /&gt; 8. Hair Tonic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tubuh:&lt;br /&gt; 9. Lulur&lt;br /&gt;10. Sabun Badan&lt;br /&gt;11. Hand Body Lotion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anggaran Produk Penampilan&lt;br /&gt;    Wajah:&lt;br /&gt;12. Lipstik (tulis warna apa saja yang Anda butuhkan)&lt;br /&gt;13. Bedak&lt;br /&gt;14. Lip Liner *&lt;br /&gt;15. Pensil Alis *&lt;br /&gt;16. Pemerah Pipi *&lt;br /&gt;17. Maskara *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rambut:&lt;br /&gt;18. Hair Spray&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tubuh:&lt;br /&gt;19. Minyak wangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Produk-produk dengan tanda * mungkin hanya akan Anda pakai kalau ke pesta. Kecuali bila pekerjaan Anda membutuhkan penampilan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 786/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6133968157840967727?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6133968157840967727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6133968157840967727&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6133968157840967727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6133968157840967727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/mengatur-pengeluaran-untuk-kecantikan.html' title='Mengatur Pengeluaran untuk Kecantikan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-2582456972505719996</id><published>2008-02-13T20:45:00.002+07:00</published><updated>2008-02-13T20:50:27.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finance'/><title type='text'>Need Cash Now ?</title><content type='html'>Do you need a little help meeting that unexpected medical or educational expense? You should consider payday loans. A &lt;a href="http://www.easyonlinepaydayloan.com"&gt;payday cash loan&lt;/a&gt; is a loan that you take out using your paycheck as security.  For this reason, it is used interchangeably with cash advance.  Since it is a loan that requires no collateral (except your paycheck), no credit check is required.  As long as you meet the minimum requirements, you'll most probably not be required to furnish the lender any extra documentation.  This makes payday loans ideal for cash emergencies; due to the minimal documentation requirements, payday loans usually get processed quickly and funds disbursed within 24 hours of approval.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you need cash now, you can get a payday loan at Easy Online Payday Loan. Easy Online Payday Loan is a company that accepts and processes payday loan applications online. Easy Online Payday Loan helps consumers solve their short-term cash flow problems easily.  What they do is to accept payday loan applications online.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To apply for your payday loan, visit www.easyonlinepaydayloan.com.  Fill out the online application form; rest assured that whatever information you provide will be kept confidential.  Once you receive approval for the loan, it should take no more than one business day for the funds to get deposited to the bank account you have supplied with your payday loan application.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-2582456972505719996?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/2582456972505719996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=2582456972505719996&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2582456972505719996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2582456972505719996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/need-cash-now.html' title='Need Cash Now ?'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6626625517093779329</id><published>2008-02-10T02:56:00.000+07:00</published><updated>2008-02-10T03:00:19.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Joyland Online Casino</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.joylandcasino.com"&gt;Casino joyland&lt;/a&gt; has so many great games that I still haven't got around to playing all of them. Among the &lt;a href="http://www.joylandcasino.com"&gt;online casinos&lt;/a&gt; that I have tried and played in, I like &lt;a href="http://www.joylandcasino.com"&gt;joyland casino&lt;/a&gt; best.  Casino joyland has long been in the business; it is secure, safe and most assuredly legitimate. Joyland casino also can give you up to $850 bonus on your first-deposit!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6626625517093779329?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6626625517093779329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6626625517093779329&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6626625517093779329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6626625517093779329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/joyland-online-casino.html' title='Joyland Online Casino'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1089111439998233910</id><published>2008-02-09T21:20:00.000+07:00</published><updated>2008-02-09T21:29:10.300+07:00</updated><title type='text'>CFD Trading</title><content type='html'>A contract for difference is an agreement made by the broker and the trader to exchange the difference between the share price at opening and the share price at closing of trade, multiplied by the number of shares involved in the agreement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are two main strategies in CFD trading.  You can go long if you believe that share prices of are going to rise; take out a CFD then keep your position open until share prices increase significantly.  You can also go short when you expect share prices to fall; take out a CFD to gain control of assets through a marginal deposit, sell them at current prices then buy them back at lower prices.  In either scenario, you will pocket the difference between the opening and closing of trade prices.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You should give CFD trading a try.  Make sure to use an &lt;a href="https://www.onecfd.com/"&gt;online stock market trading broker&lt;/a&gt; like One Financial which can offer you contracts for difference on a great variety of commodities. They have one of the best &lt;a href="https://www.onecfd.com/web/guest/OneFinancial"&gt;stock trading programs&lt;/a&gt; in the web so you should find &lt;a href="https://www.onecfd.com/"&gt;online stock trading&lt;/a&gt; easy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1089111439998233910?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1089111439998233910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1089111439998233910&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1089111439998233910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1089111439998233910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/cfd-trading.html' title='CFD Trading'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-8258043405468533927</id><published>2008-02-09T07:08:00.000+07:00</published><updated>2008-02-09T07:14:49.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='games'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Online Casino Vegas</title><content type='html'>If you are casino lover and if you want best site than 32Vegas.com is one of the best &lt;a href="http://www.32vegas.com"&gt;online casino vegas&lt;/a&gt; that offer a large range of games to suit all tastes.  In 32Vegas, your odds of being a winner is a lot better than in any online casino because of the massive 320% sign-up bonus. These &lt;a href="http://www.32vegas.com"&gt;vegas casino games&lt;/a&gt; use a custom version of the immensely popular PlayTech software, with more than 130 different games of the highest quality to suit all tastes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, just visit this &lt;a href="http://www.32vegas.com"&gt;casino online&lt;/a&gt; and enjoy playing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-8258043405468533927?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/8258043405468533927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=8258043405468533927&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8258043405468533927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8258043405468533927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/02/online-casino-vegas.html' title='Online Casino Vegas'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-99738823576747160</id><published>2008-01-31T22:48:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:50:48.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Merencanakan Pesta Ulang Tahun</title><content type='html'>Mungkin Anda heran, apa perlu sih pesta ulang tahun pakai direncanakan anggarannya segala. Bukankah dengan membuat makanan dalam jumlah banyak, membeli banyak kue dan menyewa banyak kursi, juga sudah cukup? Jangan salah Bapak, Ibu. Anggaran untuk pesta ulang tahun tetap harus direncanakan matang. Karena kalau Anda tidak hati-hati, bisa saja pengeluaran Anda jebol untuk membayar pos-pos yang belum tentu Anda butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja, ada contoh di mana seorang mengadakan pesta ulang tahun dan sudah keluar banyak uang untuk makanan. Eh, ternyata makanan yang disediakan banyak tersisa. Sayang uangnya, kan?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari hal-hal seperti itu, berikut ini saya berikan tips tentang cara menyusun anggaran pesta ulang tahun. Entah itu ulang tahun Anda sendiri, atau mungkin pesta untuk anak Anda yang masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 1: "Tentukan siapa saja yang akan diundang dan berapa jumlahnya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menentukan siapa saja yang akan datang ke pesta ulang tahun Anda. Biasanya sih, kalau yang berulang tahun itu Anda, mungkin saja Anda akan mengundang tetangga-tetangga, teman serta saudara-saudara Anda. Kalau yang berulang tahun itu anak Anda yang masih berusia 5 tahun, mungkin Anda akan mengundang teman-teman sekolahnya di TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu - ini yang paling penting - adalah membuat perkiraan tentang jumlah hadirin. Apakah 20 orang? 50 orang? Atau mungkin 100 orang? Atau, Anda mungkin akan mengadakan pesta ulang tahun sederhana dengan undangan sekitar 10 orang saja? Perkiraan jumlah tersebut akan sangat menentukan besar kecilnya rupiah yang harus Anda keluarkan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 2: "Tentukan di mana Anda akan mengadakan pesta tersebut"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda mengetahui siapa saja yang akan Anda undang dan berapa perkiraan jumlahnya, hal kedua yang harus Anda lakukan adalah dengan menentukan di mana Anda akan mengadakan pesta ulang tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal tempat, sebetulnya ada banyak tempat yang bisa Anda pilih untuk mengadakan pesta tersebut, salah satunya adalah di restoran favorit Anda. Tapi bicara soal harga, maka tempat paling murah yang bisa Anda pilih adalah di rumah Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan pesta di rumah, selain murah, biasanya Anda juga bisa lebih leluasa dalam mengatur agar pesta tersebut menjadi lebih meriah. Anda toh tinggal di situ, jadi ada hal yang Anda rasa belum beres, Anda bisa keluar dari kamar dan langsung membereskan ketidakberesan tersebut. Cuma ya itu, Anda harus siap dengan segala kerepotan yang mungkin ditimbulkan setelah acara. Seperti bersih-bersih rumah misalnya. Tapi, Anda mau pesta yang murah meriah kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 3: "Tentukan peralatan apa saja yang akan Anda gunakan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang yang Anda undang cukup banyak, coba lihat apakah Anda juga membutuhkan kursi tambahan? Ada beberapa tempat yang menyewakan kursi untuk acara-acara ulang tahun atau pernikahan. Jumlah yang Anda bayar biasanya disesuaikan dengan jumlah kursi yang Anda sewa, di mana tarif sewanya biasanya dihitung per kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai alternatif, bisa juga Anda tidak memakai kursi, tapi cukup dengan menggelar karpet. Karpet umumnya lebih menimbulkan suasana santai. Tamu-tamu Anda bisa lebih relaks nantinya. Selain itu, juga lebih murah dibanding kalau Anda menyewa kursi. Yang penting, pastikan untuk membersihkan dulu debu di karpet Anda sebelum digunakan. Jangan sampai tamu Anda nanti malah bersin-bersin karena kemasukan debu karpet Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kursi, pikirkan juga apakah Anda perlu menggunakan peralatan sound system. Yang pertama adalah mikrofon. Ini biasanya perlu kalau tamu-tamu yang datang tidak difokuskan untuk duduk di satu ruangan tertentu, tapi menyebar ke ruangan lain. Sebagai contoh, saya pernah melihat ada acara ulang tahun di mana tamu-tamunya duduk di ruang keluarga, ruang tamu, serta di garasi. Dengan adanya mikrofon, maka tamu-tamu Anda bisa mengetahui sampai di mana "perkembangan" acara Anda walaupun ia duduk di ruangan yang jauh dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, biasanya loud speaker yang menempel pada mikrofon bisa juga Anda pakai untuk memutar kaset. Yah, siapa tahu peserta acara Anda butuh musik untuk hiburan guna menemani mereka ketika makan-makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 4: "Pilih makanan yang akan Anda sajikan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa makanan yang akan Anda sajikan? Apakah makanan tersebut harus spesifik dari satu atau dua jenis makanan tertentu? Ataukah Anda akan menyajikan banyak sekali jenis makanan, hingga ­ misalnya ­ mencapai 7 variasi makanan? Perhatikan bahwa ­ bagi tamu Anda - penyajian dari banyak jenis makanan biasanya tidak akan jauh berbeda dengan kalau Anda menyajikan ­ misalnya - 3 variasi makanan saja. Dan alternatif sebanyak 3 variasi makanan bagi sebagian besar orang sudah cukup menimbulkan kesan "banyak". Tidak perlu hingga 7 variasi makanan, 6 atau bahkan 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah 5: "Pilih kue-kue kecil dan minuman yang akan Anda sajikan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau kue-kue, bolehlah Anda sajikan dalam jumlah yang agak banyak. Ini karena kue umumnya akan terus menerus disantap selama pesta, beda dengan makanan yang mungkin hanya akan dimakan dalam jangka waktu 20 menit saja. Nah, bayangkan kalau pesta Anda berlangsung selama 3 jam. Duapuluh menit di antaranya diisi dengan acara makan, sedangkan sisanya akan diisi dengan menyemil kue-kue yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa banyak variasi kue yang sebaiknya Anda sajikan? Tiga atau empat macam variasi kue kecil cukuplah untuk teman ngobrol para tamu. Ada banyak pilihan kue-kue basah yang bentuknya cantik dan lezat, harganya pun cukup murah, terlebih jika Anda mau pergi pagi-pagi ke pasar basah. Bisa lebih murah bila Anda mau berepot-repot membuatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kue-kue, minuman juga dapat dijadikan variasi dalam menjamu tamu. Koktil buah dapat menjadi salah satu alternatif yang terhitung cukup murah bila Anda membuatnya sendiri. Tentunya selain minuman standar, yaitu air putih dan teh atau sirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Bapak, Ibu, mudah-mudahan setelah ini Anda bisa menyusun anggaran pesta ulang tahun dengan lebih bijak. Jangan lupa undang saya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 783/XV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-99738823576747160?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/99738823576747160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=99738823576747160&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/99738823576747160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/99738823576747160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/merencanakan-pesta-ulang-tahun.html' title='Merencanakan Pesta Ulang Tahun'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7505250993157207804</id><published>2008-01-31T22:38:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:42:59.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='games'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Online Pool</title><content type='html'>Calling all pool enthusiasts!  You'd be glad to know that you can now play your favorite game without leaving your home.  No, you don’t have to install a pool table at home. Now, you can even play &lt;a href="http://www.billiardmagic.com/billiard.asp"&gt;online snooker&lt;/a&gt;.  Yes, indeed; whenever you want to &lt;a href="http://www.billiardmagic.com"&gt;play snooker&lt;/a&gt;, billiard or pool online, just visit BilliardMagic. com. You can even participate in &lt;a href="http://www.billiardmagic.com/tournaments.asp"&gt;billiard tournaments&lt;/a&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7505250993157207804?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7505250993157207804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7505250993157207804&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7505250993157207804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7505250993157207804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/online-pool.html' title='Online Pool'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-14077449536844942</id><published>2008-01-31T22:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T22:23:05.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Zenni Optical</title><content type='html'>&lt;img style="width: 126px; height: 63px;" src="http://zennioptical.com/cart/image.php?productid=490" align="left" /&gt;You don't have to drive down to the mall to buy new eyeglasses.  It will take far less time and effort on your part if you buy your eyeglasses online. I have recently made one &lt;a href="http://www.ZenniOptical.com"&gt;Great Discovery: Zenni Optical&lt;/a&gt;. You'll be surprised to know that they carry a line of quality &lt;a href="http://www.ZenniOptical.com"&gt;Zenni Optical $8 Rx Glasses&lt;/a&gt;. I say again, &lt;a href="http://www.ZenniOptical.com"&gt;Best Thing Found: Zenni Optical&lt;/a&gt;.  There's nothing like it anywhere else online.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-14077449536844942?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/14077449536844942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=14077449536844942&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/14077449536844942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/14077449536844942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/zenni-optical.html' title='Zenni Optical'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-2976240211882279250</id><published>2008-01-24T23:54:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T23:56:02.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finance'/><title type='text'>How I Started My Own Business</title><content type='html'>An old colleague of mine told me about Accommodative Financial Solutions and, for that, he has my eternal gratitude.  With the help of this &lt;a href="http://www.AfsLoansOnline.com"&gt;Small Business Loans&lt;/a&gt; consulting company, I have been able to secure a loan from one of their vetted and legitimate lenders that offer &lt;a href="http://www.AfsLoansOnline.com"&gt;Small Business Loans&lt;/a&gt;.  They process &lt;a href="http://www.AfsLoansOnline.com"&gt;Small Business Loans&lt;/a&gt; applications without charging you an application fee, and you'll get results within 24-48 hours!  Check out AfsLoansOnline.com now!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-2976240211882279250?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/2976240211882279250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=2976240211882279250&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2976240211882279250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2976240211882279250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/how-i-started-my-own-business.html' title='How I Started My Own Business'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-85985497350171348</id><published>2008-01-24T23:29:00.000+07:00</published><updated>2008-01-24T23:48:52.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finance'/><title type='text'>Quick and Easy Cash Advance</title><content type='html'>Are your bills due yet you're a few hundred dollars short?  No problem.  Get a payday cash advance or &lt;a href="http://www.personalcashadvance.com/"&gt;personal loans&lt;/a&gt;.  It works much like the way employees of old asked for a "salary advance" from their employers except, this time, you secure the cash advance from a lender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What you need to do is go to the Personalcashadvance.com website, fill up the online payday loan application form, get a call from a loan representative within minutes to get the process going, get approved for your loan and, within 24 hours of approval, get your money deposited to your own checking account.  The whole process is extremely fast and easy and, what's more, you don't have to pay an application fee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So the next time you are in direct need of a payday cash advance, don't fret.  Just go online, visit Personalcashadvance.com, follow the required loan application procedures and, as they say, the rest is history.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-85985497350171348?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/85985497350171348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=85985497350171348&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/85985497350171348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/85985497350171348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/quick-and-easy-cash-advance.html' title='Quick and Easy Cash Advance'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3700646236503905036</id><published>2008-01-23T23:51:00.000+07:00</published><updated>2008-01-23T23:52:21.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='insurance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>The Only Insurance Portal You'll Need</title><content type='html'>When I need all sorts of information about everything under the sun, I surf the web.  When I need all kinds of &lt;a href="http://www.ez-insuranceportal.com/"&gt;insurance&lt;/a&gt; information, I use the very convenient and easy-to-use site, the EZ Insurance Portal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most important feature of the site is the quick quote center.  Using this tool, you can readily get free insurance quotes.  The tool also lets you filter your search by state so you are assured of getting only specifically relevant quotes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are also the articles, trivia and guides about the popular insurance types such as life, health, auto and insurance.  The site, in addition, has an attached insurance blog where you will get answers to the most frequently asked questions and resolution for the most common insurance issues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try EZ-insuranceportal.com now and you'll find it as helpful and useful as I and (after I have told them about it) my relatives, co-workers and friends do.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3700646236503905036?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3700646236503905036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3700646236503905036&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3700646236503905036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3700646236503905036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/only-insurance-portal-youll-need.html' title='The Only Insurance Portal You&apos;ll Need'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7349209042669553356</id><published>2008-01-15T21:15:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T21:27:24.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Your Instant Money Options</title><content type='html'>What do you do when you need money now and your paycheck is still days (or worse, weeks) away? The best course of action when you need instant cash is to get a &lt;a href="http://www.perfectcashadvance.com/"&gt;payday advance&lt;/a&gt; loan. This way, your loan does not strain any of your personal relationships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cash advance loan is a very fast and convenient way that matures on your next pay date. It is faster than getting one in person because of it not requires credit officers to check on your credit standing and history. So that the application process and approval become very fast and you can get the cash you need very easy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getting money with PerfectCashAdvance.com is the ideal react for immediate monetary emergency. Perfect Cash Advance is will help you get the cash you need. They claim that they are known for their super fast application process and easy approval since we don’t check your credit or ask you to fax anything.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are not concerned or interested to apply cash advance loan, you may attracted to make side income with &lt;a href="http://www.paydayloanaffiliate.com/"&gt;payday loans&lt;/a&gt; affiliate program. The perfectcashadvance.com avails the user to join their payday loans affiliate program. The referring website can get 10 dollars for every loan sanctioned via the link from the website. Thus the bloggers can be able to earn an extra income from the affiliate program of the perfectcashadvance.com. The website provides the cash to the applicants directly to the savings account of the applicant. As they are credited overnight, the user can use the cash at the next morning of the day by which the loan is sanctioned.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visit PerfectCashAdvance.com now to get more details!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7349209042669553356?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7349209042669553356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7349209042669553356&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7349209042669553356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7349209042669553356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/your-instant-money-options.html' title='Your Instant Money Options'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-8945500573274163180</id><published>2008-01-13T22:07:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T22:14:14.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Start Up Financing online</title><content type='html'>When applying for &lt;a href="http://www.ezunsecured.com/"&gt;Start-Up Financing&lt;/a&gt;, ensure that all of your application papers are in order.  In a comparison of the companies that offer unsecured &lt;a href="http://www.ezunsecured.com/"&gt;Start Up Financing&lt;/a&gt; online, I let EZUnsecured.com handle everything for me.  They will look for lenders, prepare your application papers and apply for a &lt;a href="http://www.ezunsecured.com/"&gt;StartUp Financing&lt;/a&gt; loan on your behalf.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-8945500573274163180?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/8945500573274163180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=8945500573274163180&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8945500573274163180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8945500573274163180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/start-up-financing-online.html' title='Start Up Financing online'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7896360735062490255</id><published>2008-01-09T23:15:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T23:16:03.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Magic Holdem Poker Odds Calculator</title><content type='html'>Playing poker can be fun, but as we all know winning is even more fun and the best way to do that is to increase your &lt;a href="http://www.magicholdem.com"&gt;poker odds&lt;/a&gt;.  Well there is a website that you can do that at called www.magicholdem.com.  They have come up with a &lt;a href="http://www.magicholdem.com"&gt;poker calculator&lt;/a&gt; that will increase your odds and let you know what your chances are while you are playing.  It works on all the popular poker websites and you can use their &lt;a href="http://www.magicholdem.com"&gt;holdem calculator&lt;/a&gt; on multiple tables.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7896360735062490255?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7896360735062490255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7896360735062490255&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7896360735062490255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7896360735062490255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2008/01/magic-holdem-poker-odds-calculator.html' title='Magic Holdem Poker Odds Calculator'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-4426247887860917672</id><published>2007-12-28T21:18:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T21:19:59.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Kiat Hemat Liburan Akhir Tahun</title><content type='html'>Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki masa akhir tahun. Saya yakin, banyak sebagian dari Anda yang memutuskan untuk pergi berlibur. Entah itu dua hari saja, lima hari, atau ada juga yang seminggu. Bahkan, ada juga yang memanfaatkannya dengan berlibur hingga dua minggu lamanya. Maklum, namanya juga akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat baterai ponsel yang perlu perlu diisi ulang setiap beberapa hari, begitu pula dengan Anda. Liburan, apabila Anda bisa memanfaatkannya dengan baik, bisa membuat Anda segar ketika Anda harus kembali bekerja sepulang dari liburan. Seperti ponsel yang baru saja dicharge.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, memangnya mudik Hari Raya kemarin itu bukan liburan? Ya, memang kita berhenti bekerja. Namun mudik itu sama saja ibaratnya dengan Anda pergi mengunjungi rumah sanak saudara yang kebetulan berada di luar kota. Pulang dari mudik Anda pasti masih capek kan? Siapa yang tidak capek, coba, melihat penuh sesaknya terminal dan stasiun yang ada di mana-mana. Apalagi bagi Anda yang membawa mobil sendiri. Bagi yang naik kereta � terutama yang melintasi jalur selatan Pulau Jawa - ada juga yang mungkin mengalami tertundanya pemberangkatan kereta. Tentunya ini tak sesuai dengan tujuan liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, akhir tahun biasa dimanfaatkan untuk liburan yang betul-betul liburan.Nah, bagi Anda yang pergi berlibur, dibawah ini ada sejumlah tips hemat yang mudah-mudahan bisa bermanfaat buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaatkan Paket Tur Biro Perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berlibur ke tempat (baca: kota) yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya, ada baiknya kalau Anda memanfaatkan paket tur yang ditawarkan oleh biro perjalanan. Dengan mengikuti paket tur, Anda biasanya akan terhindar dari pemborosan waktu dan biaya yang disebabkan karena ketidaktahuan Anda tentang tempat-tempat wisata yang ada di tempat liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang pergi berlibur, tapi karena tidak tahu obyek-obyek wisata menarik yang ada di tempat tujuannya, mereka jadi tidak tahu harus pergi ke mana sehingga ini otomatis memboroskan waktu, dan � secara tidak langsung � mereka menyia-nyiakan juga uang yang mereka keluarkan untuk tiket perjalanan. Sedangkan dengan mengikuti tur yang daerah tujuannya sudah dirancang, uang Anda justru betul-betul terpakai secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau Anda kebetulan sudah menguasai seluk beluk dari Tempat liburan Anda? Tentu tidak apa-apa kalau Anda memutuskan untuk pergi sendiri tanpa ikut tur. Karena Anda bisa merancang sendiri tempat-tempat mana saja yang akan Anda kunjungi. Jadi, perencanaan tetap penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bawa Roti dan Air Mineral.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda lakukan selama berada di tempat liburan Anda? Hal yang lazim dilakukan adalah dengan menghabiskan satu hari penuh untuk pergi ke sejumlah tempat wisata, kemudian dilanjutkan lagi keesokan harinya dengan mengunjungi tempat wisata yang lain, begitu seterusnya hingga beberapa hari. Terkadang diselingi dengan satu hari untuk beristirihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau Anda pergi mengunjungi tempat-tempat wisata, maka salah satu pengeluaran yang mungkin bisa jadi sangat besar adalah pengeluaran untuk makan. Hati-hati, di sini pengeluarannya bisa jadi sangat besar karena ketika Anda duduk di sebuah restoran, keinginan makan Anda biasanya akan sangat menggebu-gebu. Apalagi bila sebelumnya Anda lelah setelah mengeluarkan energi selama beberapa jam. Karena itu, tak ada salahnya kalau Anda selalu membawa bekal makanan kering, semisal roti, dan air mineral selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roti dan air akan menjaga energi Anda bisa tetap baik untuk bisa berjalan-jalan selama beberapa jam. Dan ketika Anda duduk di sebuah restoran, biasanya nafsu makan Anda tidak akan menjadi terlalu besar lagi karena Anda toh sebelumnya sudah mengisi perut Anda dengan roti dan air tersebut. Ujung-ujungnya, Anda jadi lebih hemat kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sewa Mobil kalau Anda Mampu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda pergi berlibur tanpa paket tur, apalagi kalau liburan itu dilakukan ramai-ramai, tak ada salahnya Anda menyewa mobil di kota tempat Anda berlibur. Apalagi, mobil biasanya akan sangat membantu kalau Anda memang belum pernah dan tidak tahu rute dari tempat-tempat wisata yang akan Anda datangi, karena dengan mobil, Anda bisa jauh lebih menghemat biaya kalaupun Anda nyasar dalam mencari tempat-tempat wisata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau liburan Anda dilakukan ramai-ramai dengan teman misalnya, Anda bisa mengajak mereka untuk patungan dalam menyewa mobil, sehingga jatuh-jatuhnya masing-masing dari Anda bisa membayar jauh lebih murah lagi, kan, dalam urusan transpor selama di tempat liburan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayar dengan kartu kalau tempat belanja Anda menerima kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebisa mungkin, bayar transaksi Anda dengan kartu, entah itu Kartu Debet atau � kalau memang tidak bisa dengan Kartu Debet � Kartu Kredit. Ini karena dengan membayar menggunakan kartu, maka Anda akan menghemat penggunaan uang tunai Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua transaksi Anda dibayar dengan tunai, Anda akan sering kehabisan uang tunai sehingga Anda harus bolak-balik pergi ke ATM. Padahal, Anda kan tidak berada di kota Anda sehingga Anda mungkin tidak tahu di mana lokasi-lokasi ATM bank Anda berada. Jangan sampai terjadi Anda kehabisan uang tunai dan Anda kebingungan mencari ATM, padahal uang tunai tersebut mungkin saja memang sedang Anda butuhkan untuk membayar transaksi yang tidak bisa Anda bayar dengan kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda berpikir: gampang, bawa saja uang tunai banyak-banyak. Gampang, memang. Tapi risikonya sudah tentu amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berlibur dengan hemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 774/XV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-4426247887860917672?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/4426247887860917672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=4426247887860917672&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4426247887860917672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4426247887860917672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/kiat-hemat-liburan-akhir-tahun.html' title='Kiat Hemat Liburan Akhir Tahun'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-5282475361006197942</id><published>2007-12-28T21:16:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T22:26:13.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Bijak Menyikapi Banjir Diskon</title><content type='html'>Bulan Ramadhan sudah berjalan sekian lama. Mudah-mudahan Anda yang menunaikan ibadah puasa masih bertahan. Maklum, ada juga yang punya kebiasaan bersemangat pada saat-saat awal, tapi selanjutnya semangat itu menurun. Contohnya lihat saja di masjid saat salat Tarawih. Minggu pertama puasa, biasanya penuh orang. Tapi memasuki minggu-minggu selanjutnya, jumlahnya mulai berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, untuk semangat belanja justru kebalikannya yang terjadi. Pada minggu-minggu pertama puasa, biasanya semangat belanja masyarakat kita masih rendah. Tapi memasuki minggu kedua dan ketiga, semangat belanja terus meningkat. Dan pada minggu keempat, wah... jangan ditanya, yang namanya mal pasti penuh.&lt;font class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pembelanjaan cenderung meningkat ketika bulan puasa berakhir? Ada dua hal yang menyebabkannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Karena waktu sudah mendekati Hari Raya&lt;br /&gt;  2. Gencarnya diskon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, Hari Raya mungkin menjadi alasan kenapa pembelanjaan meningkat. Tapi coba perhatikan, sebetulnya belanja apa saja yang memang berhubungan dengan datangnya Hari Raya? Belanja makanan dan kue jelas dibutuhkan karena ketika Hari Raya, banyak keluarga saling berkunjung untuk melakukan silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kain? Itu juga berhubungan, karena ketika melakukan silaturahmi, orang banyak yang menggunakan kesempatan itu untuk menggunakan baju-baju dengan kain dan desain yang apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUSANA DAN MAKE UP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pembelian barang elektronik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi bapak-bapak, datangnya Hari Raya sering dijadikan alasan untuk membeli barang-barang elektronik baru seperti teve, kulkas, atau radio tape. Padahal, pembelian barang elektronik jelas tidak ada hubungannya dengan datangnya Hari Raya. Yah, beberapa mungkin ada yang beralasan: "Kan malu sama tamu kalau barang-barang elektronik di rumah jelek..." Kata siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain barang elektronik, belanja lain yang sering dihubungkan dengan Hari Raya adalah belanja mainan anak-anak. Alasannya sih, karena mainan anak-anak bisa dijadikan hadiah Lebaran. Kalau belinya pas dengan jumlah anak, mungkin masih oke. Cuma kalau sampai beli banyak-banyak, tentunya tidak perlu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Anda para ibu, hati-hati, pembelian make up bisa jadi meningkat juga pada minggu-minggu terakhir bulan puasa. Alasannya sih: "Sebentar lagi kan Hari Raya. Masak, sih, saya harus tampil dengan satu warna make up..." Akhirnya, Anda membeli banyak sekali warna lipstik yang belum tentu Anda butuhkan semuanya. Ujung-ujungnya: boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau diamati lagi, sebenarnya pembelian busana juga bisa menyebabkan Anda terjebak untuk membeli dalam jumlah yang berlebihan. Jadi hati-hati, membeli busana untuk keperluan Hari Raya boleh-boleh saja, tapi cobalah untuk tidak terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGARUH DISKON DAN THR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya belanja Anda di bulan puasa � terutama pembelanjaan yang sifatnya bukan kebutuhan sehari-hari - adalah diskon. Betul, ketika memasuki minggu-minggu kedua dan ketiga, banyak toko busana, mainan, dan barang elektronik justru memasang diskon yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penjual tahu bahwa minggu kedua dan ketiga puasa adalah saat-saat di mana para pekerja sudah mulai mendapatkan THR dalam jumlah yang bervariasi. Nah, untuk menarik minat mereka yang mendapat THR, mulailah para penjual memasang diskon untuk barang-barang yang ada di tokonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja Anda datang ke mal di kota Anda pada minggu kedua, ketiga dan keempat pada bulan puasa. Anda masuk ke Toko A, ada diskon. Masuk ke Toko B, juga ada diskon. Masuk ke Toko C, diskon juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, apa yang Anda lakukan kalau Anda baru saja dapat THR dan melihat tawaran diskon di toko-toko? Besar kemungkinan Anda akan tertarik untuk membeli. Toh Anda punya banyak uang kan? Bahkan barang yang belum tentu Anda butuhkan pasti dibeli juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika bulan puasa datang, jangan tingkatkan pembelanjaan Anda hanya karena toko memberikan banyak sekali diskon. Yang lebih bijak, coba tingkatkan sekaligus prioritaskan belanja Anda pada barang-barang yang memang berhubungan langsung dengan Hari Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, kalau pembelian barang elektronik dirasa tidak berhubungan langsung dengan Hari Raya, ya, jangan dulu membelinya kendati toko memberikan diskon besar. Pembelian make up juga sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Lebih baik Anda utamakan pembelian make up yang dirasa perlu digunakan ketika Hari Raya, dan jangan terpancing pada potongan harga khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk busana, dahulukan busana yang memang akan Anda pakai ketika Hari Raya. Cara berpikir, "Ah, mumpung ada diskon..." sebaiknya jangan dibiasakan. Nafsu membeli busana dengan gila-gilaan pada akhirnya bisa mendatangkan penyesalan. Karena bisa jadi, apa yang Anda beli ternyata hanya bisa dipakai sekali saja, atau bahkan tak sempat terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, jangan berbelanja semata karena toko Anda memberikan diskon, tapi prioritaskan pada barang yang memang diperlukan untuk Hari Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-style: italic;" size="1"&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 769/XV&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-5282475361006197942?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/5282475361006197942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=5282475361006197942&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5282475361006197942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5282475361006197942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/bijak-menyikapi-banjir-diskon.html' title='Bijak Menyikapi Banjir Diskon'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-8610601148139403126</id><published>2007-12-28T21:14:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T23:17:46.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Mengatur Anggaran di Bulan Puasa</title><content type='html'>Akhirnya tiba juga bulan Ramadhan yang sudah lama ditunggu-tunggu. Bagi Anda yang menunaikan ibadah puasa, irama kehidupan sudah tentu mengalami perubahan. Misalnya saja, kalau Anda sering makan keluar, hal itu mungkin berkurang. Namun di sisi lain, Anda mungkin meningkatkan frekuensi jalan-jalan ke mal (dengan alasan menunggu buka, begitu kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau gaya hidup berubah, otomatis jumlah pengeluaran juga akan berubah. Seberapa besar? Mari kita simak bersama-sama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, ketika bulan puasa, saat-saat yang paling "memberatkan" adalah menjelang buka. Kalau Anda wanita karier dan bekerja di kantor, biasanya ada tiga pilihan tindakan: meneruskan pekerjaan di kantor (kalau memang ada), pulang ke rumah dan menyiapkan hidangan buka puasa, atau jalan-jalan. Mal umumnya menjadi tempat menunggu buka paling favorit. Di sinilah Anda punya sekian waktu di tempat yang banyak godaan untuk membeli sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ibu rumah tangga, mungkin mal bukan pilihan utama untuk ngabuburit. Karena bisa jadi Anda mungkin sedang sibuk menyiapkan hidangan buka puasa. Tapi bukan berarti tidak ada ibu rumah tangga yang ke pertokoan, lho. Karena tak sedikit pula yang bersama keluarganya pergi bersama ke mal untuk berbuka di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UTAMAKAN YANG PERLU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat ngabuburit di mal, pertanyaannya sederhana: toko mana yang biasanya Anda datangi pertama kali? Umumnya toko busana dan aksesori. Betul kan? Itu sebabnya, selama bulan puasa, pembelian baju dan aksesori di mal-mal bisa meningkat sampai 2 - 3 kali lipat dibanding bulan-bulan biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, memangnya enggak boleh? Tentu saja boleh. Untuk itu, saya akan berikan beberapa tips bagi Anda agar tetap dapat mengontrol pengeluaran Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Bedakan antara "butuh" dan "ingin". Ketika Anda melihat baju bagus di toko dan Anda tertarik untuk membeli, coba tanya kepada diri Anda sendiri, apakah Anda betul-betul memerlukannya? Kalau ya, beli saja. Tapi kalau tidak, ya, mungkin saja dalam hal ini Anda cuma "lapar mata". Karenanya, dulukan membeli barang-barang yang diperlukan. Baru kemudian, bila memang ada sisa uang, silakan membeli barang-barang yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Kalaupun Anda perlu membeli busana dan aksesori, sebaiknya fokuskan pada busana dan aksesori yang memang Anda perlukan dalam waktu dekat. Misalnya, busana dan aksesori yang akan Anda pakai saat Hari Raya. Kalau untuk keperluan tahun depan, toh bisa nanti saja, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURANGI JUMLAH MENU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan makanan? Banyak orang mengira bahwa ketika bulan puasa, pembelian bahan makanan jadi berkurang. Kenyataan nya tidak. Karena jumlah makanan yang diperlukan sebetulnya sama dengan hari biasa. Hanya waktu makannya yang beda. Malah, saat bulan puasa, ada dorongan untuk menambah menu, terutama saat berbuka. Umumnya keluarga di Indonesia menyiapkan menu buka puasa dengan dua atau tiga macam menu. Contoh, kolak pisang, bubur sumsum, dan es blewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu disadari, memasuki bulan puasa, harga-harga bahan makanan umumnya mulai merambat naik (sekarang saja sudah terjadi). Kesimpulannya, pengeluaran rupiah untuk pembelian bahan makanan selama bulan puasa tidak berkurang. Malah mungkin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kalau uangnya ada sih tidak apa-apa. Tapi bagaimana kalau dana Anda terbatas? Bagaimana mengatur anggarannya? Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Sajikan menu yang lebih sedikit ketika berbuka puasa. Memang, itu tergantung dari jumlah anggota keluarga Anda. Tapi daripada Anda menyajikan 3 atau 4 menu yang berbeda ketika berbuka, kenapa Anda tidak menyajikan 1 atau 2 menu saja? Toh untuk berbuka tidak harus makan sekenyang-kenyangnya. Masih ada waktu saat makan malam. Mungkin Anda bisa menyajikan kolak pisang pada saat berbuka puasa hari ini, bubur sumsum untuk esok, dan es blewah untuk lusa. Lebih hemat daripada ketiganya dikeluarkan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Ketika membeli bahan makanan, usahakan untuk tetap mengedepankan semua unsur empat sehat lima sempurna. Dengan demikian, uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan makanan jadi lebih bermanfaat karena mengandung semua unsur gizi yang diperlukan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Untuk menyiasati harga-harga yang naik, cobalah mencari tempat-tempat yang punya harga lebih murah. Umumnya bisa Anda temukan di tempat-tempat belanja grosir. Toh pada bulan puasa Anda pasti lebih cenderung membeli barang kebutuhan rumah tangga dalam jumlah banyak. Jadi, sekalian saja berbelanja untuk banyak kebutuhan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 767/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-8610601148139403126?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/8610601148139403126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=8610601148139403126&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8610601148139403126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8610601148139403126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/mengatur-anggaran-di-bulan-puasa.html' title='Mengatur Anggaran di Bulan Puasa'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-5596347244197669698</id><published>2007-12-28T21:12:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T21:14:12.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Membawa Uang Tunai saat Mudik</title><content type='html'>Hari Raya Idul Fitri biasanya dimanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman. Tidak semuanya, memang. Saya misalnya, meski orang tua saya berasal dari Sulawesi Utara dan Jawa Timur, tidak menganggap kedua propinsi tersebut merupakan kampung halaman. Sebab, saya lahir dan besar di Jakarta. Akibatnya, ketika Lebaran datang, saya cenderung tidak ke mana-mana, hingga saya bisa menikmati sepinya Ibu Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi sebagian orang yang masih punya keluarga di luar kota tempat mereka bekerja sekarang, mudik menjadi semacam keharusan. Tidak peduli sepenuh apa pun penumpang bus, kereta atau pesawat, tidak peduli semacet apa pun jalur pantai utara Jawa, mudik tetap dilakoni.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita suka maupun duka selama mudik. Sukanya kalau perjalanan lancar tidak ada macet. Duka-nya, biasanya tidak jauh dari masalah kecelakaan di jalan atau kehilangan/kecurian uang tunai di jalan. Ngomong-ngomong tentang uang, tidak bisa dipungkiri bahwa membawa uang tunai ketika mudik tidak dapat dihindari. Tanpa uang tunai, pemudik biasanya akan kesulitan melakukan berbagai transaksi selama perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah sejumlah tips yang mungkin berguna bagi Anda yang ingin membawa uang tunai dalam perjalanan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Hitung Kebutuhan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pertama-tama, tidak ada salahnya bila Anda hitung cermat kebutuhan uang tunai selama mudik. Mulai dari perjalanan Anda ke kampung halaman, selama di kampung halaman, dan ketika kembali ke kota asal. Tidak sulit menghitungnya, yang pasti, Anda memerlukan biaya transportasi dan biaya makan. Tentu saja, kebutuhan uang tunai bagi Anda yang bepergian dengan bus akan sedikit berbeda bila Anda menggunakan kereta api atau pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selama mudik, Anda biasanya juga harus keluar uang untuk makan. Tentu saja ini bisa sedikit berbeda kalau transportasi Anda menggunakan pesawat, di mana makanan sudah termasuk harga tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tapi bagi Anda yang menggunakan bus atau kereta, terkadang Anda harus membayar untuk bisa makan. Tidak usah menghitung sampai detail sekali memang. Anda toh bisa mengira-ngira saja berapa kebutuhan uang tunai yang Anda perlukan untuk membayar biaya makan Anda selama mudik pulang pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagaimana dengan di kampung halaman Anda sendiri? Ketika di kampung halaman, kebutuhan uang tunai Anda mungkin berkisar kepada berapa jumlah uang yang akan Anda berikan kepada sanak famili. Rencanakan, siapa saja yang akan Anda beri, beserta jumlahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Putuskan berapa uang tunai yang perlu Anda bawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak semua kebutuhan uang tunai Anda harus dibawa dalam bentuk fisik. Mengingat keamanan dan kepraktisan, tidak ada salahnya kalau uang tunai yang Anda bawa sesuai dengan jumlah yang memang harus Anda bayar saja selama mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalau di kota kampung halaman Anda terdapat mesin ATM, Anda bisa mengambil kebutuhan uang tunai Anda dari mesin ATM di sana. Tentu, kemungkinan rusaknya mesin ATM di kota kelahiran Anda harus tetap Anda antisipasi. Itulah gunanya kalau Anda punya beberapa rekening tabungan, sehingga kalau mesin ATM satu bank rusak, Anda bisa memanfaatkan mesin ATM bank lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Alternatif lain yang bisa Anda gunakan adalah membawa cek perjalanan. Cek perjalanan adalah sebuah surat berharga yang bisa Anda tukarkan dengan uang tunai di bank atau agen yang ditunjuk di kota kampung halaman Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cara mendapatkannya mudah. Saat ini ada beberapa bank yang menjual cek perjalanan. Anda bisa datang ke bank tersebut dan menukarkan sejumlah uang tunai yang Anda miliki dengan satu atau beberapa lembar cek perjalanan. Selama mudik, cek itu saja yang Anda bawa, bukan uang tunai. Di kampung halaman Anda, Anda tinggal menukar kembali cek yang Anda bawa pada bank atau agen yang ditunjuk. Maka Anda bisa mendapatkan uang tunai Anda. Tentu saja Anda harus yakin dulu bahwa di kampung halaman Anda memang terdapat cabang bank tempat Anda bisa menukar cek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cek perjalanan akan mengurangi besarnya risiko kehilangan uang tunai yang Anda bawa. Bila Anda membawa uang tunai, maka ada kemungkinan uang tunai Anda bisa hilang, entah tercuri atau sebab lainnya. Tapi bila cek perjalanan hilang, maka orang yang mendapatkan cek tersebut tidak bisa mencairkannya. Sebab, hanya orang yang namanya sesuai dengan nama di dalam cek itulah yang berhak mencairkannya. Dalam hal ini, tentu saja Anda-lah yang berhak mencairkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja saran-saran dari saya. Selamat mudik dan senantiasa waspada di jalan. Semoga perjalanan Anda menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oleh : Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 720/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-5596347244197669698?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/5596347244197669698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=5596347244197669698&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5596347244197669698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5596347244197669698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/membawa-uang-tunai-saat-mudik.html' title='Membawa Uang Tunai saat Mudik'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6054707947580672732</id><published>2007-12-28T16:15:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T16:23:04.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Backgammon Online</title><content type='html'>A great site to check out to play &lt;a href="http://www.gammon-fortune.com"&gt;backgammon online&lt;/a&gt; is www.gammon-fortune.com.  Their site is easy to use and navigate through and they offer a free site and download to start playing &lt;a href="http://www.gammon-fortune.com"&gt;online backgammon&lt;/a&gt;.  There are also tournaments you can get involved in without having to spend a lot of money, but you could win a nice chunk of change while you &lt;a href="http://www.gammon-fortune.com"&gt;play backgammon&lt;/a&gt; on their site.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6054707947580672732?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6054707947580672732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6054707947580672732&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6054707947580672732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6054707947580672732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/backgammon-online.html' title='Backgammon Online'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-200392511373745986</id><published>2007-12-12T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T13:59:02.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Bad Credit Offers</title><content type='html'>Many times when we have bad credit we take what is handed to use since we do not think we can get anything better.  However, go to www.badcreditoffers.com and see what they can do for you.  With &lt;a href="http://www.badcreditoffers.com/"&gt;bad credit loans&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.badcreditoffers.com/creditcards/"&gt;credit cards&lt;/a&gt;, and repair services available to you, you are bound to find exactly what you are looking for.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-200392511373745986?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/200392511373745986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=200392511373745986&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/200392511373745986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/200392511373745986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/bad-credit-offers.html' title='Bad Credit Offers'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-5636630867321818682</id><published>2007-12-10T21:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T21:41:22.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Drug Rehabilitation</title><content type='html'>Whether you are addicted to soft drugs, hard drugs, tobacco, alcohol, or even gambling, the signs that indicate a need for addiction treatment are the same. The most dangerous stage is denial. Addicts deny that there is a problem, lying to family members, friends, colleagues, and worst of all, themselves. They believe that the problem is not really an issue, that they can stop at any time, whenever they choose. They just don’t choose now. In this case, addicts can completely justify why they are taking the drugs and believe that they are still in control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When people become addicted to a substance, most of the time they will not want to admit it. Possibly they feel ashamed, a failure, or embarrassed and don’t wish to share these feelings with anyone else. However, sometimes, they just can’t see that the person they are whilst under the influence of the drugs or alcohol is a completely different person from the one who has given up completely! They are oblivious to their erratic behavior and the detrimental effect they have on the people around them, family especially.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It seems that many people are under the impression that &lt;a href="http://www.1800nodrugs.com/drug-rehab"&gt;drug rehab&lt;/a&gt; has a magical answer with a &lt;a href="http://www.1800nodrugs.com/2007/11/15/what-to-expect-during-addiction-rehab-2/"&gt;drug treatment&lt;/a&gt; to solve any habit. It’s not widely circulated the pain a person goes through - particularly if it’s a chemical addiction i.e. something on which their body has become dependant – in order to be free of their addiction. You hardly ever hear about the stars saying, “It was tough” or “I thought it would never end”. All you see is them shrugging their shoulders to the effect of “Well, things got a bit out of control. I suppose that was the next step.” Rarely do celebrities admit themselves into rehab centers. Most of them commit a crime such as driving under the influence of alcohol, excessive speeding, or injuring another person, and only then when a judge sentences them and orders them to do time do they consider &lt;a href="http://www.1800nodrugs.com/2007/11/07/the-physical-effects-of-alcohol/"&gt;alcohol rehab&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It appears that life in the fast lane of movies and music is not as wonderful as we think, if rich, famous, and good looking people, going out with (or married to) other gorgeous people still need drugs and alcohol to make things seem better!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-5636630867321818682?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/5636630867321818682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=5636630867321818682&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5636630867321818682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5636630867321818682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/drug-rehabilitation.html' title='Drug Rehabilitation'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7056977171942886930</id><published>2007-12-10T13:21:00.001+07:00</published><updated>2007-12-10T13:24:00.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Free Reservation</title><content type='html'>Want to go to Rome, but not sure where to go or how to get there?  Have you been to Rome already and want to try something a little different this time?  Then definitely check out www.freereservation.com for all your needs concerning Rome and the surrounding area.  Free Reservation has all information related to Rome available for you and at your fingertips.  If you are looking for a &lt;a href="http://www.freereservation.com/"&gt;Rome accommodation&lt;/a&gt; you check out their section on hotels and bed and breakfasts.  If you need maps, guided tours, or want to find out more about the taxi services available then they have all that ready and available for you.  There are always different deals and specials on the website and you can compare hotels and prices.  Making sure you are getting exactly what you want at the price you want to pay also.  If you are looking for a &lt;a href="http://www.freereservation.com/"&gt;Rome apartment&lt;/a&gt; instead, they specialize in just that and can find you the apartment rental you want and where you want.  Also, there is the surrounding area that they offer too, such as &lt;a href="http://www.freereservation.com/"&gt;Hotel Venice&lt;/a&gt;, Florence, and Naples.  So, no matter where you are going they can help get you there and make your trip go smoothly and efficiently.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7056977171942886930?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7056977171942886930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7056977171942886930&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7056977171942886930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7056977171942886930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/free-reservation.html' title='Free Reservation'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1657912042180341009</id><published>2007-12-03T13:12:00.000+07:00</published><updated>2007-12-03T14:07:46.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Horee, dapat THR..!!!</title><content type='html'>Sudah mendapat THR? Syukur. Selain bonus, THR bisa dipastikan menjadi salah satu penghasilan tambahan yang ditunggu oleh Anda yang berstatus pegawai. Bila Anda atau suami Anda mendapat THR, maka artikel ini mungkin berguna buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Ayu bersorak gembira. Wanita muda berusia 31 tahun ini senang ketika mendengar suaminya menelepon dan mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). Suaminya bekerja di sebuah perusahaan kargo, dan tahun ini perusahaan akan memberikan THR yang besarnya sampai beberapa bulan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Ayu sendiri tidak bekerja. Dia ibu rumah tangga yang punya satu anak yang masih berumur dua tahun. Ketika harga-harga naik seperti ini, apalagi menjelang Lebaran, pemberian THR itu ibarat seperti setetes air di padang pasir. Memang sih, tahun lalu suaminya juga dapat THR. Tahun sebelumnya juga dapat walaupun waktu itu negara ini masih mengalami krisis berat. Tapi pemberian THR yang hanya dilakukan sekali setahun itu tetap saja membuat Jeng Ayu senang bukan kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan THR itu. Selama ini, setiap pulang suaminya selalu memberikan seluruh gajinya pada istrinya. Seluruhnya. Dari situ, barulah Jeng Ayu yang akan mengelola dan mengatur serta menjatah untuk setiap pos-posnya. Jadi, bisa dibayangkan betapa gembiranya Jeng Ayu membayangkan bahwa suaminya akan pulang dengan membawa uang sejumlah beberapa bulan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, THR berarti.... belanja...!!! Pikiran Ayu sekilas kembali ke belakang. Tahun lalu, begitu mendapatkan THR, yang mereka lakukan pertama-tama adalah pergi ke sebuah restoran dan merayakannya. Setelah itu, mereka ke sebuah pertokoan di dekat rumah. Jeng Ayu membeli beberapa busana yang sudah lama ia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya seolah juga tak mau kalah. Ia membeli beberapa busana kerja, sepasang sepatu baru, dan ­ ini yang paling penting ­ ponsel paling gres yang sedang gencar-gencarnya diiklankan di koran dan teve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pertokoan, mereka berbelanja bahan makanan serta kue-kue kering untuk persediaan Lebaran. Esoknya, ketika melihat kembali jumlah uangnya, mereka sadar, jumlah uang THR tinggal setengahnya saja dari yang diterima. Apa yang mereka lakukan selanjutnya adalah dengan menabungkan sisa THR itu di bank. Tapi entah bagaimana, dalam beberapa bulan saja sisa THR itu juga habis tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Ayu mengernyitkan dahinya sekarang. Sudah jelas, ia tak mau hal itu terulang lagi tahun ini. Sudah saatnya menetapkan tekad. Apa yang akan ia lakukan sekarang adalah mencoba mengurangi belanja dan memperbanyak tabungan. Ia tak mau THR itu habis secepat kilat seperti pengalaman mereka tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tahun ini THR suaminya akan lebih banyak dibanding tahun lalu. Bukankah seharusnya mereka bisa lebih leluasa lagi berbelanja dan tidak usah lagi takut bakal kehabisan THR? Oo... tidak, Pembaca. Berapa pun besarnya THR Anda, bukan jaminan tidak akan habis. Bila Anda tidak menabung di depan, bila Anda selalu membeli barang apa pun di depan Anda, bila Anda selalu lapar mata, dan bila Anda selalu meneruskan kebiasaan membeli barang-barang yang tidak Anda butuhkan, siap-siap saja berpisah dari THR Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, apa yang akan Anda lakukan bila Anda tidak mendapatkan THR tahun ini? Hidup Anda berjalan seperti biasa kan? Anda harus tetap berbelanja bahan makanan sehari-hari, tetap membeli kebutuhan rumah tangga setiap bulannya, dan tetap membayar listrik, air dan telepon. Jadi, kenapa harus menaikkan standar hidup Anda hanya gara-gara Anda dapat THR yang datangnya cuma sekali setahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena ada Lebaran sehingga Anda jadi berbelanja gila-gilaan? Saya beri tahu Anda: belanja Lebaran yang normal, umumnya hanya akan menaikkan pengeluaran keluarga sekitar 1,5 kali hingga maksimal 2,5 kali pengeluaran biasanya. Ya, 1,5 hingga 2,5 kali. Bukan 5 kali. Ini berarti, sah-sah saja Anda membelanjakan THR untuk keperluan Lebaran. Tapi bukan berarti Anda harus menaikkan jumlah pengeluaran sampai 5 kali dari yang biasa Anda lakukan tiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap biasa sajalah. Kalau Anda punya hutang misalnya, kenapa tidak manfaatkan saja THR itu untuk melunasi hutang-hutang Anda, terutama hutang yang membebankan bunga besar? Seorang klien saya misalnya, dia memiliki hutang kartu kredit yang lumayan besar. Tapi, begitu saya tahu bahwa dia akan mendapatkan THR, maka alih-alih membelanjakannya tahun-tahun sebelumnya saya sarankan dia melunasi hutang-hutangnya yang akan makin berbunga bila tidak dilunasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara demikian, dia telah memanfaatkan THR itu untuk mencegahnya membayar bunga hutang di masa mendatang, bukan malah membuatnya makin terjebak ke dalam hutang kartu kredit dan membeli barang-barang yang belum tentu ia butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sejumlah tips penggunaan THR. Siapa tahu berguna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Gunakan Uang THR itu untuk melunasi hutang Anda lebih dulu.&lt;/span&gt; Dengan demikian, Anda akan terhindar dari kewajiban membayar bunga hutang yang bisa makin berlipat dalam tahun-tahun mendatang. Dalam melunasi hutang, prioritaskan pembayaran hutang Anda kepada hutang yang membebankan bunga paling besar, barulah setelah itu ke hutang yang bunganya lebih kecil. Beberapa orang merasa sayang bila menggunakan THR-nya untuk membayar hutang. Dibanding menggunakannya untuk membayar hutang, mereka lebih suka menginvestasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kalau hasilnya bisa lebih besar daripada bunga hutangnya, ya enggak apa-apa. Tapi kebanyakan tidak seperti itu. Jadi, prioritaskan saja THR Anda untuk membayar hutang-hutang lebih dulu. Bagi banyak orang, menggunakan THR untuk membayar hutang disebut "sayang". Bagi saya, itu disebut "bijak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Ambil sebagian untuk ditabung.&lt;/span&gt; Makin besar bagian THR yang Anda tabung makin baik. Saya sudah mengatakan berulang kali pada Anda untuk membiasakan menabung, tapi saya tahu tidak semua melakukannya. Sekarang, sudah saatnya Anda menabungkan segala uang yang masuk kepada Anda, termasuk THR. Fokuskan diri Anda untuk membeli produk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Masukkan uang itu ke tabungan di bank, buka deposito, belikan emas, masukkan ke reksadana, apa pun itu. Tabung, tabung, tabung. Datangnya THR seharusnya bisa membuat Anda menabung, bukan malah membelanjakan dan menghabiskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Gunakan sisanya untuk membeli kebutuhan Hari Raya Anda.&lt;/span&gt; Ya, sebentar lagi Lebaran, jadi pasti ada banyak orang yang berkunjung ke rumah Anda. Siapkan makanan, siapkan kue suguhan. Siapkan "angpau-angpau" kecil kalau memang dibutuhkan. Tapi ingat, jangan berlebihan. Batasi pengeluaran lebaran Anda sampai sekitar 1,5 hingga 2,5 kali pengeluaran bulanan Anda. Lebih dari itu tidak saya sarankan, kecuali kalau Anda memang mau mengadakan acara kumpul-kumpul makan bersama di rumah Anda. Tapi kalau THR Anda tidak mencukupi, jangan memaksakan diri. Lebaran toh masih akan datang tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 719/XIV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1657912042180341009?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1657912042180341009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1657912042180341009&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1657912042180341009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1657912042180341009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/12/horee-dapat-thr.html' title='Horee, dapat THR..!!!'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3626621000908202030</id><published>2007-11-25T00:20:00.000+07:00</published><updated>2007-11-25T00:24:05.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>BERBELANJA MAKANAN DAN KUE SUGUHAN</title><content type='html'>Orang-orang di Indonesia punya kebiasaan yang baik ketika hari raya. Bagi umat muslim, adanya hari raya biasanya ditandai dengan kegiatan saling mengunjungi. Kegiatan kunjungan yang biasanya dilakukan pertama-tama adalah dengan mengunjungi orang tua (bila si anak tidak lagi tinggal satu rumah dengan si orang tua), sanak saudara, barulah diakhiri dengan saling mengunjungi teman, baik teman pribadi maupun relasi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan saling mengunjungi ini biasa disebut silaturahmi. Dalam prakteknya, seringkali silaturahmi ini lalu disambung dengan kegiatan ngobrol, baik yang sifatnya basa-basi maupun serius, atau yang sifatnya sekadar cerita-cerita masa lalu saja. Akibatnya bisa ditebak, silaturahmi yang tadinya diperkirakan cuma berlangsung setengah jam, seringkali bisa berlangsung sampai beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, lamanya waktu silaturahmi itu terkadang membuat si empunya rumah tidak enak kalau tidak mempersiapkan makanan dan kue suguhan untuk para tamu yang datang. Apalagi kalau yang datang itu sampai beberapa keluarga sekaligus. Memang, menyediakan makanan dan kue suguhan bukan merupakan suatu keharusan. Akan tetapi bagi masyarakat kita, hal itu lebih kepada suatu kebiasaan bahwa siapa pun tamu yang datang memang harus disambut dengan baik, termasuk dengan menyediakan makanan dan kue suguhan yang jumlahnya dianggap mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bila Anda ikut merayakan Lebaran, dan perkirakan ada sejumlah orang atau keluarga yang akan datang bersilaturahmi ke rumah Anda, tidak bisa tidak ini berarti Anda harus ikut menyiapkan uang ekstra untuk berbelanja makanan dan kue suguhan untuk menyambut para tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar uang Anda betul-betul dapat dibelanjakan secara efektif untuk makanan dan kue suguhan bagi mereka yang akan datang bersilaturahmi, mungkin tidak ada salahnya bila Anda mengikuti sejumlah tips berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkirakan lebih dahulu berapa orang atau keluarga yang akan berkunjung ke rumah Anda untuk bersilaturahmi. Ini memang tidak selalu mudah untuk dilakukan, mengingat jumlah orang yang akan datang bisa saja berbeda dan di luar perkiraan. Namun demikian, Anda bisa menggunakan perkiraan dari mereka yang pernah datang satu atau dua tahun sebelumnya, karena biasanya jumlahnya tidak akan berbeda jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa bahwa lingkungan pergaulan dan pekerjaan Anda biasanya juga ikut mempengaruhi jumlah orang/keluarga yang akan bersilaturahmi ke tempat Anda. Semakin luas lingkup sosial dan pergaulan Anda, biasanya akan semakin banyak juga orang yang akan berkunjung ke rumah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui perkiraan jumlahnya, sediakan makanan yang jumlahnya sesuai dengan jumlah orang yang sudah Anda perkirakan tersebut. Bila Anda menyediakan opor ayam dan ketupat, misalnya, buatlah jatah makanan yang jumlahnya kira-kira cukup dengan jumlah orang yang akan datang ke rumah Anda untuk bersilaturahmi. Apakah itu untuk 10 orang, 20, atau bahkan 50 orang. Anda sendiri yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga berlaku untuk kue suguhan. Siapkan kue suguhan yang jatahnya sesuai dengan jumlah orang yang Anda perkirakan akan datang ke rumah Anda. Bila Anda membeli satu stoples kue suguhan, perkirakan untuk berapa orang satu stoples tersebut akan habis, apakah untuk 3, 4, atau 5 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang agak sulit diperkirakan mengingat bisa saja nanti ada satu orang yang sedikit rakus dan bisa memakan jatah untuk 2 orang, misalnya. Tetapi secara kasar ini sebenarnya bisa diperkirakan. Sebagai contoh, kalau satu stoples habis untuk 3 orang, maka kalau ada 20 orang yang datang, Anda bisa menyediakan sekitar 7 stoples kue suguhan. Kalau satu stoples harganya Rp 20 ribu, maka ini berarti Anda harus keluar uang Rp 20 ribu dikali 7. Itulah jumlah uang yang harus Anda belanjakan untuk kue suguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin itu saja hal-hal utama yang perlu Anda perhatikan dalam berbelanja makanan dan kue suguhan untuk Lebaran. Jangan lupa untuk tetap bijak dalam berbelanja. Selamat berlebaran.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 718/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3626621000908202030?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3626621000908202030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3626621000908202030&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3626621000908202030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3626621000908202030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/berbelanja-makanan-dan-kue-suguhan.html' title='BERBELANJA MAKANAN DAN KUE SUGUHAN'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3741210529763755347</id><published>2007-11-24T23:42:00.000+07:00</published><updated>2007-11-25T00:16:48.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Hotel Reservations</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.hotelreservations.com/images/468x60.gif" alt="Hotel Reservations" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When choosing a place to stay on vacation can become troublesome, especially if you do not know the area or have never been to the place where you are taking the trip.  Searching for hotels when you are not even sure which ones are in the vicinity of the parks or attractions you want to see is always frustrating.  Many times the attractions you are going to offer on their website hotels and maybe hotel discounts, however these &lt;a href="http://www.hotelreservations.com/"&gt;resorts&lt;/a&gt; are typically still more expensive than what you can find on your own.  Especially since they are working with the theme park to get people there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not to mention the time spent searching through &lt;a href="http://www.hotelreservations.com/"&gt;hotel discounts&lt;/a&gt; and coupon sites trying to find the best deals for yourself and family.  Then there are also the problems with if you plan to go out of the country and are not sure how to get flights and you definitely do not know which are the best places to stay at or towns to be in.  We have all been through this and it can be frustrating and make you not want to go on vacation at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A particular site that I found that has so much to offer and choose from when it comes to  hotels and they also offer many other valuable services which include cruise bookings, flights, and cars is Hotelreservations.com. They are available in the US and other countries all over the world and the site can be accessed in four other languages, so anyone can get the help and the vacation they want and when they need it. &lt;a href="http://www.hotelreservations.com/"&gt;Hotel Reservations&lt;/a&gt; offers everything from rooms at hotels to renting condos and vacations homes.  They also have entire vacation packages to choose from to save you time and money.  There is also a section that offers family discounts, hot deals that are happening, gambling, and beach rentals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel Reservations is one stop shopping for anyone going on vacation or looking to.  Check them out the next time you need to book rooms or flights or anything else you might need, you will not be disappointed.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3741210529763755347?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3741210529763755347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3741210529763755347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3741210529763755347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3741210529763755347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/hotel-reservations.html' title='Hotel Reservations'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-727088148413804067</id><published>2007-11-20T23:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-21T01:59:27.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>PENJUAL DI SEKELILING KITA</title><content type='html'>Kalau Anda pernah datang ke Candi Borobodur di Magelang, Jawa Tengah, Anda pasti tahu bahwa seorang pengunjung di sana tidak akan bisa lewat tanpa ditawari sesuatu oleh pedagang yang berkeliaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berebut Uang di Candi Borobudur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Agustus 2001, saya berkunjung ke sana bersama seorang teman dan keluarganya dengan membawa mobil. Sejak mobil kami datang menuju ke tempat parkir, sudah ada dua atau tiga pedagang yang berlarian dan mendekati mobil kami. Begitu mobil kami berhenti untuk parkir, pedagang-pedagang tersebut segera mengambil posisi: satu pedagang berdiri di pintu pengemudi di sebelah kanan depan, satu pedagang berdiri di pintu mobil depan sebelah kiri, dan satu pedagang berdiri di pintu belakang kiri. Begitu kami keluar dari mobil, mereka dengan agresif langsung menawarkan barang dagangannya, kebanyakan adalah akse-soris khas Candi Borobudur, topi penahan panas dan baju-baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai menghadapi pedagang-pedagang tersebut, pria yang tadinya memarkirkan mobil kami, juga menawarkan diri untuk mencuci mobil kami. Kami menolaknya. Tetapi orang ini terus membujuk kami. Dia menarik wiper kaca depan mobil sebagai pertanda bahwa dia tetap ingin mencuci mobil. Saya lalu mendorong lagi wiper itu ke tempatnya semula sebagai tanda penolakan. Tetapi orang ini menarik lagi wiper itu. Saya mengembalikan lagi ke tempatnya. Hitung-hitung ada tiga empat kali wiper itu ditarik dan didorong kembali. Anda bisa membayangkan, kami menghadapi tiga pedagang dan satu pria yang menawarkan diri untuk mencuci mobil. Mengenai pria ini, akhirnya dia tidak lagi menarik wiper itu setelah saya menolaknya untuk kesekian kalinya. Berarti beres sudah, mobil kami tidak akan dicucinya, begitu pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu melangkah ke dalam. Saya pikir jumlah pedagang di dalam akan berkurang. Tetapi saya salah, karena di dalam kami bertemu dengan lebih banyak pedagang. Beberapa di antara kami lalu membeli barang-barang yang ditawarkan tersebut. Jumlah pedagang yang menghampiri kami tidak kunjung habis sampai akhirnya kami sampai ke pintu masuk yang mengharuskan pengunjung membayar karcis masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuih, lega. Ketika masuk, pertama kali yang kami hampiri adalah Toilet Umum. Di situ kami harus membayar. Wah, kalau yang satu ini sih sama saja di mana-mana, Toilet Umum memang harus bayar. Begitu keluar dari toilet, saya tertarik melihat sebuah teater kecil yang menawarkan pemutaran film dokumenter tentang Borobudur. Kami harus membayar juga untuk menonton film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menonton film, seorang guide menda-tangi kami dan menawarkan sebuah buku tentang Borobudur. Saya menolaknya. Saya katakan bahwa kami lebih butuh guide untuk saat itu. Setelah agak alot tawar menawar, dia akhirnya setuju menjadi guide kami setelah menyebutkan jumlah tarif tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu berjalan kaki ke bangunan Candi Borobudur melewati taman. Di sepanjang jalan, beberapa orang fotografer datang menawarkan diri untuk membuatkan foto kami. Setelah tawar menawar sebentar, kami setuju untuk memakai jasa seorang fotografer. Singkat cerita, kami lalu naik ke Candi Borobudur, membuat foto-foto sambil mendengarkan penjelasan guide kami tentang sejarah keberadaan Candi Borobudur. Karena tertarik akan keterangan yang diberikan si guide, maka setelah kembali dan beristirahat sejenak di bangunan teater, saya memutuskan membeli buku tentang Borobudur yang tadinya ditawarkan oleh si guide. Karena haus, kami juga membeli minuman serta es krim yang dijual di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pintu keluar, pedagang-pedagang di situ kembali menghampiri kami dan lagi-lagi menawarkan barang dagangannya. Kami berjalan terus melewatinya sampai keluar kembali ke arah tempat parkir. Dan, setelah kami sampai kembali ke mobil, kami melihat bahwa ternyata mobil yang kami bawa tadi sudah berada dalam keadaan tercuci bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari pengalaman tersebut? Sederhana sekali: bahwa ke mana pun Anda pergi, ada banyak orang di sekililing Anda yang sedang berusaha memperebutkan uang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Uang Anda Diperebutkan di Mana-Mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan ketika Anda datang ke pertokoan di kota Anda. Perhatikan bahwa toko-toko di situ selalu berusaha tampil dengan penampilan terbaiknya agar Anda tertarik untuk datang. Mereka secara tidak langsung sedang berusaha memperebutkan uang dalam dompet Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Tempat Belanja Kebutuhan Sehari-hari seperti di Supermarket, Hipermarket atau Perkulakan? Sama saja. Ke mana pun Anda berjalan di dalam Supermarket, Hipermarket atau Perkulakan, Anda akan melihat display barang-barang yang dipajang dengan sangat menarik, di mana barang-barang itu seolah sedang 'berteriak-teriak' meminta Anda untuk datang dan mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta ada suatu area yang diberi nama KTS, singkatan dari Kafe Taman Semanggi. KTS merupakan area yang cukup luas di mana di atasnya berdiri sejumlah kafe yang hanya buka pada malam hari. Kafe-kafe ini tampil terbuka atau setengah terbuka dengan makanan dan minuman yang disajikan berbeda pada setiap kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda datang ke sana, Anda akan melihat pelayan-pelayan dari masing-masing kafe berdiri di depan kafenya sambil memegang menu, dan mereka akan menyapa dan mengundang setiap pengunjung yang lewat untuk datang ke kafenya. Jadi kalau Anda berjalan menyusuri barisan dari kafe-kafe itu, Anda tidak akan bisa lewat tanpa tidak disapa oleh setiap pelayan yang ada di depan setiap kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau Anda masuk ke gang-gangnya. Setiap kali Anda berbelok memasuki sebuah gang di dalam KTS, Anda akan banyak menemui pelayan yang akan menyapa Anda. Ini karena ada banyak kafe di hampir setiap gang di sana. Jadi, selama Anda masih berkeliaran di dalam lingkungan KTS, Anda akan terus disapa oleh pelayan yang berdiri di depan setiap kafe. Mereka semua sedang berusaha memperebutkan uang yang ada dalam dompet Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau contoh lain? Coba Anda duduk di depan teve dan menonton acara yang ditayangkan pada jam tayang utama sekitar pukul 19.30 s/d 21.00. Di situ Anda akan melihat banyak sekali iklan yang diputar. Misalnya, iklan susu, iklan mobil, iklan sabun, iklan deterjen, iklan baju, iklan ponsel, dan banyak lagi iklan lain. Mereka sedang berusaha keras untuk membuat Anda agar membeli. Mereka sedang berusaha untuk memperebutkan uang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang 'perebutan uang' ini tampil dalam bentuk yang cukup kreatif. Misalnya, setiap kali Anda membeli barang dengan merek tertentu, Anda punya kesempatan untuk mendapatkan hadiah. Kadang-kadang hadiah itu ada yang bersifat langsung, dan ada juga yang bersifat tidak langsung seperti harus melalui Acara Pengundian terlebih dahulu. Tentu saja produsen barang biasanya sudah menaikkan dulu harga jual barang itu agar mereka bisa memberikan hadiah-hadiah yang mereka janjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa produsen kadang memberikan hadiah uang tunai. Caranya sederhana. Mereka akan mengi-rimkan seorang tokoh (bisa artis atau siapa pun yang nantinya akan dipromosikan di berbagai media, terutama televisi) untuk pergi ke pelosok-pelosok dan mendatangi rumah-rumah. Bila penghuni rumah memiliki produk merek tertentu yang diproduksi oleh si produsen, penghuni rumah akan mendapatkan hadiah uang tunai yang jumlahnya bervariasi. Walaupun kemungkinan didatangi ada-lah satu per seribu, tetapi cara ini kelihatannya terbukti bisa menaikkan penjualan barang yang dihasilkan oleh si produsen. Di sejumlah toko, sering kali saya mendengar ada ibu-ibu yang datang dan mencari produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pegang Erat Dompet Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya, apakah mereka salah? Apakah salah bila ada orang yang datang kepada Anda dan mencoba menjual sesuatu kepada Anda? Apakah salah bila ada orang yang membuka kafe dan mencoba mengundang Anda untuk datang ke kafe mereka? Apakah salah bila televisi memasang iklan yang menawarkan produk-produk kebutuhan rumah tangga kepada Anda? Jawabannya, tentu saja tidak. Tidak ada yang salah dengan usaha penjualan yang dilakukan orang kepada Anda. Ini karena bila tak ada penjualan, maka perekonomian tidak akan berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang ingin saya katakan adalah, tidak semua penawaran harus dituruti. Ini karena banyak orang yang selalu 'menuruti' setiap tawaran penjualan yang datang kepadanya, tanpa memperhitungkan keadaan keuangannya sendiri. Akibatnya jelas, bahwa pengeluaran Anda seringkali bisa habis hanya untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang tidak berguna. Itulah kenapa Anda harus berhati-hati dengan tidak selalu menuruti tawaran penjualan yang ada disekitar Anda. Jadi saran saya untuk Anda, ke mana pun Anda pergi, di mana pun Anda berada, dan apa pun posisi Anda, pegang erat-erat dompet Anda. Karena siapa pun yang ada di sekeliling Anda adalah penjual. Mereka sedang berusaha (dengan berbagai cara yang kadang-kadang cukup kreatif) untuk memperebutkan uang yang ada dalam dompet Anda. Bila Anda tidak hati-hati memegang uang dalam dompet Anda, tidak hati-hati menggunakan Kartu Debet Anda, tidak hati-hati menggunakan Kartu Kredit Anda, dan tidak hati-hati mengatur pengeluaran Anda, uang yang sudah Anda peroleh dengan susah payah selama ini akan habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan uang karena setiap orang di sekililing Anda pada dasarnya adalah penjual yang sedang menjual sesuatu kepada Anda dan berusaha mendapatkan uang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;* (Dikutip dari Bab 1 buku Mengatur Pengeluaran Secara Bijak karya Safir Senduk. Terbit 19 November 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Mengatur Pengeluaran Secara Bijak&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-727088148413804067?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/727088148413804067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=727088148413804067&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/727088148413804067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/727088148413804067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/penjual-di-sekeliling-kita.html' title='PENJUAL DI SEKELILING KITA'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-9147546427451351294</id><published>2007-11-09T23:06:00.000+07:00</published><updated>2007-11-09T23:09:23.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>MENGATASI SIFAT BOROS</title><content type='html'>Suatu hari, ketika saya selesai memberikan seminar tentang Mengatur Pengeluaran Secara Bijak, seorang lelaki muda peserta seminar datang kepada saya dan mengajak saya ngobrol. Setelah berbincang-bincang sebentar, ia bertanya, "Pak Safir, apakah Anda orang yang selalu hemat dalam segala pengeluaran Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum, "Kenapa Anda tanya begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Yah, bukankah dengan melakukan perencanaan keuangan berarti kita harus selalu berhemat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggeleng, "Tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kaget, "Tidak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok, begitu?"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai menjelaskan: "Iya, perencanaan keuangan - bagi saya - bukan berarti kita harus selalu berhemat dalam setiap pengeluaran kita, tapi mengatur agar pengeluaran kita tidak melebihi jumlah yang seharusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O ya? Lha, bukankah itu hemat juga namanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, tidak dong," saya menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hemat adalah suatu usaha untuk menekan pengeluaran kita - kalau bisa - serendah mungkin sehingga jumlah pengeluaran kita lebih sedikit dari yang seharusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, bagus, kan, kalau pengeluaran kita bisa lebih rendah dari yang seharusnya?" tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, jelas bagus. Hanya saja, jangan lupa bahwa dengan menekan pengeluaran kita menjadi lebih rendah dari yang seharusnya, maka mungkin kita harus menekan Standar Biaya Hidup kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus, apakah salah kalau kita memiliki Standar Biaya Hidup yang lebih rendah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak salah dong... Hanya saja banyak orang yang menekan Standar Biaya Hidupnya hanya supaya ia bisa berhemat. Nggak semua sih, tapi kebanyakan begitu. Masalahnya disini adalah apakah Anda merasa tersiksa dengan menekan Standar Biaya Hidup tersebut. Kalau Anda merasa tersiksa, ngapain Anda harus berhemat kalau ternyata Anda harus menyusahkan diri sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, salah kalau berhemat itu ditempuh dengan cara menyusahkan diri sendiri dan membuat kita merasa tersiksa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. Nggak apa-apa kalau mau berhemat, sepanjang itu tidak menyusahkan diri sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menambahkan lagi, "Dan perlu diketahui bahwa mengelola keuangan dengan baik bukan berarti bahwa kita harus selalu berhemat, tetapi mengatur agar pengeluaran kita tidak melebihi dari yang seharusnya. Kalau misalnya pengeluaran Anda untuk membeli baju baru biasanya adalah Rp 250 ribu per bulan, maka bila pengeluaran Anda ternyata jauh lebih rendah dari itu, ini berarti Anda disebut hemat, tidak peduli bagaimanapun cara Anda berhemat. Tapi, bila pengeluaran Anda untuk baju baru tiba-tiba mencapai Rp 400 ribu, maka ini berarti Anda boros."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, bagaimana kalau anggaran seseorang itu sangat terbatas atau kondisi keuangannya sedang ketat?" dia bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itu tidak apa-apa. Karena memang dalam jangka pendek tidak ada jalan lain. Kalau seseorang punya penghasilan yang - menurut ukuran dia - sangat-sangat terbatas, maka jelas dia harus berhemat dengan cara menekan Standar Biaya Hidupnya. Tapi, kalau dalam keadaan yang normal, dalam arti penghasilannya tidak harus besar, tetapi dirasa mencukupi, maka seseorang tidak harus memaksakan diri berhemat, tetapi juga tidak harus boros. Yah, sewajarnya sajalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki muda ini kelihatannya mulai mengerti: "Oke, kembali ke Biaya Busana tadi. Jadi, orang yang per bulannya biasa membeli baju baru senilai total Rp 500.000,- per bulan apakah dia berarti lebih boros daripada orang lain yang pembelian bajunya hanya mencapai Rp 100.000,- per bulan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab saya. "Ini karena setiap orang memiliki standar kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga jelas bahwa orang yang kebutuhan baju barunya mencapai Rp 500 ribu per bulan bukan berarti lebih boros daripada orang yang kebutuhan membeli baju barunya hanya Rp 100 ribu per bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENYEBAB BOROS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, Pak Safir, cukup buat saya. Kita sudah bicara tentang hemat. Sekarang saya mau bertanya tentang boros itu sendiri. Kenapa orang bisa punya sifat boros? Misalnya, kenapa orang yang biasa berbelanja baju seharga Rp 200 ribu per bulan, lalu pada bulan terakhir tiba-tiba bisa menghabiskan dua kali lipatnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boros? Wah, ada banyak penyebabnya kenapa orang bisa punya sifat boros. Tapi, secara praktis saja, ada tiga penyebab kenapa orang bisa punya sifat boros."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Apa saja itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pertama adalah karena orang tidak memiliki batasan untuk dirinya sendiri. Dengan tidak membatasi dirinya sendiri, maka orang merasa bebas untuk mengeluarkan uang berapapun juga. Padahal, persediaan uang seseorang ada batasnya, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul, betul...," laki-laki muda ini mengangguk. "Lalu, apa penyebab yang kedua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang kedua, orang bisa memiliki sifat boros adalah karena orang seringkali lapar mata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, itu dia... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa. "Kenapa? Anda sering lapar mata, ya, kalau datang ke pertokoan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, Pak Safir, nih, bisa aja..." dia kelihatan sedikit malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayo, ngaku... ha..ha..ha..," saya masih tertawa. Tapi, kenalan baru saya ini mengangguk-angguk sambil tertawa-tawa juga. Saya yakin apa yang saya katakan itu dialaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tawa kita reda, saya menambahkan lagi: "Lapar mata tidak harus selalu karena Anda datang ke toko, lho, tetapi lapar mata bisa dimulai ketika Anda melihat sebuah iklan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, karena iklan dibuat untuk mengundang orang agar membeli. Iya, kan? Coba Anda lihat teve, seberapa banyak iklan yang diselipkan di tengah-tengah sebuah acara sinetron misalnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus, apakah iklan itu salah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak salah. Iklan harus dibuat untuk memperkenalkan suatu barang dan agar Anda mengenal barang tersebut. Tapi, yang salah adalah kalau Anda lapar mata hanya karena melihat iklan. Dan semakin sering iklan suatu barang diputar berulang-ulang, bisa jadi semakin besar pula kemungkinannya Anda jadi lapar mata terhadap barang tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Jadi, lapar mata bisa dimulai dari iklan atau langsung ketika melihat barangnya di toko. Lalu, apa penyebab boros yang ketiga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba tebak, apa yang ketiga...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpikir sebentar: "Apa, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dia tidak langsung menjawab, saya menyambung lagi, "Seringkali orang boros dalam mengeluarkan uangnya adalah bukan karena dia lapar mata, tapi karena 'lapar diskon'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah?" dia melongo. "Lapar diskon? Apa lagi itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. Kalau lapar mata itu, seseorang tertarik secara tiba-tiba karena melihat suatu barang, sedangkan lapar diskon adalah sebutan kalau Anda datang melihat suatu barang hanya karena ada pengumuman diskon atas barang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya..., Anda datang ke pertokoan. Di situ ada rak besar yang penuh berisi barang-barang seperti sepatu. Mungkin tidak ada yang menarik dengan sepatu itu. Tapi, karena di atasnya digantung tulisan besar-besar yang mengumumkan kalau sepatu itu didiskon, 50 persen misalnya, maka Anda - mungkin - akan datang ke rak tersebut dan melihat-lihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus, karena sepatu itu didiskon, Anda lalu berpikir, 'boleh juga, nih, kalau saya beli... mumpung diskon'. Padahal, belum tentu sepatu itu Anda butuhkan. Iya, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangguk-angguk lagi. "Iya, ya. Kadang-kadang saya memang begitu. Barang yang belum tentu bagus dan saya butuhkan di toko seringkali saya beli juga karena ada tawaran diskon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi itu dia tiga penyebab boros, (1) Tidak memiliki batas terhadap diri sendiri, (2) Lapar Mata, (3) Lapar Diskon," saya lalu menyeruput minum saya. Laki-laki muda kenalan baru saya ini mengangguk-angguk. Entah apa yang dia pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGATASI SIFAT BOROS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, apakah Anda selalu boros dalam pengeluaran Anda? Bila ya, maka tips dibawah ini mungkin bisa membantu Anda untuk mengatasi sifat boros Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Buat batasan terhadap diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kenapa Anda tidak coba membatasi pengeluaran Anda sendiri dan mencoba mematuhi batas tersebut? Anda bisa coba membuat Anggaran Pengeluaran Keluarga dan mencoba mematuhi anggaran tersebut. Ingatlah bahwa salah satu gunanya membuat anggaran adalah untuk membatasi diri Anda sendiri dalam mengeluarkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebagai contoh, kalau Anda rutin membeli baju baru setiap bulan, katakan Rp 200 ribu per bulan, maka buat anggaran sebesar - katakan - Rp 250 ribu per bulan untuk pembelian baju baru setiap bulan. Mengenai tinggi rendahnya angka anggaran tersebut akan kembali lagi kepada Anda, karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Anda baru disebut boros kalau pengeluaran Anda melebihi dari yang seharusnya, atau melebihi dari batas yang sudah Anda tetapkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan mudah tertarik melihat suatu barang hanya karena barang itu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jangan khawatir, tidak hanya Anda yang suka lapar mata. Terkadang saya sendiri juga sering lapar mata, dan ini manusiawi. Bedanya, ada orang yang bisa mengendalikan lapar mata itu, dan ada yang tidak. Ada banyak barang bagus di toko, tapi ketahuilah, kalau Anda tidak bisa mengendalikan lapar mata Anda, Anda akan terus menerus membeli, padahal uang Anda mungkin terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tidak ada seorangpun yang bisa mengatasi lapar mata Anda, kecuali Anda sendiri. Bukan saya, bukan teman Anda, bukan keluarga Anda, tapi Anda sendiri. Percuma Anda memiliki anggaran kalau Anda masih juga sering lapar mata. Jadi, kendalikan lapar mata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan mudah tertarik melihat suatu barang hanya karena barang itu didiskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tidak peduli berapapun diskonnya, kalau Anda memang tidak membutuhkan barang tersebut, kenapa Anda harus membeli? Suatu transaksi jual beli barang seharusnya terjadi karena adanya kebutuhan, bukan karena adanya diskon, entah berapapun besarnya diskon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Baju yang biasa berharga Rp 100 ribu bukan berarti harus dibeli hanya karena harganya didiskon menjadi Rp 20 ribu, kan? Yang penting di sini adalah, apakah Anda membutuhkan barang tersebut, bukan karena apakah barang itu didiskon atau tidak. Ingatlah bahwa diskon dibuat agar Anda membeli. Betul enggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, semua itu kembali kepada diri Anda. Anda sendirilah yang bisa mencegah sifat boros Anda. Saya tidak bisa mengubah Anda. Hanya Andalah yang bisa mengubah diri Anda. Tetapkan tekad terlebih dulu untuk mengubah sifat boros Anda, karena percuma Anda mencoba menekan sifat boros Anda kalau Anda tidak menetapkan tekad terlebih dulu dalam hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengatasi sifat boros Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 701/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-9147546427451351294?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/9147546427451351294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=9147546427451351294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/9147546427451351294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/9147546427451351294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/mengatasi-sifat-boros.html' title='MENGATASI SIFAT BOROS'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3988157906371962220</id><published>2007-11-04T23:41:00.000+07:00</published><updated>2007-11-04T23:45:08.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Tobi.com - Online Shopping Boutique</title><content type='html'>Having personalized service when shopping online can make all the difference with what you buy and if you ever return to a particular site again.  At Tobi.com they have just that.  There are live chat operators that give advice and will help you pick which outfits are best for you.  There service is available Monday through Friday from 9 - 6 pm.  Or you can always contact them through their email address cc@tobi.com to get help with your choices and learn more about the clothing and available styles.  They have styles available for men and women, such as &lt;a href="http://www.tobi.com/Men/Shop-By-Brand/86-Nudie-Jeans"&gt;Nudie Jeans&lt;/a&gt; for men and &lt;a href="http://www.tobi.com/Women/Shop-By-Brand/203-Seven-For-All-Mankind"&gt;Seven For All Mankind&lt;/a&gt; for women.  If you need advice on what to wear with a pair of your &lt;a href="http://www.tobi.com/Men/Shop-By-Brand/86-Nudie-Jeans"&gt;Nudie&lt;/a&gt; jeans they can answer that.  There is also a LookBook with the latest styles and different looks available.  So, not sure which cut of Seven For All Mankind jeans are best for you and it is too late to chat with a live operator, try their LookBook for some different ideas.  Tobi.com helps you with all your fashion questions, they are a full service online boutique with some of the coolest styles and all the latest news.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3988157906371962220?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3988157906371962220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3988157906371962220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3988157906371962220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3988157906371962220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/tobicom-online-shopping-boutique.html' title='Tobi.com - Online Shopping Boutique'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-642562120082729436</id><published>2007-11-04T16:25:00.000+07:00</published><updated>2007-11-05T00:10:05.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Acara Diskon - Pergi atau Tidak ?</title><content type='html'>Apa yang membuat orang tertarik untuk datang ke lokasi diskon? Ternyata, ada kenikmatan tersendiri bila orang datang ke lokasi diskon. Sebelum krismon, banyak orang yang sengaja pergi ke negara lain hanya untuk datang ke lokasi diskon. Negara tetangga kita, Singapura, misalnya, sering mengadakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Great Singapore Sale&lt;/span&gt;. Begitu juga, banyak orang yang tinggal di Bandung atau Surabaya, yang khusus datang ke Jakarta hanya karena mendengar ada sale. Lalu, kenapa orang mau membeli barang yang ada di sebuah acara diskon? Sederhana, yaitu agar bisa mendapatkan barang dengan nilai tertentu, tetapi dengan harga yang lebih murah daripada nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual sering mengadakan acara diskon dengan berbagai macam tema : Cuci Gudang, Diskon Awal Tahun, Diskon Akhir Tahun, Diskon Hari Kemerdekaan, Diskon Ramadhan, Diskon Lebaran, dan Diskon Natal. Di luar negeri dengan empat musim, tema yang sering dipakai adalah summer sale, winter sale, autumn sale, dan spring sale. Sering juga dipakai tema Closing Down Sale, Mid Year Sale, Christmas Sale, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara diskon (sale) merupakan salah satu strategi promosi yang diterapkan oleh pedagang. Sebuah acara diskon biasanya bisa mendongkrak penjualan dengan sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah tips bagi Anda yang ingin membeli barang dengan memanfaatkan acara diskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan datang ke lokasi tempat diadakannya acara diskon bila sedang tidak mood&lt;/span&gt;. Orang yang datang ke acara diskon bila sedang tidak mood seringkali lapar mata dan membeli barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan, hanya karena faktor harga, bukan karena memang butuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sediakan waktu luang yang khusus bila datang ke acara diskon&lt;/span&gt;. Jangan terdesak oleh waktu yang terburu-buru. Bila Anda buru-buru, Anda biasanya tidak akan cermat dalam mengawasi kualitas barang yang dibeli. Sering terjadi, banyak orang yang pulang dan baru menyadari bahwa barang yang baru saja dibelinya ternyata tidak cocok, seperti baju yang ukurannya kekecilan, atau mutu jahitan yang amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebelum membeli barang yang di acara diskon, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda memang butuh barang tersebut?&lt;/span&gt; Jangan membeli barang yang tidak Anda butuhkan, hanya karena harganya murah. Diskon sih diskon, tetapi transaksi dagang seharusnya terjadi karena adanya kebutuhan barang oleh Anda sebagai pembeli, bukan karena harganya yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk satu jenis barang, kalau bisa bandingkan dulu harganya dengan tempat lain yang menjual barang yang sama&lt;/span&gt;. Bandingkan, lalu beli yang termurah. Itulah sebabnya penting untuk menyediakan waktu luang yang khusus bila datang ke sebuah acara diskon. Jangan beli barang di lokasi sale bila Anda sebetulnya tidak tahu berapa harga normalnya, baik di toko itu atau di toko yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalau bisa, jalin hubungan dengan pemilik toko&lt;/span&gt;. Tunjukkan bahwa Anda adalah pelanggan setia di toko itu. Bila Anda memang belum pernah membeli barang disitu, tunjukkan bahwa Anda selalu datang ke tokonya. Keuntungannya, bila Anda harus meninggalkan tempatnya sebentar untuk melakukan perbandingan, Anda bisa menitip barang yang mau Anda beli itu agar tidak diambil orang. Keuntungan lain, bila sedang tidak ada acara diskon, Anda bisa meminta diskon khusus kepada si pemilik toko, dan biasanya dia akan segan untuk menolak Anda karena Anda adalah pelanggan setianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teliti kualitas barang. Bedakan antara nilai dan harga&lt;/span&gt;. Nilai barang adalah seberapa besar kualitas barang yang Anda terima. Sedangkan harga adalah seberapa besar jumlah yang harus Anda bayar. Bandingkan harga yang Anda bayar dengan nilai yang Anda dapatkan. Bila harga yang Anda bayar setara atau lebih kecil dari nilai barang yang Anda terima, maka belilah barang itu. Jangan membeli barang bila ternyata nilainya lebih kecil dari jumlah harga yang Anda bayar. Sekali lagi, teliti kualitas barang, dan pastikan nilai yang akan Anda nikmati dari pembelian barang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-642562120082729436?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/642562120082729436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=642562120082729436&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/642562120082729436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/642562120082729436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/acara-diskon-pergi-atau-tidak.html' title='Acara Diskon - Pergi atau Tidak ?'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3316611012049514613</id><published>2007-11-03T14:22:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T14:28:44.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>CashAdvance1500.com</title><content type='html'>Trying to decide which loan company to use for a &lt;a href="http://www.cashadvance1500.com/"&gt;cash advance&lt;/a&gt; or some other cash loan can take forever.  Try looking in the phone book and there are hundreds of companies I am sure all over your city that offer some sort of &lt;a href="http://www.cashadvance1500.com/"&gt;payday loans&lt;/a&gt; and other loan options.  Making the decision on which one even more difficult.  Not only that, but having to call every company that looks good and possibly go to many of them is so time consuming and can become a complete waste.  One obvious disadvantage to using a local company is that others may find out your getting a loan.  So, another option of course is to receive a &lt;a href="http://www.cashadvance1500.com/"&gt;cash advance&lt;/a&gt; online.  Which, to many may seem a little strange or even unsafe.  However, a site I found called cashadvance1500.com takes a lot of the guess work out of this equation.  Cash Advance 1500 lists some of the best sites out there to receive a loan from.  They have the information about the company listed, along with links to why get a loan online, how to choose a lender, how online loans work, and even the loan approval criteria.  Leaving nothing out and making sure you have the information to make the best decision of which company to use.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3316611012049514613?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3316611012049514613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3316611012049514613&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3316611012049514613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3316611012049514613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/cashadvance1500com.html' title='CashAdvance1500.com'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-5952058768216429829</id><published>2007-11-02T16:22:00.000+07:00</published><updated>2007-11-02T22:55:56.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Belanja'/><title type='text'>Anggaran Cermat, Liburan Hebat</title><content type='html'>Acara liburan rusak gara-gara kehabisan uang? Jangan sampai terjadi! Untuk itu, Anda perlu membuat anggaran liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika Anda sekeluarga tak bisa mengunjungi lokasi berlibur yang diidamkan padahal sudah capek-capek menempuh perjalanan ke sana. Atau, yang lebih parah, Anda harus pulang lebih cepat dari jadwal berlibur yang sudah ditetapkan. Dan semua itu hanya karena dananya kurang. Betapa menjengkelkan! Di sinilah pentingnya sebuah anggaran. Dan anggaran liburan -- berisi rencana pengeluaran selama liburan -- sebaiknya dipersiapkan jauh-jauh hari. Tujuannya supaya Anda sekeluarga bisa berlibur lebih sukses dan nyaman, dan pulang ke rumah dengan pikiran lebih segar dan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat Langkah Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat anggaran liburan sama sekali tidak sulit. Isinya sangat sederhana sehingga mudah diikuti. Berikut langkah-langkahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Tentukan tempat liburan. Besar-kecilnya anggaran liburan tergantung tempat liburan yang akan dituju. Liburan ke luar negeri tentu lebih mahal daripada di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Hitung biayanya. Jika tak ingin repot hitung-menghitung, ambillah program paket wisata dari biro perjalanan wisata di kota Anda. Jika Anda memilih menyiapkan sendiri, tetaplah minta informasi perkiraan biaya akomodasi (termasuk transportasi, penginapan, dan tempat rekreasi dari tempat liburan yang akan dituju) dari orang yang Anda anggap lebih tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Persiapkan dananya. Jika liburan tergolong 'pengeluaran ekstra' dan bukan pengeluaran rutin, alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan dananya dari kelebihan dana ekstra juga. Misalnya, dari bonus akhir tahun atau tunjangan hari raya. Jangan memakai dana tabungan untuk liburan, kecuali jika tabungan tersebut belum akan digunakan untuk tujuan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Hitung pos-pos pengeluaran. Ada enam pos pengeluaran selama liburan yang perlu Anda cadangkan dananya, yaitu:&lt;br /&gt;       1. Transportasi. Perkirakan berapa biaya yang harus Anda cadangkan untuk transportasi pulang-pergi. Besar-kecilnya biaya tergantung alat transportasi yang Anda pilih.&lt;br /&gt;       2. Penginapan. Cari informasi biaya menginap di tempat berlibur yang Anda inginkan, sehingga Anda bisa memperkirakan biaya penginapan.&lt;br /&gt;       3. Makanan. Kemungkinan Anda tak akan memasak makanan sendiri selama di tempat liburan. Jadi, cadangkan biaya makan sebanyak biaya makan satu hari untuk seluruh keluarga, dikalikan jumlah hari liburan.&lt;br /&gt;       4. Rekreasi. Di tempat liburan akan ada beberapa tempat rekreasi yang bisa dikunjungi. Tetapkanlah dahulu berapa anggaran untuk rekreasi ini baru kemudian sesuaikan dengan tujuan atau tempat rekreasinya.&lt;br /&gt;       5. Belanja. Anda mungkin ingin membawa oleh-oleh berupa suvenir atau makanan khas dari tempat liburan untuk diberikan ke teman atau tetangga. Anak-anak pun demikian. Perkirakanlah berapa anggaran secukupnya untuk oleh-oleh, dan berbelanjalah sesuai anggaran tersebut.&lt;br /&gt;       6. Biaya tak terduga. Untuk mencegah kurangnya dana karena harus membayar pengeluaran yang tidak ada dalam anggaran, cadangkanlah dana untuk biaya tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selamat berlibur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari Majalah PARENTS GUIDE Edisi Desember 2002&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-5952058768216429829?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/5952058768216429829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=5952058768216429829&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5952058768216429829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5952058768216429829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/anggaran-cermat-liburan-hebat.html' title='Anggaran Cermat, Liburan Hebat'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7387530406038602145</id><published>2007-11-02T11:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-02T11:48:44.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misc sites review'/><title type='text'>Trustsource.org - Trust Source for Product Reviews</title><content type='html'>Looking for &lt;a href="http://www.trustsource.org/cash-advance"&gt;payday loans&lt;/a&gt;?  But, you are not sure which company you should trust to get the loan from or even sure where to go to get the cash you need?  You should try Trustsource.org because they list the top five companies to go to.  The top five companies are based upon actual user ratings.  These are people who have actually used these companies and are letting you know what they thought of them and why.  The reviews are there for you to read and to base your decision on, also how many reviews is noted too.  Giving you a clearer picture of the product your reading about.  Furthermore, there is a five star rating system too to make choosing a little easier.  Trust Source does not just rate payday loans however, there are &lt;a href="http://www.trustsource.org/cash-advance"&gt;cash advance&lt;/a&gt; ratings, and even hair loss products like &lt;a href="http://www.trustsource.org/hairloss"&gt;provillus&lt;/a&gt; have user ratings available.  Trust Source makes finding out about services and products easier and quicker, letting you know what others think, how well the products worked for them, and why you should use them.  The site is updated daily with new products and information, always keeping you current on which is the best and why.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7387530406038602145?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7387530406038602145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7387530406038602145&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7387530406038602145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7387530406038602145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/11/trustsourceorg-trust-source-for-product.html' title='Trustsource.org - Trust Source for Product Reviews'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3906385785889707997</id><published>2007-10-20T16:18:00.000+07:00</published><updated>2007-10-20T16:21:40.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Resiko dan Asuransi'/><title type='text'>Meraih Manfaat Sambil Berlindung</title><content type='html'>"Ambil asuransi jiwa itu ndak ada untungnya mas. Kalau kita ndak sakit atau meninggal, uang kita bisa hangus, rugi kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini yang saya dengar dari percakapan dua orang yang sama-sama sedang menunggu pemberangkatan di terminal 2 Bandar Udara Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mungkin masih rancu tentang fungsi asuransi. Sebagian dari mereka menganggap adalah suatu kesalahan bila kita membayar sesuatu tapi tidak memanfaatkannya. Padahal kalau ditanya apakah mereka mau memanfaatkan fasilitas asuransi? pasti jawabannya tidak. Siapa sih yang ingin sakit atau bahkan mau cepat meninggal?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak usah memperkeruh masalah itu. Toh asuransi sudah memikirkannya. Kalau Anda ingin mendapatkan manfaat asuransi tanpa harus merasakan manfaat utamanya yaitu pertanggungan atas jiwa, mereka sudah menyediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu produk seperti ini dikenal dengan nama asuransi endowment atau biasa juga disebut dengan dwiguna yaitu asuransi yang memberikan manfaat berupa perlindungan jiwa dan sejumlah uang yang akan diterima pemilik polis di tahun-tahun yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat ini, perkembangannya sudah berbeda, nasabah bisa memilih sendiri seberapa besar hasil yang siap dia terima, dan tentunya risiko yang menjadi konsekuensinya. Produk ini disebut dengan unit-linked.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unit-Linked&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun di Indonesia sedang ramai-ramainya produk ini dibicarakan, masih banyak orang yang tidak mengerti apa itu asuransi unit-linked. Asuransi unit-linked adalah asuransi yang juga memberikan tawaran investasi kepada nasabahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, di samping Anda mendapatkan perlindungan sebagai produk utama yang ditawarkan, ada lagi tambahan berupa nilai investasi yang diperoleh dari pengelolaan sebagian nilai premi yang kita bayarkan. Jadi secara gampang, premi yang kita bayar akan dibagi sebagian untuk membiayai asuransi dan sebagian lagi akan diinvestasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah karena ada komponen premi asuransi dan investasi, maka kalau kita tidak meninggal premi asuransi tetap akan hangus, sedangkan premi untuk investasi tetap jalan. Itulah kenapa biasanya premi untuk asuransi unit-linked agak lebih mahal dari premi asuransi tradisional seperti whole life atau term life. Karena kita harus membayar dua macam premi yaitu jiwa dan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unit Link Investra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu produk unit-linked adalah Investra dari Commonwealth Life, perusahaan asuransi yang berganti baju dari PT Astra CMG life pada Juli 2007. Asuransi ini memberikan dua kemungkinan pembayaran premi yaitu premi tunggal dimana Anda membayar besarnya premi satu kali saja untuk uang pertanggungan yang dibutuhkan atau yang ditentukan, atau Anda juga bisa membayarnya secara berkala baik itu tahunan atau bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai produk asuransi dengan tawaran investasi dengan keuntungan ekstra (Investra), produk ini memungkinkan nasabahnya untuk bisa memilih program investasi pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dengan hasil yang paling tinggi yang tentunya diikuti dengan risiko tinggi pula, sampai dengan risiko yang cukup moderat dengan tingkat keuntungan yang sedang. Jadi pilihan di tangan Anda yang harus disesuaikan dengan tujuan keuangan Anda di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan tempat investasi yang bisa Anda ambil adalah money market fund (pasar uang), bond fund (pendapatan tetap), balanced fund dan balance progressive fund (campuran), equity income fund dan equity fund (saham).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Investra memungkinkan nasabahnya untuk dapat mengambil cuti premi atau pembebasan pembayaran premi setelah tahun ketiga masa kepesertaan dan juga kebebasan untuk penarikan hasil investasi sewaktu-waktu asalkan ada nilai investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena premi Anda terbagi untuk investasi dan asuransi, maka khusus untuk tahun pertama, premi Anda masih digunakan sepenuhnya untuk membiayai asuransi (biaya akuisisi). Karena itu, tidak mungkin Anda mengambil hasil investasi di tahun pertama karena nilainya belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AIG Life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk lain yang sejenis adalah Aktiva dari AIG Life. Sama seperti Commonwealth life yang berganti baju dari Astra CMG, AIG life dahulu lebih dikenal dengan AIG Lippo life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu jenis asuransi unit-linked, Aktiva juga memiliki ciri umum produk unit-linked yaitu asuransi dengan tambahan adanya investasi yang bisa dijadikan pilihan oleh nasabah yang memilih produk asuransi ini. Dengan pilihan tempat investasi yang hampir sama, produk ini memberikan alternatif lain dengan adanya tawaran investasi di mata uang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang mungkin sedikit membedakannya dengan unit-linked lain adalah Aktiva memberikan hasil investasi sejak tahun pertama Anda menjadi nasabah. Kalau di tempat lain mungkin hasil investasi belum diperoleh pada tahun pertama, maka di sini Anda sudah bisa merasakan hasil investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah tidak ada biaya? Ada, biaya akan ditagihkan di belakang setelah investasi Anda memberikan hasil. Makanya disini tidak akan dengan mudah kita bisa menarik dana kita. (Di sini disarankan dana ditarik setelah lima tahun karena diharapkan dana yang terkumpul sudah cukup untuk membayar biaya akuisisi yang belum dibayarkan di awal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kelebihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Ada 2 pilihan bayar premi yaitu tunggal dan berkala&lt;br /&gt;   * Likuiditas cukup tinggi karena hasil investsi bisa diambil setiap saat dengan syarat tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Memiliki produk dengan mata uang asing yaitu US$&lt;br /&gt;   * Hasil investasi sudah bisa dinikmati pada tahun pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kekurangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Produk investasi baru pada mata uang rupiah saja&lt;br /&gt;   * Hasil investasi baru bisa dinikmati pada tahun ke-2 karena pada tahun pertama seluruh nilai premi digunakan untuk biaya akuisisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aktiva&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Belum ada tipe pembayaran premi yang tunggal&lt;br /&gt;   * Likuiditas agak rendah karena walaupun memberikan hasil sejak tahun pertama, tapi baru bisa menikmatinya di tahun kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Salam.&lt;br /&gt;Eko Endarto&lt;br /&gt;Perencana Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari Tabloid Bisnis Indonesia Minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3906385785889707997?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3906385785889707997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3906385785889707997&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3906385785889707997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3906385785889707997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/10/meraih-manfaat-sambil-berlindung.html' title='Meraih Manfaat Sambil Berlindung'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1363962328137314196</id><published>2007-10-15T00:21:00.000+07:00</published><updated>2007-10-15T00:23:44.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Resiko dan Asuransi'/><title type='text'>KETIKA ORANG TUA TIDAK DIBERI UMUR PANJANG</title><content type='html'>Berita-berita tentang Aceh masih menghiasi media massa kita. Entah itu berita tentang hilangnya sanak keluarga, hancurnya dunia hingga berita tentang penyelamatan dan program pembangunan kembali Propinsi Aceh dan Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung maupun tidak, berita ini membuat orang sadar pentingnya menjaga harta yang sudah Anda miliki dan kumpulkan bertahun-tahun dari kemungkinan terjadinya bencana. Seperti yang saya tulis di NOVA dua edisi lalu. Cukup banyak tanggapan positif dari Pembaca ke saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya bukan hanya harta saja yang harus dijaga. Yang tak kalah penting, agar jangan sampai anak-anak "kerepotan" karena orang tua mereka tak diberi umur panjang. Tentu, tak ada yang mengharapkan. Tapi umur seseorang, siapa, sih yang tahu. Nah, itu pentingnya menyiapkan masa depan untuk anak-anak. Jadi mereka tetap bisa hidup dan sekolah walau orang tua sudah meninggal. Caranya?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  1. Ajari Anak Anda Mengelola Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Berapa pun harta yang Anda miliki jika tidak dikelola dengan baik, maka akan cepat habis. Itu sebabnya, sedini mungkin anak-anak sudah diajarkan bagaimana mengelola keuangan. Misalnya, bagaimana berbelanja secara bijak, bagaimana menyisihkan uang untuk ditabung atau bagaimana melakukan penghematan di sejumlah pengeluaran yang biasa mereka lakukan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan modal ilmu yang Anda ajarkan, anak-anak akan bisa mengelola harta yang Anda tinggalkan dengan baik. Bahkan mungkin mereka justru bisa mengembangkan, tentu sesuai dengan umur Anak. Jadi tak hanya untuk menghidupi diri sendiri, harta yang Anda tinggalkan, juga bisa untuk modal mereka untuk masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  2. Ambil Asuransi Jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Asuransi Jiwa itu penting lho. Dengan mengambil Asuransi Jiwa, maka kalaupun Anda tidak diberi umur panjang, pasangan dan anak-anak Anda akan memiliki sejumlah dana yang bisa mereka gunakan untuk membiayai hidupnya selama beberapa tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jangan salah, masih banyak orang yang menganggap bahwa Asuransi Jiwa itu sama dengan menentang takdir Tuhan. Katanya, mengambil Asuransi Jiwa berarti kita berusaha menunda kematian. Mengambil Asuransi Jiwa berarti kita tidak mencegah kematian, tapi berjaga-jaga supaya orang-orang yang Anda tinggalkan bisa tetap membiayai sendiri hidupnya sepeninggal Anda. Itu maksudnya Asuransi Jiwa. Jadi, jangan lagi ada salah paham tentang fungsi asuransi jiwa, karena kalau kita mau jujur, justru Asuransi Jiwa itu bisa sangat berguna lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  3. Proteksi dalam Persiapan Dana Pendidikan Anak Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Hal ketiga yang harus Anda lakukan adalah dengan menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anak Anda sejak dini. Entah itu melalui Asuransi Pendidikan, Tabungan Pendidikan, atau dalam bentuk lain seperti emas, reksadana atau tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang paling penting, kalau persiapan dana pendidikan tersebut dilakukan dalam bentuk menabung bulanan yang diambil dari penghasilan yang dihasilkan karena bekerja secara fisik (seperti karyawan misalnya), maka penting sekali bagi Anda untuk memiliki proteksi dalam persiapan dana pendidikan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Proteksi ini penting karena jangan sampai karena Anda meninggal dunia, gaji Anda lalu berhenti sehingga menabung bulanan yang Anda lakukan menjadi berhenti juga. Sayang kan? Karena itu, untuk berjaga-jaga bila Anda meninggal dunia, maka milikilah proteksi dalam persiapan dana pendidikan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ingatlah bahwa bagi banyak yatim piatu, pendidikan formal seringkali bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk bisa membuktikan kepada orangtua yang sudah meninggal bahwa mereka bisa berprestasi walaupun orangtuanya sudah tidak ada. Jadi, siapkan dana pendidikan anak-anak Anda sejak dini, dan miliki proteksi dalam persiapan dana pendidikan tersebut, sehingga kalaupun Anda mengalami kematian dini, anak-anak Anda masih bisa terus sekolah. Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ibu, itulah tiga langkah yang harus orang tua bila Anda ingin berjaga-jaga jika tak diberi umur panjang. Ingat kematian itu bisa terjadi karena sebab apapun juga, termasuk karena bencana alam atau musibah yang diakibatkan oleh manusia. Saran saya, dalam mengelola keuangan, jangan hanya memikirkan masa sekarang, tapi pikirkan juga apa yang akan terjadi kelak kalau Anda sudah tidak lagi ada di dunia ini. Tinggalkan sesuatu yang berarti untuk anak-anak, maka Anda akan dikenang oleh anak-anak Anda sebagai orangtua yang terus memiliki "peran" dalam hidup mereka walau Anda sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;Safir Senduk&lt;br /&gt;Perencana Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 882/XVI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1363962328137314196?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1363962328137314196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1363962328137314196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1363962328137314196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1363962328137314196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/10/ketika-orang-tua-tidak-diberi-umur.html' title='KETIKA ORANG TUA TIDAK DIBERI UMUR PANJANG'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6401110880431975986</id><published>2007-10-09T01:08:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T01:10:58.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Resiko dan Asuransi'/><title type='text'>Berkenalan Dengan Asuransi Kecelakaan</title><content type='html'>Saya ingin menyampaikan duka cita saya yang mendalam untuk korban yang berjatuhan akibat bom yang meledak di lobi Hotel JW Marriott Jakarta beberapa tahun lalu. Terus-terang, tak mudah memang merasakan kehilangan seperti yang dirasakan oleh mereka yang kehilangan anggota keluarganya akibat bom tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain korban meninggal, banyak pula di antara mereka yang kebetulan berada di sana mengalami luka-luka serius, seperti kehilangan sebagian anggota tubuhnya, mengalami luka bakar, cacat dan lain sebagainya. Namun demikian, banyak juga di antara mereka yang selamat. Entah karena kebetulan berada di lantai lain, sudah pergi beberapa menit sebelumnya, atau karena berbagai sebab lain. Tapi satu hal yang jelas, takdir sudah ada yang menentukan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Tetapi kapan kita lahir, kapan kita mati, nasib apa yang akan kita alami, kapan kita akan mengalaminya, semuanya sudah digariskan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, kita biasanya tidak bisa menghindar dari sejumlah risiko yang mungkin muncul dalam perjalanan hidup kita. Salah satunya adalah risiko yang muncul akibat adanya bom beberapa waktu lalu, seperti kematian, cacat tetap, cacat sementara, atau kehilangan anggota tubuh. Apa pun penyebabnya, itu adalah sebuah kecelakaan bagi mereka yang mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana kalau hal tersebut terjadi pada Anda? Pertama-tama, kalau Anda mengalami kecelakaan sehingga kehilangan anggota tubuh, maka biasanya ada dua hal yang harus Anda hadapi, yakni biaya perawatan dan pekerjaan yang mungkin tidak bisa lagi Anda lakukan karena kehilangan anggota tubuh itu. Misalnya, seorang sekretaris yang biasa menggunakan tangan untuk bekerja, mungkin tidak bisa lagi menjalankan tugasnya dengan baik sebagai seorang sekretaris karena tangannya sudah tidak ada lagi. Seorang yang bekerja di bagian penjualan, yang biasa pergi kesana-kemari menggunakan kakinya, mungkin tak bisa lagi menjalankan tugasnya dengan baik karena sekarang ia kehilangan kakinya. Belum lagi adanya fakta bahwa ia tidak bisa lagi membiayai keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, belum lagi ditambah kenyataan tentang mereka yang mengalami kematian dan harus meninggalkan keluarganya untuk selama-lamanya. Padahal, mereka yang meninggal itu mungkin menanggung biaya hidup keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DARI CACAT HINGGA KEMATIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebagai manusia biasa kita mungkin sulit mencegah terjadinya hal-hal seperti itu. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi akibat yang muncul dari terjadinya risiko-risiko tersebut. Salah satunya, adalah dengan mengambil Asuransi Kecelakaan. Apa sih Asuransi Kecelakaan itu? Gampangnya, Asuransi Kecelakaan adalah janji yang diberikan oleh perusahaan asuransi apabila Anda mengalami kecelakaan dan akibat kecelakaan itu Anda harus dirawat di RS, mengalami cacat tubuh total atau sebagian, atau mengalami kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, kok ada asuransi seperti itu? Ya, ada dong. Asuransi Kecelakaan juga tak hanya memberikan penggantian kalau Anda mengalami kematian, dirawat di RS atau mengalami cacat total akibat kecelakaan tersebut, tetapi juga memberikan penggantian kalau Anda mengalami cacat sebagian. Contohnya, Anda mengalami kecelakaan sehingga kehilangan sebelah tangan, kehilangan sebelah kaki (entah kanan atau kiri). Tentu saja, kehilangan anggota tubuh sebelah kanan biasanya penggantiannya akan lebih banyak bila Anda kehilangan anggota tubuh sebelah kiri. Atau, Anda mengalami kecelakaan sehingga kehilangan penglihatan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi Kecelakaan biasanya juga memberikan penggantian bila Anda dirawat di RS akibat kecelakaan tersebut. Jangan lupa bahwa setelah kecelakaan, biasanya Anda akan dirawat di RS selama beberapa hari, tergantung dari seberapa parah akibat dari kecelakaan tersebut pada diri Anda. Ada orang yang harus dirawat di RS selama semalam saja, tetapi ada juga yang harus mengalami perawatan selama berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, Asuransi Kecelakaan juga memberikan penggantian bila akibat kecelakaan itu Anda mengalami kematian. Bom di JW Marriott kemarin, misalnya. Jadi prinsipnya, semua akibat yang muncul karena kecelakaan tersebut sudah dicover.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIMANA MENGAMBIL ASURANSI KECELAKAAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kalau Anda tertarik mengambil Asuransi Kecelakaan, dimana Anda bisa mengambilnya? Jawabannya jelas: di perusahaan asuransi. Anda bisa datang ke sebuah perusahaan Asuransi Jiwa atau di perusahaan Asuransi Kerugian. Kalau Anda datang ke perusahaan Asuransi Jiwa, biasanya Asuransi Kecelakaan yang ada ditempel pada produk Asuransi Jiwa yang mereka jual. Walaupun banyak juga Asuransi Kecelakaan yang dijual secara berdiri sendiri. Biasanya, banyak di antara produk Asuransi Kecelakaan yang berdiri sendiri ini dijual melalui Katalog yang dibagikan untuk nasabah Kartu Kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premi atau iuran yang Anda bayarkan kepada Perusahaan Asuransi juga tergantung apakah ia berdiri sendiri atau menempel pada produk lain. Jika Asuransi Kecelakaan Anda ambil secara berdiri sendiri, preminya akan lebih murah dibanding kalau Asuransi Kecelakaan itu Anda ambil menempel pada Asuransi Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AMBIL SEKARANG JUGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah Anda membaca sekilas tentang apa itu Asuransi Kecelakaan, tak ada hal lain yang harus Anda lakukan kecuali langsung datang ke perusahaan asuransi, bertanya tentang produk Asuransi Kecelakaan yang mereka punya, lalu mengambilnya. Tak bisa dipungkiri, Indonesia adalah negara berkembang yang rawan terhadap serangan-serangan teror yang bukan tak mungkin bisa terjadi di sekitar kita. Indonesia juga rawan terhadap berbagai kecelakaan yang mungkin terjadi di jalan raya. Indonesia rawan akan kecelakaan yang mungkin terjadi di mana-mana. Yang harus Anda lakukan adalah mengantisipasinya sejak sekarang. Asuransi mungkin tidak bisa mencegah terjadinya kecelakaan, tapi bisa membantu Anda mengatasi akibat yang muncul karena kecelakaan tersebut. Jadi, tunggu apalagi? Segera ambil Asuransi Kecelakaan. Esok mungkin terlambat. Salam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 808/XV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6401110880431975986?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6401110880431975986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6401110880431975986&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6401110880431975986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6401110880431975986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/10/berkenalan-dengan-asuransi-kecelakaan.html' title='Berkenalan Dengan Asuransi Kecelakaan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7372001836271125097</id><published>2007-10-01T12:35:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T12:41:43.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Resiko dan Asuransi'/><title type='text'>TAKUT ASURANSI JIWA? JANGAN-LAH YA!</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, kita sempat dikejutkan dengan dipailitkannya sebuah perusahaan asuransi jiwa Manulife Financial oleh pengadilan. Manulife Financial adalah salah satu perusahaan asuransi joint venture. Artinya, perusahaan yang permodalannya dilakukan secara join antara lokal dan asing. Manulife Financial adalah perusahaan yang berasal dari Kanada yang mempunyai reputasi yang cukup baik di Indonesia maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, kasus Manulife Financial tersebut berdampak dengan semakin was-wasnya masyarakat dalam mengambil polis Asuransi Jiwa. Bahkan sebagian anggota masyarakat ada yang menjadi anti terhadap asuransi jiwa, karena mereka berpikir bahwa perusahaan asuransi jiwa sebesar Manulife Financial saja bisa pailit, bagaimana dengan perusahaan lainnya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya, apakah Anda juga harus anti terhadap Asuransi Jiwa? Jawabnya, tidak. Yang benar, kejadian itu hendaknya membuat kita jadi makin berhati-hati dalam memilih perusahaan Asuransi Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan bahwa perusahaan asuransi yang baru saja dipailitkan kemarin tidak layak dipilih sebagai perusahaan asuransi, lho. Tapi menurut pendapat saya, kasus itu sendiri belum selesai, dan secara keuangan sebenarnya Perusahaan Manulife itu tidak layak untuk dipailitkan. Ada banyak faktor X yang berperan dalam pemailitan kemarin, karena sebenarnya perusahaan Manulife sendiri ­ menurut saya - merupakan sebuah perusahaan yang masih layak dipilih oleh mereka yang ingin mengasuransikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya cerita yang mungkin menarik untuk diambil hikmahnya. Ada seorang famili saya yang sering melihat kecelakaan bus umum, bahkan dia pun pernah mengalami sendiri sebuah peristiwa kecelakaan bus. Saya cukup salut dengan sikap beliau yang bukannya berhenti untuk bepergian dengan bus umum, tetapi sekarang dia justru lebih berhati-hati dalam memilih bus umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kecelakaan yang menimpa dirinya, dia hanya melihat bus umum itu dari luarnya saja, atau dari omongan orang saja. Tetapi sekarang yang dia nilai pertama kali adalah reputasi perusahaan bus umum tersebut, bahkan dia menghafalkan nama-nama semua perusahaan bus yang sering mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang dia lihat adalah siapa yang menyopiri. Kalau sopirnya masih muda, dia lebih memilih tidak naik bus tersebut. Perkiraan dia, sopir yang masih muda biasanya ugal-ugalan. Sedangkan kalau sopir sudah berumur, dia merasa lebih aman karena biasanya orang yang sudah berumur akan lebih berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, memilih perusahaan Asuransi Jiwa tidak bisa disamakan dengan memilih bus. Tapi sikap kerabat saya tadi yang mau belajar dari kesalahan patutlah ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebenarnya dalam memilih perusahaan Asuransi Jiwa, salah satunya adalah dengan menilai reputasinya. Reputasi tersebut bisa kita nilai dari tiga hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Reputasi Pelayanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Cara menilai reputasi pelayanan, salah satu caranya adalah dengan mendatangi sendiri kantor Perusahaan Asuransi tersebut. Nilailah pelayanan yang diberikan ketika Anda mendatangi perusahaan itu. Dengan mendatangi sendiri perusahan tersebut maka Anda dapat mengetahui kualitas pelayanan seperti apa yang akan Anda temui ketika Anda harus datang sendiri kelak, misalnya, dalam mengurus uang pertanggungan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Reputasi Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menilai Reputasi Keuangan adalah dengan menilai Laporan Keuangan perusahaan tersebut yang bisa Anda minta atau Anda lihat di media cetak maupun di media elektronik. Nilailah seberapa besar kekuatan modal perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan yang lain. Nilai juga seberapa bagusnya arus kas dari perusahaan tersebut. Dalam dunia asuransi, dikenal istilah RBC atau Risk Based Capital. Ini adalah sebuah cara untuk menilai kesehatan perusahaan asuransi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pilihlah Perusahaan Asuransi yang memiliki RBC 120 persen atau lebih. Kalau Anda bingung apa itu RBC, cukup tanyakan saja berapa RBC perusahaan asuransi Anda kepada agen asuransi Anda. Kalau lebih dari 120 persen, itu berarti bagus. Kurang dari itu, lebih baik cari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Reputasi Pemilik dan Manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perhatikan juga siapa pemilik mayoritas dan siapa pengelola dari Perusahaan Asuransi Anda. Lihat apakah mereka memiliki reputasi yang tercela di masyarakat. Memang, terkadang hal ini mungkin terlihat agak subyektif, tetapi tidak ada salahnya kalau Anda mengenal siapa pemilik dan siapa pengelola perusahaan asuransi Anda. Kalau mereka memiliki reputasi yang tercela, hindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tips lainnya, kalau Anda memilih perusahaan Asuransi Jiwa joint venture, Anda dapat melihat bagaimana reputasi dari perusahaan asing tersebut di berbagai negara lain. Agen asuransi Anda biasanya memiliki kumpulan berita tentang bagaimana reputasi perusahaan asing tersebut di sejumlah negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan jika memilih perusahaan Asuransi Jiwa lokal (bukan joint venture), maka pilihlah perusahaan yang memiliki reputasi "tahan banting", yaitu perusahaan yang cukup tua dan sudah pernah melalui berbagai macam krisis. Kalau perusahaan Asuransi Jiwa tersebut merupakan bagian dari sebuah grup usaha besar (konglomerat), maka coba lihat juga bagaimana kinerja dari grup usaha besar tersebut. Ini karena kadang-kadang, meruginya salah satu perusahaan dalam grup usaha besar bisa saling mempengaruhi keuntungan dan kerugian dari perusahaan lainnya yang terdapat dalam grup usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tips-tips sederhana diatas tidak bisa menjamin bahwa Anda pasti akan memilih perusahaan Asuransi Jiwa yang tepat, tetapi setidaknya itu bisa membantu Anda mengurangi risiko tidak dibayarnya klaim Anda oleh si perusahaan asuransi. Yang paling penting, jangan lantas Anda jadi takut untuk ikut asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKILAS MANULIFE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manulife setahu saya adalah sebuah perusahaan asuransi yang cukup baik. RBC-nya di atas 120 persen. Kalau Anda datang ke kantornya di Jakarta, mereka memiliki ruang pelayanan nasabah yang cukup baik. Produk-produknya beragam, dan reputasi Manulife sendiri di lain negara juga cukup baik. Karena itulah, kalaupun ada masalah pailit seperti kemarin, muncul kecurigaan adanya faktor-faktor lain yang ikut terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, perkaranya sendiri belum selesai, karena masih ada banding ke Mahkamah Agung. Namun demikian, kalau memang di Mahkamah Agung nanti Manulife tetap diputuskan pailit, maka jangan takut klaim Anda di Manulife tidak dibayar. Secara psikologis, Manulife Kanada sendiri pasti tidak ingin namanya tercemar kan? Mereka pasti akan membayar klaim Anda. Kalau mereka tidak membayar, hal itu pasti akan disorot dan bisnis asuransi mereka di negara lain pasti juga akan terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi bila Mahkamah Agung mencabut keputusan pailit Manulife dan mereka diizinkan untuk beroperasi kembali, maka saran saya adalah jangan takut untuk berasuransi dengan Manulife. Kenapa tidak? Pelayanan mereka cukup baik, RBC-nya bagus, reputasi perusahaannya di lain negara-pun bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 750/XV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7372001836271125097?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7372001836271125097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7372001836271125097&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7372001836271125097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7372001836271125097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/10/takut-asuransi-jiwa-jangan-lah-ya.html' title='TAKUT ASURANSI JIWA? JANGAN-LAH YA!'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-9211797953007193491</id><published>2007-09-29T15:37:00.000+07:00</published><updated>2007-09-29T15:45:59.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Resiko dan Asuransi'/><title type='text'>MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGIS DARI TERJADINYA RISIKO</title><content type='html'>Terjadinya risiko seringkali menimbulkan dampak psikologis tertentu pada orang yang mengalaminya. Orang yang bekerja di kantor dan memiliki ambisi yang begitu besar untuk mencapai puncak karir, seringkali mengalami penurunan semangat yang drastis sewaktu ia mengalami sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Anda yang menyetir kendaraan sendiri, mungkin akan pulang dalam suasana hati yang marah sewaktu kendaraan Anda ditabrak oleh kendaraan lain. Anda yang memiliki rumah, mungkin akan menangis sewaktu Anda pulang dan melihat rumah Anda terbakar hanya gara-gara anak tetangga sebelah iseng bermain-main dengan korek api dan minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau Anda yang mengalami. Bagaimana kalau orang lain (yang dekat dengan Anda) yang mengalami risiko-risiko tersebut? Pernahkah Anda ditinggal pergi (baca: meninggal) oleh orang yang terdekat dalam keluarga Anda? Orang tua Anda, misalnya. Kakak atau adik Anda, atau mungkin pasangan Anda?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mengalaminya. Ibu saya meninggal dunia waktu saya masih berumur 9 tahun. Saya sendiri tidak mengerti apa-apa waktu itu, dan hanya tahu bahwa keluarga saya sudah ditinggal pergi. Itu saja. Tetapi 3 orang kakak saya menangis tersedu-sedu. Setelah penguburan - saya ingat sekali - salah satu kakak saya mengurung diri dalam kamar selama berhari-hari. Saya, yang masih berumur 9 tahun, pelan-pelan mulai mengerti bahwa ditinggalkan oleh orang yang kita cintai bisa menimbulkan dampak psikologis yang cukup besar. Saya bisa bayangkan, kakak-kakak saya yang waktu itu masih bersekolah tentu saja turun semangat belajarnya. Semangat bekerja ayah saya juga pasti menurun. Dan untuk menunggu pulihnya semangat tersebut, tidak setiap orang membutuhkan waktu yang sama. Ada yang cukup beberapa hari saja untuk bisa pulih kembali, tetapi ada yang berbulan-bulan baru bisa mengembalikan lagi semangatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini bisa terjadi pada Anda. Kalau Anda mengalami risiko-risiko tersebut, atau orang terdekat Anda mengalami suatu risiko dan Anda juga terkena dampaknya, maka di bawah ini adalah tips tentang bagaimana mengatasi dampak psikologis yang Anda alami. Saya tidak menjamin bahwa tips ini pasti akan bekerja untuk Anda, tapi tips ini memang terbukti bekerja - bagi kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Menangis atau merenung. Kalau Anda wanita, jangan takut-takut untuk menangis. Kalau Anda pria, jangan malu untuk menyendiri dan merenung. Jangan merasa bahwa Anda tetap wajib harus menunjukkan 'muka senang' kepada keluarga Anda kalau memang suasana hati Anda sedang tidak mood. Bila Anda bekerja, mintalah cuti untuk beberapa hari. Tapi ingat, jangan lama-lama. Life goes on. Hidup jalan terus. Ingatlah selalu 3 kata berikut ini: forgive, forget, and go on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Jangan salahkan siapa-siapa. Memang, kalau rumah Anda terbakar, pasti ada saja hal yang menyebabkan kebakaran itu terjadi. Kompor yang lupa dimatikan, arus pendek, atau yang lainnya. Pasti ada saja penyebabnya. Tapi, kalau risiko sudah terjadi, sekecil atau sebesar apapun itu, jangan salahkan siapa-siapa. Sebab, kalau Anda sudah mulai menyalah-nyalahkan pihak lain, maka hal itu akan berpengaruh pada tindakan-tindakan Anda selanjutnya. Energi Anda akan terbuang percuma karena Anda marah-marah. Tidur Anda menjadi tidak tenang karena Anda gemas memikirkan tentang 'kebodohan' orang lain yang bersalah tadi. Akibatnya, kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari menjadi tidak maksimal. Sekali lagi, jangan salahkan siapa-siapa. Pikirkan saja tentang tindakan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Jangan juga salahkan diri Anda sendiri. Yah, mungkin ada juga kontribusi Anda kenapa suatu risiko bisa terjadi. Tabrakan mobil bisa saja disebabkan karena tindakan Anda yang ngebut di jalan raya. Anda memang salah, tetapi jangan terlalu merasa bersalah dalam hati Anda. Sekali Anda menyalahkan diri sendiri, maka percaya diri Anda akan turun drastis. Energi Anda juga akan terkuras karena tidak habis-habisnya Anda menepuk dahi dan mengatakan, "Tolol sekali saya ini…". Daripada seperti itu, habiskan energi Anda untuk berpikir tentang apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Cari hiburan. Tonton tivi, tonton film, dengar radio, putar kaset. Apapun. Hiburan akan membantu pikiran Anda untuk break sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Kerjakan hobi Anda. Kalau Anda belum memiliki hobi, cari suatu hobi yang bisa membuat pikiran Anda 'terobati'. Kalau Anda sadari, hobi mirip dengan sebuah terapi, yang bisa mengobati 'luka' Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  6. Berliburlah kalau perlu. Kalau cara-cara di atas sulit untuk mengatasi dampak psikologis yang Anda alami, maka Anda mungkin perlu berlibur beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Mengantisipasi Risiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-9211797953007193491?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/9211797953007193491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=9211797953007193491&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/9211797953007193491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/9211797953007193491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/09/mengatasi-dampak-psikologis-dari.html' title='MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGIS DARI TERJADINYA RISIKO'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6137097018037836943</id><published>2007-09-14T22:59:00.000+07:00</published><updated>2007-09-14T23:38:31.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>DIA TETAP BISA JADI SAHABAT</title><content type='html'>Dikutip dari Tabloid Otomotif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan hari dibahas kalau kartu kredit bukan jalan keluar untuk membeli barang. Itu betul. Tetapi bukan berarti kita sama sekali tak boleh memanfaatkan kartu gesek buat melunasi pembelanjaan lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan tahu caranya, 'duit plastik' itu juga bisa jadi sahabat kok. Untuk itu, kali ini akan dibahas mengenai pemakaian 'kartu utang' itu dalam pembelian. Lalu bagi Anda yang ingin bertanya seputar pengaturan keuangan, baik pribadi maupun usaha, silakan kirim e-mail, faks atau surat ke redaksi. Saudara Eko akan membantu. Iday iday_oto@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh Eko Endarto RFA&lt;br /&gt;Tahu barang apa yang banyak ditawarkan dan biasanya juga paling banyak ditolak di pusat perbelanjaan atau mal? Baju? Enggak. Sepatu? Salah. Kartu Kredit? Ya. Kartu kredit adalah produk yang saat ini banyak ditawarkan dan juga paling banyak ditolak konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kenapa sih harus nolak? Kan dikasih duit. Takut terjebak? Bisa juga sih. Tapi kalau kita menggunakan dengan bijak, kartu ini sangat membantu. Coba simak beberapa tips dan trik aman penggunaan kartu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rencanakan sumber pembayaran sebelum menggunakan kartu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau gesek kartu? Tunggu dulu. Udah siap belum dari mana uang untuk membayar utang Anda? Kalau berani pake, maka juga harus siap dong untuk membayar. Kalau memang mau pakai gaji, perhitungkan apakah mencukupi untuk membayar utang Anda. Besarnya? Ok, kita ikut aturan bank aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berutang ke bank, mereka akan mensyaratkan agar besarnya cicilan atas utang Anda tidak lebih dari 30% penghasilan Anda. Nah, kalau sekarang aja cicilan Anda sudah 30% dari penghasilan, maka jangan deh menggunakan kartu Anda. Kecuali Anda bisa memperoleh tambahan pendapatan seperti dari usaha sampingan, uang lembur atau insentif Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Anda berencana membeli sepasang pelek baru untuk motor Honda Tiger seharga Rp 1 juta. Nah, enggak usah tunggu sampai Anda bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 1 juta. Gunakan aja kartu anda. Asal, Anda tahu bahwa tiap bulan selama 5 bulan Anda akan lembur dan harus siap menggunakan uang lembur Anda sebesar Rp 300 ribu untuk bayar kartu. Dijamin deh, pelek idaman bisa kepegang tanpa harus ditelepon bagian remedial (penagih kartu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pindahkan ke cicilan tetap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tau enggak, di balik banyaknya efek jelek yang mungkin terjadi, ada kelebihan bila Anda memiliki kartu kredit. Yaitu mengubah transaksi kartu kredit menjadi transaksi cicilan tetap. Nah, bagaimana kelebihan ini dapat membantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam perjalanan pulang ke rumah, Anda melihat spanduk besar tentang pembukaan sebuah toko ban baru yang memberi diskon hari itu sebesar 50%. Mau mampir, tanggung bulan enggak ada uang. Mau nunggu gajian enggak mungkin. Jadi pakai saja kartu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kan berbunga? Benar. Utang kartu Anda berbunga dan bersifat bunga berbunga bila kartu digunakan dengan sistem biasa. Karena itu saya sarankan gunakan kartu Anda untuk membeli ban tersebut, kemudian minta penerbit kartu untuk mengubahnya ke sistem cicilan tetap. Dengan demikian Anda mendapat 2 keuntungan besar. Memperoleh diskon sebesar 50% dan juga bunga pinjaman yang lebih kecil karena transaksinya berupa pinjaman dengan cicilan tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapkan Down Payment (DP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Anda mengambil kredit di tempat lain, alangkah baiknya bila Anda dapat mempersiapkan DP sebelum menggunakan kartu kredit. Hal ini penting karena dengan adanya pembayaran yang besar di awal, akan membuat nilai pinjaman Anda tidak terlalu besar yang akibatnya beban cicilan juga tidak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Anda memang ingin mengganti sistem audio mobil dengan yang baru. Pembelian 'mainan' baru ini membutuhkan biaya sebesar Rp 3 juta. Nah, alangkah baik dan bertanggung jawabnya bila Anda telah memiliki uang muka untuk pembelian audio tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memang telah memiliki rencana untuk pembelian tersebut. Tentu saja beban bulanan yang harus Anda tanggung tidak sebesar bila total harga audio tersebut menjadi beban Anda. Nah, seberapa besar sih angka yang paling baik kita gunakan untuk DP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil perhitungan para pemberi kredit yaitu bank maupun leasing kendaraan. Untuk kasus-kasus khusus mereka bisa memberikan kemudahan besarnya DP sampai dengan 10% dari harga. Tapi tentu saja dengan tingkat bunga lebih tinggi. Nah, kita juga berlakukan itu. Tentunya kita enggak mau kan, kena bunga terlalu tinggi. Maka sebaiknya sih minimal 30% dari harga pembelian Anda. Mau lebih, oke, tapi kalau kurang dari itu, jangan deh itu akan menjadi beban bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunakan untuk manfaat jangka panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau tips dan trik di atas sudah bisa dijalankan, ada satu lagi tips dasar yang bisa dipakai. Sebaiknya penggunaan kartu kredit difokuskan untuk transaksi yang memberikan manfaat jangka panjang. Apa lagi ini maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Anda diberikan dua pilihan kebutuhan untuk saat ini. Yaitu pembelian beberapa aksesori mobil dan yang lainnya adalah pengecatan kembali mobil Anda yang sudah agak kusam. Bila keduanya membutuhkan biaya yang sama, Anda sudah memiliki uang muka dan sudah menetapkan besaran dana untuk disisihkan, nah, kebutuhan mana yang sebaiknya dipilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya sebaiknya Anda memilih pengecatan mobil. Kenapa demikian? Pengecatan merupakan suatu kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang dibanding dengan hanya penambahan aksesori kendaraan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode penggantian cat yang sekitar 2-4 tahunan menjadikan pengeluaran yang dilakukan tidak akan sia-sia. Lantaran walaupun hutang kartu Anda sudah lunas, tetapi manfaat yang diperoleh dari penggunaan kartu itu masih dapat dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan bila Anda hanya sekadar mengganti aksesori kendaraan Anda yang biasanya bersifat musiman. Hutang Anda belum selesai pun kadangkala musim sudah berganti dan aksesori Anda sudah tidak lagi dapat dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awalnya, kartu kredit memang dibuat sebagai alat bantu dalam suatu transaksi pembayaran dan bukan diposisikan sebagai tambahan dana yang memberikan kekayaan kepada penggunanya. Oleh karena itu, sama seperti peralatan lainnya, penggunaan yang sesuai fungsinya akan membantu Anda dan penggunaan yang tidak sesuai bisa saja mencelakakan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Eko Endarto&lt;br /&gt;Perencana Keuangan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6137097018037836943?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6137097018037836943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6137097018037836943&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6137097018037836943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6137097018037836943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/09/dia-tetap-bisa-jadi-sahabat.html' title='DIA TETAP BISA JADI SAHABAT'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7720542939728440400</id><published>2007-06-30T14:42:00.000+07:00</published><updated>2007-06-30T14:45:43.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>Kredit Mobil ? Siapa takut !!</title><content type='html'>Meski harga BBM naik, minat untuk membeli mobil masih tinggi. Mungkin Anda menjadi salah satunya, yang tetap melirik mobil-mobil keluaran baru yang dipajang di sejumlah mal. Tertarik memiliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harga mobil tidak murah. Kisaran ada di atas angka Rp 100 juta. Itu juga kalau Anda bayar tunai. Di bawah Rp 100 juta? Ada, sih. Tapi apakah mobil seharga itu menjadi Anda? Wah, kalau di atas Rp 100 juta, berat dong. Tunggu dulu. Ada cara lain, kok, membawa pulang mobil impian Anda tanpa harus mengeluarkan uang sebanyak itu. Caranya? Ya, lewat kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UANG MUKA BERAPA?&lt;br /&gt;Bagaimana sih proses kredit mobil? Kebanyakan show room dan dealer mobil sudah bekerja sama dengan lembaga pemberi kredit seperti leasing atau bank. Nanti, ketika Anda sudah menentukan mobil mana yang akan Anda kredit, si leasing atau bank-lah yang akan membayari terlebih dahulu mobil itu sebesar 100 persen kepada show room atau dealer mobil. Jadi Anda nanti yang mencicil ke leasing atau bank yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum akad kredit Anda harus menentukan dulu berapa besarnya uang muka yang sanggup Anda bayar. Bagi leasing atau bank uang muka menunjukkan keseriusan Anda mengambil kredit. Artinya jika Anda serius menyerahkan uang muka, Anda juga dinilai serius menyiapkan cicilan tiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kira-kira berapa sih besarnya uang muka? Yang jelas semakin besar uang muka maka semakin kecil cicilan yang harus Anda bayar. Jadi saran saya, makin besar uang muka, makin baik. Memang ada bank atau leasing yang memberi 0 persen uang muka. Boleh saja Anda mengambil fasilitas itu, asal Anda siap membayar cicilannya lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGKA WAKTU ANGSURAN &amp;amp; BESAR CICILAN&lt;br /&gt;Setelah menentukan uang muka, maka biasanya akan didapat berapa besarnya cicilan yang akan Anda bayar. Sebagai contoh, misalnya Anda akan membeli mobil seharga Rp 100 juta. Sementara Anda punya uang tunai sebesar Rp 20 juta. Sebagai bayangan saya ambilkan simulasi kredit dari situs www.AutoCyberCenter.com sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 bulan = sekitar Rp 7,5 juta per bulan&lt;br /&gt;24 bulan = sekitar Rp 4,2 juta per bulan&lt;br /&gt;36 bulan = sekitar Rp 3,2 juta per bulan&lt;br /&gt;48 bulan = sekitar Rp 2,7 juta per bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari daftar di atas, Anda tinggal pilih berapa kemampuan Anda membayar cicilan. Tapi yang harus diingat, besarnya cicilan ideal adalah 30 persen dari penghasilan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya cicilan juga terkait dengan berapa lama Anda mengambil jangka waktu kredit. Makin panjang jangka waktu cicilan Anda biasanya, sih, makin besar suku bunga kreditnya. Jadi Anda harus membandingkan besarnya cicilan untuk tiap jangka waktu yang ditawarkan. Pertama, pilih jangka waktu terpendek. Jika besarnya cicilan melebihi 30 dari penghasilan, maka geser ke-2 tahun. Jika masih melebihi, geser lagi ke tahun ke-3. Kalau masih terlalu besar, geser lagi ke tahun ke-4. Jika masih melebihi 30 persen, Anda harus menaikkan lagi uang muka agar cicilan turun, sesuai kemampuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PILIH BANK ATAU LEASING?&lt;br /&gt;Setelah uang muka, besarnya cicilan dan jangka waktu telah Anda tetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan pilihan lembaga yang membiayai pembelian mobil Anda. Pilih bank atau leasing? Bank biasanya memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki leasing. Suku bunga lebih rendah dan lebih fleksibel dalam hal negoisasi saat Anda tidak bisa membayar cicilan. Tapi kelemahannya, dari segi waktu aplikasi, bank kalah cepat disbanding leasing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika Anda memakai jasa leasing, jika 2-3 kali tidak membayar, Anda mungkin harus siap-siap mengatakan good bye pada mobil Anda. Sementara jika hal sama terjadi, pihak bank biasanya lebih suka mengajak duduk bareng untuk membicarakan tentang penjadwalan ulang pembayaran utang Anda. Jadi saran saya jelas, kalau Anda mau kredit mobil, dahulukan bank daripada leasing. Datang ke leasing jika permohonan kredit mobil Anda via bank sudah ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika show room mobil Anda sudah "kontrak mati" dengan sebuah perusahaan leasing Anda bisa memutuskan untuk mencari show room yang terikat kontrak dengan bank, atau Anda akhirnya memilih leasing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana Bapak-Ibu? Sudah paham seluk-beluk masalah kredit mobil? Selamat membeli mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 936/XVIII&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7720542939728440400?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7720542939728440400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7720542939728440400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7720542939728440400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7720542939728440400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/06/kredit-mobil-siapa-takut.html' title='Kredit Mobil ? Siapa takut !!'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7762250129439415593</id><published>2007-06-16T23:01:00.000+07:00</published><updated>2007-06-16T23:03:18.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>MENYIASATI PEMBAYARAN KARTU KREDIT</title><content type='html'>Pelanggan Yth,&lt;br /&gt;Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, maka terhitung mulai tagihan Anda bulan depan pembayaran minimum adalah sebesar 10 persen dari besarnya jumlah tagihan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda punya Kartu Kredit, Anda pasti menerima pemberitahuan seperti yang tertera diatas. Ya, sejak awal tahun ini, Anda harus membayar minimal cicilan lebih besar dibanding sebelumnya yang hanya 6 persen dari tagihan. Jadi, jika Anda punya tagihan Rp 2 juta, harus membayar minimal Rp 200 ribu. Padahal sebelumnya, Anda sudah "bebas" jika telah membayar Rp 120rb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan tersebut memang mengundang banyak reaksi keras dari para nasabah. Padahal Bank Indonesia mengeluarkan aturan itu dibuat justru untuk memacu orang agar segera dapat menyelesaikan utangnya dan tidak terlena dengan pembayaran minimum yang akhirnya akan menjadi beban yang menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi pengguna kartu kredit aturan tersebut akan mengurangi jatah untuk pembayaran pos yang lainnya. Tapi bagaimana lagi. Namanya saja kita sebagai pihak yang utang. Jadi mau tidak mau harus ikut aturan main yang memberi utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah yang harus kita cari solusinya adalah bagaimana menyiasati aturan itu? Mumpung ini di awal tahun, yang identik dengan rencana-rencana baru, maka di bawah ini saya akan coba kasih 5 hal yang harus Anda lakukan untuk menghadapi peraturan baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Bayar Dulu, Jangan Ditunda&lt;br /&gt;   Ada kebiasaan keliru yang kerap kita lakukan dalam membayar kartu kredit. Dana diambil setelah semua kebutuhan atau keinginan terpenuhi. Itu juga kalau masih sisa. Tentu ini enggak benar. Kalau memang mau bayar, ya jangan ditunda-tunda. Misalnya, Anda gajian tanggal 25. Ya bayar tagihan Anda segera setelah gajian, meski jatuh tempo pembayaran, misalnya masih tanggal 10 dan Anda belum mendapat rincian tagihan. Sebaiknya, Anda tetap segera bayar. Soal berapa besarnya, kan, bisa dikira-kira. Jadi tak ada alasan untuk menunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tetapkan Berapa Yang Bersedia Anda Bayar Sebelum Anda Benar-benar Memakai Kartunya.&lt;br /&gt;   Ini adalah salah satu cara untuk mengatur pengeluaran Anda. Katakan saja bulan lalu tagihan Anda nol. Lalu, Anda belanja di sejumlah toko, di mana total tagihan Anda untuk bulan ini adalah Rp 250 ribu. Nah, setelah Anda melakukan pembayaran sebesar Rp 250 ribu untuk tagihan itu, coba tetapkan berapa nilai yang akan Anda bayarkan untuk bulan depan. Misalnya, Rp 250ribu lagi. Efeknya adalah, di bulan depan, alam bawah sadar Anda akan mengatakan bahwa Anda tidak boleh berbelanja lebih dari Rp 250 ribu. Dengan demikian, diharapkan Anda akan menjadi lebih fokus dan disiplin terhadap pembelanjaan Anda. Nggak pernah kan pakai cara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seleksi Penggunaan Dengan Bijak.&lt;br /&gt;   Ayo deh, jujur saja, kadang-kadang kita meremehkan jumlah tagihan minimal yang besarnya 10 persen. Tapi Anda sadar enggak bahwa Kartu Kredit Anda tiap tahun membebankan bunga yang sangat besar - bisa sekitar 42 persen - untuk sisa tagihan yang tidak dilunasi? Jadi kalau Anda membeli sebuah VCD Player yang harganya Rp 1 juta, maka dalam 12 bulan total yang harus Anda bayarkan bisa sekitar Rp.1.420.000. Wiih, hampir separuhnya ya? Iya. Besar sekali kan? Jadi, coba pakai kartu Anda hanya bila Anda yakin bahwa Anda bisa membayar tagihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Prioritaskan Kartu Dengan Bunga Rendah.&lt;br /&gt;   Anda punya lebih dari satu kartu? Nah mulailah untuk memprioritaskan penggunaan pada kartu yang membebankan bunga paling rendah. Kenapa? Ini karena saat membayar tagihan, sebagian pembayaran Anda adalah untuk membayar bunga. Jadi kalau Anda membayar tagihan hanya minimal saja sebesar 10 persen, maka 3,5 persennya adalah untuk membayar bunga. Rugi kan? Jadi, untuk selanjutnya, kalau Anda punya lebih dari satu kartu, prioritaskan kartu dengan bunga terendah lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, perubahan aturan pembayaran minimal kartu dari 6 persen menjadi 10 persen ada kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Tapi sebagai orang yang optimis enggak ada salahnya, kan, kita melihat sesuatu dari yang baik-baik saja. Lo, di mana baiknya perubahan tersebut? Bahwa utang Kartu Kredit akan lebih cepat terbayar. Ya nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, bagaimana dengan konsekuensi bahwa Anda mungkin harus mengorbankan pos pengeluaran lain? Yaah, kalau Anda sudah berani utang, berarti konsekuensinya, Anda tetap harus bayar dong walaupun itu cukup berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 934/XVIII&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7762250129439415593?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7762250129439415593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7762250129439415593&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7762250129439415593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7762250129439415593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/06/menyiasati-pembayaran-kartu-kredit.html' title='MENYIASATI PEMBAYARAN KARTU KREDIT'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1858466422501610546</id><published>2007-06-16T22:32:00.000+07:00</published><updated>2007-06-16T23:00:49.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>RUMAHKU SURGAKU</title><content type='html'>Siapa sih yang tidak mau memiliki rumah sendiri. Setiap kita pastinya punya keinginan untuk memiliki rumah sendiri sebagai tempat berteduh di kala hujan dan beristirahat di kala malam. Apalagi bagi mereka yang sudah menikah. Tak lengkap rasanya hidup berkeluarga kalau masih menumpang pada orang tua. Bukankah dengan menikah menjadikan mereka sebuah keluarga sendiri yang juga mestinya tinggal di rumah sendiri. Bahkan istilah hidup berumah tangga pun oleh sebagian orang diartikan sebagai hidup bersama, di rumah sendiri, dengan kondisi yang terus meningkat seperti tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, harga rumah di daerah perkotaan menjadi sangat mahal seiring dengan pesatnya pembangunan bahkan sampai ke pinggiran kota. Kendala ini menyebabkan KPR menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagian besar pembelian rumah dilakukan dengan memanfaatkan kredit kepemilikan rumah yang saat ini banyak dikeluarkan oleh bank konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPR dari bank konvensional sebenarnya bukan solusi yang ideal bagi seorang muslim, karena mau tidak mau, walau dengan alasan darurat, umat islam dengan setengah hati harus menerima kenyataan keterlibatannya dengan pinjaman yang berbunga. Dengan kenyataan seperti ini, sepertinya menggiring umat islam, teriutama keluaraga muda, hanya memiliki dua pilihan, mengorbankan idealismenya untuk hidup bersih dan halal karena mengambil pinjaman berbunga, atau sama sekali tidak memiliki rumah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masih terbatas, sebetulnya sudah ada pembiayaan perumahan dari bank syariah. Memang belum banyak orang tahu dan rasanya belum ada bank syariah yang gencar memasarkan produk ini. Namun kedepannya, produk ini bukan tidak mungkin menjadi produk unggulan bank syariah. Karena hampir setiap keluarga perlu yang namanya pembiayaan rumah, dan sebagian besar keluarga di Indonesia adalah muslim yang tentunya ingin tetap istiqomah dalam memiliki rumah yang sesuai dengan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya, mungkin tidak akan terlihat jelas adanya perbedaan dengan KPR biasa. Intinya adalah konsumen bisa membeli rumah dengan cara mencicil kepada bank. Bedanya adalah, pada KPR konvensional, bank sebetulnya memberikan pinjaman berupa uang kepada konsumen. Dan dengan uang tersebut konsumen kemudian membeli rumah kepada developer. Sedangkan dengan sistem syariah, bank membeli rumah dari developer dan menjualnya kembali kepada konsumen, tentunya konsumen membayar rumah tersebut dengan cara mencicil. Sama-sama mencicil untuk punya rumah, namun akadnya sungguh berbeda. KPR konvensional menggunakan akad pinjaman uang yang berbunga atau riba. Sedangkan bank syariah menggunakan akad jual beli yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhananya begini: Developer membangun perumahan X dan menjualnya dengan harga Rp 100 juta untuk tipe 36/80. Karena tidak memiliki uang tunai sebesar Rp 100 juta, konsumen bisa mengajukan pembiayaan rumah kepada bank syariah Y agar bisa membelinya secara mencicil saja. Jika Bank syariah Y menyetujuinya, bank akan membeli rumah tersebut dari developer seharga Rp 100 juta. Bank kemudian menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga Rp 120 juta. Dan konsumen bisa mencicil rumah seharga Rp 120 juta tersebut dalam jangka waktu 10 tahun (120 bulan) dengan membayar Rp 1 juta per bulan. Sama seperti pembelian rumah pada umumnya, tentunya akan ada juga biaya tambahan seperti biaya notaris, pajak, BPHTB, penilaian/apraisal, provisi, administrasi dan sebagainya tergantung dari kebijakan bank dan developer. Dan untuk menegaskan komitmen konsumen, bank juga bisa meminta konsumen untuk membayar uang muka atau (DP) down payment di awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda akad, tentunya berbeda pula konsekuensinya antara KPR konvensional dan pembiayaan rumah dari bank syariah. Pada KPR konvensional, transaksinya adalah bank meminjamkan uang kepada konsumen, dan konsumen harus mengembalikannya dengan cara mencicil pokok hutang dan ditambah dengan bunganya selama jangka waktu tertentu. Jika di tengah jalan suku bunga naik, maka cicilan yang harus dibayar juga akan naik sesuai dengan kenaikan suku bunga. Konsumen harus membayar lebih mahal dari rencana awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalau akadnya jual beli seperti pada bank syariah, harga harus sudah ditetapkan di awal dan tidak bisa dirubah-rubah di tengah jalan. Jika bank menjual rumahnya ke konsumen dengan harga Rp 120 juta, maka konsumen hanya diharuskan membayar Rp 120 juta tanpa peduli dengan kenaikan suku bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan semangat jual beli dalam Islam yang menganut prinsip suka sama suka, harga jual rumah dari bank ke konsumen dan jangka waktu pelunasan sebetulnya bisa dilakukan tawar menawar sampai tercapai kesepakatan. Namun tentu saja bank syariah juga punya kebijakan penetapan harga dan jangka waktu sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelima bank tersebut, produk pembiayaan perumahan secara syariah juga bisa diakses di BNI Syariah, BII Syariah, Bank Bukopin Syariah dan Bank Syariah Indonesia. Sehingga totalnya ada 9 bank syariah yang saat ini memiliki produk pembiayaan perumahan secara syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kabar baik juga datang dari BTN yang sudah dikenal selama ini sebagai bank pemerintah yang paling banyak menggelontorkan dana untuk KPR. Jika tidak ada aral melintang, tidak lama lagi BTN akan meluncurkan cabang syariahnya. Dan kabarnya pula, KPR Syariah menjadi produk andalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rencana ini terwujud, maka bukan tidak mungkin akan ada banyak dana yang dikucurkan untuk membantu masyarakat memiliki surga di dunia tanpa harus terlibat dengan riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikutip dari Majalah Alia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1858466422501610546?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1858466422501610546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1858466422501610546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1858466422501610546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1858466422501610546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/06/rumahku-surgaku.html' title='RUMAHKU SURGAKU'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-8406582725049587795</id><published>2007-04-23T18:30:00.000+07:00</published><updated>2007-04-23T21:42:50.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>Cicil Mobil Bebas Bunga</title><content type='html'>Kebutuhan untuk memiliki kendaraan sendiri bagi sebuah keluarga semakin lama semakin meningkat. Sepertinya hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan akan perumahan. Kebutuhan akan rumah yang sangat tinggi membuat harga rumah menjadi semakin mahal. Bagi keluarga muda yang ingin memiliki rumah sendiri, mau tidak mau harus memilih lokasi perumahan yang sedikit lebih jauh di pinggiran kota dimana harganya bisa lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena untuk mendapatkan rumah yang murah berarti harus rela dengan lokasi yang jauh, maka kebutuhan akan kendaraan pun menjadi semakin tinggi. Semakin murah rumah, biasanya juga semakin jauh lokasinya. Dan semakin jauh lokasinya, semakin besar pula kebutuhan akan kendaraan. Baik itu mobil ataupun sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja cukup berat untuk bisa membeli kendaraan secara tunai, apalagi kendaraan berupa mobil yang harganya sama mahalnya dengan harga rumah. Itu berarti kita lagi-lagi perlu membelinya secara mencicil saja. Dan kalau yang namanya beli cicil, biasanya kena bunga. Dan yang namanya bunga, tentu saja tidak diperbolehkan untuk umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dong solusinya? Jangan khawatir, bank syariah sudah bisa memberikan jawaban akan masalah ini. Tidak mau kalau dengan bank konvensional atau perusahaan leasing, bank syariah juga punya produk untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan sendiri. Baik itu kendaraan berupa sepeda motor maupun mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di bank konvensional, kita sudah biasa dengar yang namanya KPM atau Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor. Sesuai dengan namanya, transaksinya adalah kredit. Yaitu kita meminjam uang dari bank untuk membeli kendaraan, selanjutnya hutang tersebut dibayar kembali dengan ditambah bunga. Tambahan berupa bunga inilah yang bermasalah dalam syariat Islam. Begitu juga kalau kita mencicil kendaraan di perusahaan multifinance, transaksinya adalah sewa-beli. Yaitu kita menyewa kendaraan selama beberapa waktu dan membelinya di akhir periode. Harga sewanya dihitung dengan menggunakan bunga, dan kalau terlambat bayar dikenakan juga bunga tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Syariah Way&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya kalau datang ke bank syariah, kita bisa beli kendaraan dengan mencicil bebas bunga. Tapi jangan salah kaprah, bebas bunga bukan berarti harganya sama dengan harga beli tunai. Maksudnya bebas bunga adalah tidak ada tambahan keuntungan berupa bunga. Bank syariah mengambil untung dengan cara jual beli atau dari biaya sewa, bebas bunga dan lebih berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam traksaksi atau akad yang bisa diterapkan oleh bank syariah untuk pembiayaan kendaraan. Akad pertama yaitu akan murabahah atau jual beli tangguh. Dan yang kedua yaitu akad Ijarah Muntanhia BitTamlik (IMBT) atau akad sewa menyewa dengan perjanjian perpindahan hak milik, atau untuk gampangnya sebut saja ini sebagai leasing syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk akad IMBT, transaksinya mirip dengan leasing konvensional. Hanya saja pada IMBT tidak ada mekanisme bunga yang berlaku untuk pembayaran sewa dan denda. Sedangkan untuk akad murabahah, akadnya sama saja dengan akad murabahah untuk rumah yang sudah kita bahas beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasus berikut bisa memberikan gambaran yang lebih ditel lagi mengenai hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adit adalah seorang supervisor yang lebih banyak bekerja di lapangan untuk mengawasi bawahannya. Untuk menunjang pekerjaannya tersebut, ia membutuhkan sebuah mobil. Dengan penghasilannya yang Rp 10 juta per bulan, ia sudah menghitung bahwa ia bisa menyisihkan Rp 2 juta – Rp 3 juta per bulan untuk mencicil mobil. Ia pun mulai melakukan survey ke beberapa dealer mobil dan menemukan beberapa pilihan kendaraan yang cocok untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia datang ke bank syariah dan mengajukan pembiayaan untuk pembelian sebuah mobil yang diidamkannya. Tidak lupa tentunya ia melengkapi juga syarat-syarat yang diperlukan yaitu identitas dirinya seperti fotokopi KTP Adit sendiri &amp; istrinya, Surat Nikah, Kartu Keluarga, dll. Lalu bukti penghasilannya berupa slip gaji 2 bulan terakhir beserta bukti pemotongan pajak oleh perusahaan dan rekeningnya di bank. Serta tentunya tipe kendaraan yang diinginkannya beserta daftar harga yang dikeluarkan oleh dealer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menilai kelayakannya, bank lalu meminta komitmen keseriusan Adit yaitu dengan memintanya untuk membayar uang muka sebesar Rp 20 juta untuk mobil Avanza Rp 100 juta yang diinginkannya. Mereka pun lalu menyepakati margin bank sebesar 50% untuk jangka waktu 5 tahun. Ini artinya, bank membeli Avanza dari dealer seharga Rp 100 juta dan menjualnya lagi pada Adit seharga Rp 20 juta dimuka, ditambah Rp 120 juta dicicil selama 60 bulan. Berikut ini perhitungannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga mobil dari dealer : Rp 100 juta&lt;br /&gt;Uang muka Adit : Rp 20 juta -&lt;br /&gt;Pembiayaan bank : Rp 80 juta&lt;br /&gt;Margin bank (80 juta x 50%) : Rp 40 juta +&lt;br /&gt;Saldo hutang Adit ke Bank : Rp 120 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicilan (60 bulan) : Rp 120 juta = Rp 2 juta/bulan= 60 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain uang muka, biasanya juga ada biaya tambahan seperti asuransi, provisi, administrasi dan lain sebagainya yang harus ditanggung oleh Adit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat &amp; kelangkapan administrasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya bank hanya akan menyetujui pembiayaan untuk karyawan yang sudah bekerja sebagai karyawan tetap setidaknya selama 2 tahun dengan gaji bulanan setidaknya 3 kali lipat dari cicilan. Sedangkan untuk pengusaha, bank hanya mau jika usahanya punya kelengkapan dokumen usaha dan perizinan. Begitu juga dengan pekerja profesional, ia harus punya sertifikasi yang diperlukan dan izin praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, ada beberapa persyaratan dan kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh seorang konsumen yang ingin mendapatkan pembiayaan. Tentu saja ini adalah yang umum-umum saja, karena setiap bank biasanya juga punya kebijakan sendiri yang bisa jadi berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Identitas diri dan pasangan &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk seseorang yang sudah berkeluarga, pembiayaan yang diajukan harus atas persetujuan bersama. Maka dokumen yang dibutuhkan diantaranya yaitu foto kopi KTP sendiri &amp;amp; pasangan, surat nikah, kartu keluarga, dan surat persetujuan dari pasangan.&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;   * Bukti bekerja dan penghasilan      &lt;blockquote&gt;Untuk karyawan, bank akan meminta surat keterangan bekerja atau SK Pengangkatan dari perusahaan. Dan tentu saja slip gajinya. Sebagai pendukung, bank juga biasanya minta foto kopi buku tabungan atau rekening koran di bank.&lt;/blockquote&gt;    * Bukti usaha/praktek profesi&lt;br /&gt;   &lt;blockquote&gt;Untuk pengusaha: SIUP, Domisili, TDP, dll. Untuk pekerja mandiri: Sertifikasi profesi, izin praktek, dll.&lt;/blockquote&gt;    * NPWP&lt;br /&gt;   &lt;blockquote&gt;Untuk pembiayaan diatas Rp 50 juta, harus memiliki NPWP. Kecuali karyawan, cukup dengan bukti pemotongan pajak oleh perusahaan.&lt;/blockquote&gt;    * Jaminan/agunan&lt;br /&gt;   &lt;blockquote&gt;Untuk pembiayaan tertentu, bank bisa meminta agunan/jaminan tambahan. Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan, agunannya cukup kendaraan itu sendiri. Itulah makanya bank akan menyimpan BPKB kendaraan tersebut sampai cicilannya lunas. &lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salam&lt;br /&gt;Ahmad Gozali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;Dikutip dari Majalah Alia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-8406582725049587795?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/8406582725049587795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=8406582725049587795&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8406582725049587795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8406582725049587795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/cicil-mobil-bebas-bunga.html' title='Cicil Mobil Bebas Bunga'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1463828759073180177</id><published>2007-04-17T16:01:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T16:06:57.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>Tiga Langkah Jitu Lunasi Kartu Kredit</title><content type='html'>Pada saat ini, kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran yang cukup sering digunakan di masyarakat. Namun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam pemakaiannya. Sebetulnya, tak ada masalah dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi masalah disini adalah kalau pemakaian kartu kredit itu tidak sesuai dengan apa yang sudah disarankan, bahkan oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, apakah Anda adalah satu dari sekian orang yang punya masalah dengan pemakaian kartu kredit? Untuk mengetahuinya, lihat apakah salah satu kondisi dibawah ini mirip dengan keadaan Anda sekarang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Saldo hutang kartu kredit Anda sudah mendekati batas.&lt;br /&gt;# Anda selalu membayar tagihan kartu kredit Anda dari uang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain.&lt;br /&gt;# Anda suka terlambat membayar tagihan.&lt;br /&gt;# Anda ditelepon oleh bank penerbit untuk segera membayar tagihan, atau Anda didatangi oleh seorang yang ramah yang berprofesi sebagai debt collector.&lt;br /&gt;# Anda menunda kunjungan ke dokter, menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini dan itu, semua hanya karena anggaran keuangan Anda sangat ketat.&lt;br /&gt;# Bila Anda di-PHK atau kehilangan penghasilan, maka Anda tidak akan bisa melunasi tagihan kartu kredit Anda. Jika salah satu dari kondisi diatas mirip dengan apa yang Anda alami sekarang, maka bisa jadi keuangan Anda sedang mengalami masalah yang sangat serius. Karena itu, saya akan memberikan tiga langkah agar Anda bisa keluar dari hutang-hutang kartu kredit itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;LANGKAH 1 : BAYAR, BAYAR, BAYAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di bulan Januari lalu, seorang ibu muda bernama Tuti, 29 tahun, datang ke tempat saya dengan membawa persoalannya. Sebagian besar yang ingin ia bicarakan adalah masalah pengelolaan anggarannya, yaitu bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluarannya (ibu muda ini punya penghasilan tidak sampai Rp 2 juta). Setelah itu, pembicaraan kami juga menyinggung mengenai masalah kartu kreditnya. Ia punya tiga kartu kredit, yang masing-masing memiliki saldo hutangnya sendiri-sendiri. Setiap bulan, ia biasa membayar minimum untuk masing-masing tagihannya. Pada saat ini saldo hutangnya sebesar hampir Rp 1,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah pada saat ini Anda punya uang untuk membayar semua itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud Anda, bayar lunas, begitu?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul, bayar lunas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti ragu sebentar. "Yah, ada, sih.", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi apa?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi nggak seberapa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya?" kata saya sambil melihat lagi ke jumlah tagihannya. "Berapa uang tunai yang Anda miliki sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekitar Rp 1 juta. Itu juga untuk persediaan dana cadangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang ada sekarang, maka ia tidak akan punya sisa untuk persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak cukup besar, apalagi kalau uang itu masih dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini saja" kata saya. Saya lalu mengambil sebuah kertas, dan membuat empat kolom. Pada kolom pertama, saya memintanya menulis nama dari masing-masing bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, saya minta ia untuk menulis jumlah yang masih menjadi hutangnya pada setiap kartu. Pada kolom ketiga, saya minta ia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh masing-masing bank penerbit. Di kolom keempat, saya memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada setiap tagihan. Dibawah ini adalah hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Penerbit --- Saldo Hutang --- Suku Bunga --- Jumlah Pembayaran Minimal&lt;br /&gt;Bank A --------------- 529.100 --------------- 2,75% --------------- 52.910&lt;br /&gt;Bank B --------------- 717.513 --------------- 2,50% --------------- 71.752&lt;br /&gt;Bank C --------------- 203.000 --------------- 3,10% --------------- 50.000&lt;br /&gt;Jumlah ------------ 1.449.613 -------------------------------------- 174.662&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kita akan mencicil saja," kata saya. "Berapa penghasilan Anda setiap bulan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rp 1,8 juta per bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke. Apa yang harus Anda lakukan sekarang adalah dengan menyisihkan jumlah uang tertentu setiap bulan, untuk digunakan membayar Tagihan Kartu Anda. Tentunya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Minimum saya Rp 175 ribu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, Anda harus menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Anda. Ini supaya hutang Anda bisa cepat habis, sehingga Anda tidak akan terus menerus terkena bunga. Bukan begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti mengangguk. Disini ia setuju dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa yang harus saya sisihkan setiap bulan?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah Anda," kata saya. "Dua ratus, tiga ratus, makin besar makin baik. Tapi saran saya, coba saja Anda sisihkan sebesar 30 persen dari penghasilan Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti berpikir sebentar. "Penghasilan saya sekitar Rp 1,8 juta sebulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menghitung di kalkulator. "Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah!!???" Tuti melongo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besar sekali. Masak sebesar itu yang harus saya sisihkan untuk membayar hutang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda mau cepat habis tidak hutangnya? Kalau hutang itu tidak cepat habis, Anda akan terus kena bunga. Kuncinya disini adalah bahwa hutang Anda harus dibuat makin kecil dan makin kecil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti berpikir sebentar. "Okelah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus bagaimana pembagiannya?" kata Tuti lagi. "Apa saya harus bagi uang Rp 540 ribu untuk membayar semua kartu secara sama besar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Bu Tuti. Begini. " kata saya. "Pertama-tama, bayar semua kartu Anda secara minimal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti melihat lagi ke kertasnya. "Itu berarti, total adalah Rp 174.662."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul. Sekarang berapa sisanya? Rp 540.000 dikurang 174.662?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti menghitung di kalkulatornya. "Rp 365.338"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke gunakan sisa uang Rp 365.338 itu untuk digunakan membayar kartu yang suku bunganya paling besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho bukan yang saldo hutangnya paling besar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, Bu Tuti. Yang suku bunganya paling besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya paling besar adalah yang di Bank C. Bunganya 3,10 persen per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebanyakan orang mengira bahwa prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang saldo hutangnya paling besar. Sebetulnya tidak, prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang men-charge suku bunga yang paling besar. Ini karena suku bunga adalah biaya yang harus Anda bayar. Jadi, wajar kalau Anda membayar kartu yang suku bunganya paling besar terlebih dahulu." Kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuti berpikir sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kartu saya yang C ini saldo hutangnya adalah Rp 203.000. Padahal jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih ada sisa berarti," kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dikemanain, nih, sisanya?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk membayar kartu yang membebankan suku bunga besar berikutnya," kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pembaca. Tuti akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu empat bulan. Sebagai alternatif, bila Tuti ingin membayar kartu kreditnya secara penuh, ia juga bisa mencari aset lain yang ia miliki untuk bisa dijual, dan uangnya bisa digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Anda secara lunas. Kalau Anda tidak punya uang, cari aset apa yang bisa Anda jual untuk membayar tagihan itu. Ini karena tagihan Anda akan berbunga, dan bunga itu akan berbunga lagi. Begitu seterusnya. Semua aset yang Anda miliki harus digunakan untuk meringankan - bahkan menghapus - hutang Anda. Bila Anda tidak bisa membayar tagihan Anda secara lunas, maka anggarkan sekitar 30 persen dari penghasilan Anda setiap bulan, dan gunakan itu untuk membayar tagihan kartu kredit Anda secara minimal, dan gunakan sisanya untuk membayar kartu yang suku bunganya paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;LANGKAH 2 : GALI LUBANG TUTUP LUBANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayar tagihan Anda dengan mengambil hutang baru. Ini populer dengan sebutan "gali lubang tutup lubang." "Wah, Pak Safir nggak bener nih," begitu mungkin pikir Anda. "Masak saya harus nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain," begitu pikir Anda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingatkan disini bahwa tujuan strategi "gali lubang tutup lubang" adalah untuk meringankan beban hutang Anda. Strategi ini tidak akan membuat saldo hutang Anda berkurang, tapi meringankan beban bunga yang harus Anda bayar. Jadi, strategi ini bisa digunakan tidak hanya dalam membayar hutang kartu kredit, tetapi juga dalam hutang-hutang Anda yang lain. Strategi "gali lubang tutup lubang" akan efektif asalkan ada dua syarat yang terpenuhi:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;1. Jumlah pinjaman Anda yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Anda yang lama.&lt;br /&gt;2. Suku bunga dari pinjaman Anda yang baru HARUS LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang saat ini sedang Anda bayar. &lt;/blockquote&gt;Lihat, gali lubang tutup lubang tidak selalu jelek, kan? Dengan memenuhi kedua syarat tersebut diatas, maka Anda bisa meringankan beban hutang Anda. Begitu juga dalam pemakaian kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Anda? Kalau Anda punya saldo hutang kartu kredit, maka pada saat ini ada beberapa bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Anda bisa memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersebut, dan untuk selanjutnya Anda cukup membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada kartu kredit Anda. Jadi, keuntungannya disini Anda akan mendapatkan 'pemotongan' suku bunga. Lumayan, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi harus diingat bahwa strategi ini adalah cuma solusi sementara, dimana tujuan Anda adalah untuk meringankan beban hutang kartu Anda. Biar bagaimanapun, Anda tetap perlu membayar tagihan hutang Anda. Dan perlu diperhatikan juga, supaya jangan langsung percaya dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut. Perhatikan dan baca baik-baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;LANGKAH 3 : BAYAR SETIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, DAN ATUR PEMAKAIAN ANDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplinkan diri Anda. Pada saat tagihan datang, dan Anda memang memiliki uangnya, bayar saja tagihan Anda secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Anda secara lunas. Bila Anda tidak membayar tagihan kartu Anda secara lunas, maka bunganya bisa 'membunuh' Anda pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, kartu kredit cuma sebuah cara untuk meminjam uang bank selama sekitar 25-30 hari. Setelah itu Anda tetap harus membayar secara tunai. Bila Anda bisa membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tapi bila tidak, maka akan lebih baik bila Anda menghentikan dulu pemakaian kartu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, kalau memang tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Anda. Ingat, ada suatu saat dalam kehidupan Anda dimana Anda berada dalam keadaan darurat, dan tidak punya uang tunai untuk membayar suatu transaksi. Mungkin malam-malam Anda perlu pergi ke ruang Gawat Darurat di RS. Disini kartu kredit Anda bisa berguna kalau Anda tidak membawa cukup uang tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 680/XIV&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1463828759073180177?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1463828759073180177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1463828759073180177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1463828759073180177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1463828759073180177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/tiga-langkah-jitu-lunasi-kartu-kredit.html' title='Tiga Langkah Jitu Lunasi Kartu Kredit'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7418474199269909072</id><published>2007-04-14T15:53:00.000+07:00</published><updated>2007-04-14T15:56:16.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>Bilamana Kita Harus Mengambil Kredit ?</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Dua nomor yang lalu ketika saya menulis tentang kredit tanpa agunan (KTA), saya menerima banyak sekali telepon dan surat elektronik dari pembaca yang menanyakan tentang bank mana saja yang menjual produk KTA. Ini menunjukkan banyaknya minat pembaca untuk mengambil kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit sebetulnya dibuat untuk memudahkan Anda. Baik dalam membuka usaha, membeli sesuatu, atau mengatasi kebutuhan tertentu atas sejumlah dana. Orang yang tidak punya uang tunai, seringkali bisa membeli sesuatu dengan cara mengambil kredit. Kalau Anda harus menabung dulu sebelum bisa membeli suatu barang, mungkin dengan mengambil kredit Anda bisa membeli dulu, dan menabungnya belakangan. Hanya saja, menabungnya dalam bentuk membayar ke bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya sering ada masalah yang muncul dalam mengambil kredit. Orang sering terjebak mengambil kredit walaupun sebenarnya dia bisa membayarnya secara tunai. Banyak orang berpikir, kalau saya bisa kredit untuk membeli suatu barang, kenapa saya harus membeli secara tunai (walaupun uang tunainya ada)? Padahal sudah jelas bahwa total uang yang Anda bayar bila Anda membeli barang secara kredit akan lebih besar daripada bila Anda membeli barang tersebut secara tunai. Malah makin lama jangka waktu kreditnya, jumlah uang yang harus Anda bayar biasanya akan makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, walaupun demikian, masih banyak saja orang yang mengambil kredit untuk membeli barang walaupun dia punya uang tunainya. Pikiran yang seringkali muncul adalah bahwa dengan mengambil kredit, seseorang bisa memanfaatkan uang tunai (yang sudah dia miliki) untuk keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah muncul pertanyaan, kapan sih sebetulnya seseorang harus membeli barang secara kredit? Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang kapan Anda harus membeli barang secara kredit, dan kapan Anda harus membeli barang secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DUA MACAM NILAI BARANG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berhutang, ada dua macam barang yang bisa Anda hutangkan. Yang pertama adalah barang-barang yang nilainya menurun, dan yang kedua adalah barang-barang yang nilainya menaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh barang yang nilainya menurun yang sering kita hutangkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   1. Kendaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Iya dong, kalau Anda membeli kendaraan dan memakainya dalam jangka waktu ­ katakan ­ enam bulan, maka setelah enam bulan kendaraan tersebut biasanya tidak bisa Anda jual kembali dengan harga yang sama ketika Anda membelinya, tetapi malah lebih rendah. Ini wajar karena kendaraan tersebut mengalami penyusutan nilai. Kecuali nilai dolar tidak naik tinggi sekali, maka harga jual mobil Anda ketika Anda menjualnya kembali harusnya lebih rendah dibanding ketika Anda membelinya, bukan malah lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;2. Barang-barang elektronik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Apakah Anda punya barang elektronik di rumah? Apakah Anda ingat berapa harganya ketika Anda membelinya dulu? Bila Anda ingat, sekarang bisakah Anda jual lagi barang tersebut dengan harga yang sama dengan ketika Anda membelinya waktu itu? Biasanya tidak. Ini karena barang elektronik adalah barang yang mengalami penyusutan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, itu adalah contoh barang yang nilainya menurun. Selain barang yang nilainya menurun, ada juga barang yang nilainya menaik. Contohnya adalah properti. Properti terdiri atas tanah dan bangunan. Dalam jangka panjang (diatas 10 tahun), nilai properti biasanya naik terus (tanahnya, bukan bangunannya). Ini karena kebutuhan atas tanah terus meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dunia, sedangkan jumlah tanah tidak bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENENTUKAN KREDIT ATAU TIDAK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seksarang masalahnya, kapan kita harus mengambil barang secara kredit dan kapan kita harus mengambil barang secara tunai? Dibawah ini adalah tipsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih baik apabila Anda mengurangi kebiasaan berhutang Anda sebisa mungkin bila barang yang Anda beli tersebut nilainya menurun. Ini karena apabila Anda berhutang dengan cara mengambil kredit, maka jumlah yang Anda bayar biasanya akan lebih mahal dibanding apabila Anda membayar secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan misalnya. Bila Anda membeli Kendaraan secara tunai, Anda mungkin harus membayar Rp 75 juta rupiah. Tetapi bila Anda membeli kendaraan itu secara kredit (kredit 12 bulan misalnya), maka jumlah yang Anda bayar jatuhnya mungkin akan menjadi Rp 90 juta. Malah, semakin panjang jangka waktunya, jumlah yang Anda bayar akan makin mahal. Mungkin menjadi Rp 110 juta (untuk jangka waktu kredit 24 bulan) atau Rp 130 juta (kredit 36 bulan = 3 tahun). Melihat hal itu, maka pertanyaannya disini adalah: buat apa Anda membayar mahal untuk barang yang nilainya menurun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, untuk barang yang nilainya menurun, bayar saja secara tunai kalau memang Anda bisa membayar tunai, supaya jumlah yang Anda bayar akan makin murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila Anda tidak mampu membayar tunai? Solusinya: ambil kredit dengan jangka waktu sependek mungkin yang Anda bisa. Ini karena makin pendek jangka waktunya, makin murah jumlah yang harus Anda bayar. Semakin panjang jangka waktu kreditnya, semakin mahal pula jumlah yang harus Anda bayar secara total. Ingat sekali lagi bahwa barang yang Anda beli adalah barang yang nilainya menurun. Jadi buat apa membayar mahal untuk barang yang nilainya toh akan menurun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bagaimana bila barang yang Anda hutang tersebut nilainya menaik? Apabila barang yang Anda hutangkan itu secara jangka panjang nilainya menaik (meningkat), maka tidak apa-apa bila Anda mengambilnya secara berhutang, walaupun Anda memang memiliki uang tunai untuk melunasinya secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Properti misalnya. Seperti yang Anda tahu, properti terdiri atas Tanah dan Bangunan. Untuk tanah, secara jangka panjang (diatas 10 tahun) nilai tanah mungkin bisa meningkat sekitar 30 persen per tahun. Peningkatan tersebut masih jauh lebih besar dibanding suku bunga KPR yang Anda bayar, yang pada saat ini berada di kisaran 20 persen per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak apa-apa bila Anda membeli rumah dengan cara KPR walaupun Anda punya uang tunainya. Maksudnya, membeli rumah secara tunai jelas akan lebih murah. Tapi membeli rumah lewat kredit secara jangka panjang jatuh-jatuhnya Anda akan untung juga karena kenaikan nilai properti Anda (tanahnya lho) masih lebih besar daripada suku bunga KPR yang Anda bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan pengetahuan di atas, Anda bisa bijaksana memutuskan kapan akan membeli barang secara kredit. Mengingat tingginya minat pembaca NOVA terhadap produk-produk kredit, pada beberapa nomor mendatang saya akan menyajikan tulisan tentang dua produk kredit yang paling banyak diambil orang. Yaitu Kredit Kepemilikan Kendaraan dan Kredit Pemilikan Rumah. Tidak lupa juga disertai dengan strategi dalam mengambil kredit tersebut. Sampai ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 693/XIV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7418474199269909072?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7418474199269909072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7418474199269909072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7418474199269909072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7418474199269909072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/bilamana-kita-harus-mengambil-kredit.html' title='Bilamana Kita Harus Mengambil Kredit ?'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-717921052382266409</id><published>2007-04-08T13:36:00.000+07:00</published><updated>2007-04-08T13:42:02.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Kredit'/><title type='text'>Strategi Mengambil Kredit Pemilikan Rumah</title><content type='html'>Dua nomor lalu kita telah membahas tentang persiapan apa yang harus Anda lakukan bila ingin membeli rumah. Sekarang, kita akan membahas tentang apa yang harus Anda lakukan bila Anda ingin membeli rumah secara kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, pembelian rumah bisa dilakukan dengan dua macam cara: tunai maupun kredit. Anda bisa membeli rumah secara tunai bila Anda memiliki uang yang nilainya sama dengan harga rumah yang Anda inginkan. Sebagai contoh, bila harga rumah adalah Rp 100 juta (bangunan plus tanah), maka Anda bisa membeli rumah tersebut secara tunai bila Anda memang punya uang tunai sebesar Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, kebanyakan keluarga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah seringkali tidak memiliki uang tunai sebanyak itu. Jumlah uang tunai yang mereka punya mungkin hanya 60%-nya, 40%-nya, atau bahkan mungkin cuma 30%-nya. Lalu bagaimana solusinya? Solusinya adalah dengan membeli rumah tersebut secara kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bisa tidak Anda mengambil kredit? Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Disini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP), dan jumlah 70% yang dipinjamkan bank untuk membayar sisa harga rumah akan menjadi hutang bagi Anda yang harus Anda cicil pembayarannya, tentunya disertai dengan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya, apakah Anda punya dana yang cukup untuk membayar Uang Muka yang 30% itu? Kalau ya, bagus. Ini berarti Anda tinggal melanjutkan ke langkah yang berikutnya, yaitu mengajukan Permohonan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ke bank. Tetapi bagaimana bila Anda tidak memiliki dana untuk membayar Uang Muka tersebut? Ini berarti Anda harus menabungnya terlebih dahulu, dan jangan memaksakan diri untuk mengajukan Permohonan KPR sekarang juga. Ingat sekali lagi, bank hanya akan memberikan kredit bila Anda mau membayar jumlah sebesar 30%-nya terlebih dahulu. Kalau Anda tidak punya uang yang 30%-nya itu, maka Anda harus menabungnya lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Mengajukan Permohonan KPR ke Bank&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, Anda sudah melihat-lihat rumah dan sudah tahu harganya. Anda juga sudah menghitung bahwa Anda punya cukup dana untuk bisa membayar porsi yang 30% sebagai Uang Muka Rumah. Sekarang, Anda memutuskan untuk mengajukan Permohonan KPR kepada bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, sebagian besar bank pada umumnya menyediakan fasilitas KPR. Anda bisa datang ke salah satu bank yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal Anda, datang ke Customer Service-nya dan mengutarakan maksud Anda. Mereka biasanya akan menyerahkan sebuah Formulir Permohonan KPR untuk Anda bawa pulang dan isi, untuk lalu diserahkan lagi kepada bank. Di situlah bank akan membaca jawaban Anda dan menganalisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya, tidak semua Permohonan KPR dari calon nasabah akan diterima oleh bank. Ini karena bank biasanya mempunyai kriteria sendiri dalam meluluskan Formulir Permohonan KPR yang masuk kepada mereka. Apa saja kriterianya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Orang tersebut harus berusia maksimal 50 tahun ketika mengajukan Permohonan KPR kepada bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Orang yang bersangkutan harus sudah bekerja dan memiliki penghasilan, yang dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen tertentu. Penghasilan tersebut minimal besarnya harus 3 kali dari jumlah cicilan KPR yang diinginkan tiap bulannya, bila KPR tersebut diluluskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Bila orang itu pernah memiliki hutang di tempat lain, maka orang itu harus memiliki sejarah pembayaran kredit yang baik di sana, terutama pada masa duabelas bulan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Strategi agar Permohonan KPR Bisa Diterima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, melihat kriteria-kriteria tersebut, ada baiknya kalau Anda memiliki strategi khusus sebelum mengajukan Permohonan KPR kepada bank. Tujuannya agar Permohonan KPR Anda bisa diluluskan oleh pihak bank. Karena itu, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR kepada bank:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  1. Siapkan dokumen keuangan yang diperlukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Siapkan dokumen keuangan yang pasti (atau hampir pasti) akan diminta oleh pihak bank. Apa itu? Bila Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Surat Keterangan Bekerja di Perusahaan (minimal Anda harus sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun)&lt;br /&gt;    b. Slip Gaji Asli&lt;br /&gt;    c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila Anda adalah seorang wiraswastawan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Daftar Pelanggan Anda (bila memungkinkan)&lt;br /&gt;    b. Daftar Pemasok Anda (bila usaha Anda bersifat usaha dagang)&lt;br /&gt;    c. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)&lt;br /&gt;    d. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)&lt;br /&gt;    e. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)&lt;br /&gt;    f. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) � bila usaha Anda bersifat usaha dagang)&lt;br /&gt;    g. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila Anda adalah seorang profesional, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:&lt;br /&gt;    a. Daftar Pelanggan atau klien Anda (bila memungkinkan)&lt;br /&gt;    b. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)&lt;br /&gt;    c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)&lt;br /&gt;    d. NPWP&lt;br /&gt;    e. Surat Izin Praktek (untuk beberapa profesi tertentu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  2. Siapkan kelengkapan dokumen dari jaminan yang akan diajukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila Anda membeli rumah secara kredit, maka rumah yang akan dibeli tersebut biasanya akan diminta oleh bank untuk dijaminkan kepada mereka. Ini berarti, apabila Anda tidak bisa meneruskan pembayaran cicilan KPR Anda (macet dan tidak ada penyelesaiannya), maka rumah itu akan disita oleh bank untuk mengganti sisa hutang yang belum Anda bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Itulah sebabnya, adalah penting bagi bank untuk memeriksa lebih dulu kelengkapan dokumen dari rumah yang akan dijaminkan tersebut. Apa saja dokumen itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Sertifikat Tanah&lt;br /&gt;    b. Sertifikat IMB + Blue Print (cetak biru gambar rumah tersebut)&lt;br /&gt;    c. SPPT PBB Tahun terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan demikian, selama Anda membayar Cicilan KPR Anda, maka dokumen-dokumen tersebut akan disimpan oleh bank sampai cicilan KPR Anda lunas. Jadi, pastikan Anda mengecek terlebih dahulu kelengkapan dari dokumen-dokumen tersebut sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR Anda kepada bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;  3. Perbaiki Penampilan Keuangan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda juga perlu memperbaiki penampilan keuangan Anda agar bank bisa menangkap "kesan" yang baik terhadap keuangan Anda. Dengan memperbaiki penampilan keuangan Anda, maka akan makin besar kemungkinannya bahwa bank akan menerima permohonan KPR Anda. Karena itu, di bawah ini adalah sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam memperbaiki penampilan keuangan Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    a. Perbaiki Catatan Rekening Bank yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila Anda bekerja sebagai karyawan, bank akan meminta slip gaji sebagai bukti bahwa Anda memang memiliki penghasilan sebesar jumlah tertentu setiap bulannya. Namun demikian, jangan lupa bahwa bank mungkin tidak akan percaya begitu saja kepada slip gaji tersebut. Bank biasanya masih akan meminta catatan rekening bank Anda (biasanya berupa laporan rekening koran atau buku tabungan) untuk membuktikan apakah memang benar ada uang masuk sejumlah nilai yang persis sama seperti apa yang tercantum dalam slip gaji Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekarang, bila Anda biasa mendapatkan penghasilan secara tunai (bukan transfer), (entah apakah Anda bekerja sebagai karyawan, profesional, atau wiraswastawan) maka usahakan untuk menyetorkan penghasilan tersebut lebih dulu ke rekening Anda, sebelum Anda menggunakannya untuk membayar pengeluaran Anda sehari-hari. Dengan demikian, bank dapat membuktikan bahwa Anda memang memiliki penghasilan secara rutin sebesar minimal sekian rupiah setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan, kalau bisa, usahakan agar catatan rekening bank tersebut menunjukkan adanya pemasukan sekitar minimal tiga sampai enam bulan terakhir penghasilan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    b. Lancarkan pembayaran hutang Anda di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalau Anda punya hutang di tempat lain (seperti Hutang Kartu Kredit atau hutang kepada bank lain), usahakan agar pembayaran tagihannya tidak sampai macet. Sebagai informasi saja untuk Anda, bank bisa menganalisa dan mempunyai cara tersendiri dalam memperkirakan kondisi keuangan Anda yang sebenarnya, salah satunya adalah apakah Anda pernah macet atau tidak dalam membayar hutang di tempat lain. Jika diperkirakan bahwa Anda pernah macet dalam membayar hutang Anda di tempat lain, bisa-bisa permohonan kredit Anda akan ditolak karena bank takut hal yang sama bisa terulang kepada mereka. Jadi sekali lagi, lancarkan pembayaran hutang Anda di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Nah, sekarang bagaimana bila Anda ternyata pernah macet dalam membayar tagihan hutang di tempat lain? Kalau itu baru-baru saja terjadi, maka Anda sebaiknya menunda permohonan KPR Anda dan melancarkan dulu pembayaran hutang di tempat lain itu sampai dengan - paling tidak � duabelas bulan ke depan. Setelah duabelas bulan, baru ajukan lagi permohonan KPR Anda kepada bank, karena � walaupun Anda pernah punya tagihan macet di tempat lain, tapi � diharapkan kondisi keuangan Anda sudah baik kembali dalam duabelas bulan itu. Sekali lagi, bank bisa menganalisa dan mempunyai cara tersendiri untuk memperkirakan kondisi keuangan Anda yang sebenarnya, salah satunya adalah apakah baru-baru ini Anda pernah macet dalam membayar hutang di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    c. Atur proporsi cicilan hutang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perhatikan bahwa bank � mungkin - akan menolak Permohonan KPR Anda bila total cicilan hutang Anda (termasuk cicilan KPR Anda apabila diluluskan) adalah sebesar sepertiga (atau sekitar 33%) dari penghasilan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebagai contoh, bila penghasilan rutin Anda Rp 2 juta per bulan, lalu tiap bulan, Anda mencicil ini dan itu di tempat lain sebesar � sekitar � Rp 600 ribu setiap bulan. Ini berarti, total cicilan hutang Anda setiap bulan sudah memakan sekitar 30% dari penghasilan rutin Anda yang Rp 2 juta per bulan. Nah, andaikata permohonan KPR Anda diterima oleh bank dan Anda harus membayar tambahan cicilan KPR sebesar misalnya Rp 400 ribu sebulan, maka ini berarti total cicilan hutang Anda adalah Rp 1 juta (atau memakan porsi sekitar 50% dari Penghasilan Rutin Anda). Di sinilah bank mungkin akan menolak Permohonan KPR Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ini karena bank berpendapat bahwa bila total cicilan hutang Anda memakan porsi yang lebih besar daripada sepertiga penghasilan rutin Anda, maka bank "takut" bahwa Anda jadi kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga Anda yang lain, sehingga � mungkin � akan tergoda untuk mengambil porsi yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan KPR. Buntutnya, ditakutkan cicilan KPR tidak bisa terbayar setiap bulannya karena uangnya dipakai untuk membayar pengeluaran rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jadi bila pada saat ini Anda sudah punya Cicilan Hutang yang totalnya sudah mencapai 33% dari penghasilan rutin Anda, jangan harap permohonan KPR Anda bisa diterima. Kurangi dulu porsi cicilan hutang yang 33% tersebut, baru Anda bisa mengharapkan agar Permohonan KPR Anda bisa diterima. Sekali lagi, bagi bank, Cicilan semua hutang Anda, plus cicilan KPR Anda (apabila diluluskan), harus memakan porsi maksimal sebesar 1/3 atau 33% dari Penghasilan Rutin Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 697/XIV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-717921052382266409?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/717921052382266409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=717921052382266409&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/717921052382266409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/717921052382266409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/strategi-mengambil-kredit-pemilikan.html' title='Strategi Mengambil Kredit Pemilikan Rumah'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-8003581132706712740</id><published>2007-03-31T15:30:00.000+07:00</published><updated>2007-03-31T15:37:32.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pembelian Harta'/><title type='text'>Langkah Praktis Membeli Rumah</title><content type='html'>Ketika Anda berencana membeli rumah tentunya Anda mengharapkan hasil yang terbaik sesuai dengan biaya yang akan dikeluarkan. Karena itu sebelum Anda mulai melihat-lihat calon-calon rumah Anda, sebaiknya Anda membuat daftar prioritas yang dinginkan dari rumah yang akan dibeli seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, halaman, garasi, kondisi atap, dinding, dan lain-lain. Kemudian buat juga daftar fasilitas – falitas umum yang nanti Anda butuhkan, seperti PAM, listrik, jalan umum, kebersihan, rumah ibadah, sekolah, pasar dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahkan lagi daftar tersebut dengan persyaratan lainnya seperti bebas banjir, sertifikat rumah lengkap dan tidak dalam sengketa apapun. Wah.. PRnya banyak nih ! Iya dong kita kan mau beli rumah bukan beli masalah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Menentukan berapa kesanggupan Anda dalam membiayai rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Tiap orang akan mempunyai jawaban yang berbeda – beda untuk pernyataan tersebut. Tetapi tentunya Anda yang paling tahu seberapa besar kesanggupan anda. Kuncinya adalah membeli rumah baik seharusnya lebih membuat hidup Anda lebih sejahtera. Jangan sampai karena pembelian rumah ini malah membuat Anda mengalami penurunan standar dan gaya hidup serta tidak tercapainya tujuan keuangan lainnya di masa depan. Untuk mengetahuinya maka buatlah suatu neraca keuangan keluarga untuk mengetahui harta tunai anda yang likuid yang siap digunakan untuk membiayai pembelian rumah. Harta tunai Anda yang likuid maksudnya adalah sejumlah dana menganggur Anda di Tabungan, deposito atau ditempat lainnya yang dapat diambil kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sejumlah dana tunai memang harus tersedia dalam proses pembelian rumah walaupun Anda membelinya secara kredit. Sebab, pada umumnya transaksi pembelian rumah dengan kredit rumah dibagi dalam 2 tahap yaitu didahului dengan pembayaran uang muka rumah, pihak penjual akan meminta uang muka dari Anda, besarnya bervariasi biasanya paling banyak sebesar 30% saja dari harga rumah.Sisanya barulah dibiayai olek kredit rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Buatlah juga sebuah arus kas pribadi yang terdiri dari penghasilan serta pengeluaran rutin Anda. Arus kas pribadi ini berguna untuk menghitung berapa besar sisa penghasilan Anda yang sanggup disisihkan untuk membiayai rumah, jika pembelian rumah dibiayai dengan kredit rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Ketika Anda berencana membeli rumah tentunya Anda mengharapkan hasil yang terbaik sesuai dengan biaya yang akan dikeluarkan. Karena itu sebelum Anda mulai melihat-lihat calon-calon rumah Anda, sebaiknya Anda membuat daftar prioritas yang dinginkan dari rumah yang akan dibeli seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, halaman, garasi, kondisi atap, dinding, dan lain-lain. Kemudian buat juga daftar fasilitas – fasilitas umum yang nanti Anda butuhkan, seperti PAM, listrik, jalan umum, kebersihan, rumah ibadah, sekolah, pasar dan lain-lain. Tambahkan lagi daftar tersebut dengan persyaratan lainnya seperti bebas banjir, sertifikat rumah lengkap dan tidak dalam sengketa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Datanglah ke berbagai pameran property, Disana Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para tenaga penjual yang siap membantu Anda, dan biasanya ditawarkan dengan harga miring atau potongan diskon.. Sebaiknya Anda jangan langsung percaya dengan gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau seperti yang dipajang pada miniatur bangunan rumah yang akan dijual dipameran tersebut, tetapi Anda harus cocokkan informasi yang diberikan dengan kunjungan langsung ke lokasi. Jika memungkinkan buatlah foto-foto sendiri dengan demikian anda akan memperoleh informasi yang sebenar-benarnya dari rumah tersebut. Kumpulkanlah berbagai informasi antara 3 sampai 5 rumah pada lokasi yang diinginkan dari berbagai pengembang, lebih banyak lebih baik dan bandinganlah satu sama lain. Dari informasi tersebut Anda dapat memiliki patokan atau gambaran rumah yang terbaik untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Mempersiapkan sejumlah dana tunai untuk muka rumah dan biaya – biaya lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Sejumlah dana tunai juga sebaiknya dicadangkan untuk mengantisipasi terjadinya biaya – biaya pembelian rumah antara lain uang tanda jadi atau booking fee, uang muka, akte jual beli, biaya balik nama sertifikat dan biaya jasa notaris dan lain sebagainya. Jika pembelian rumah dibiayai dengan kredit dari bank sebaiknya dipersiapkan pula dana tunai untuk biaya administrasi dan provisi pengikatan kredit, biaya jasa notaris, asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Selain pertimbangkan juga untuk menyiapkan biaya pindah rumahnya, kemudian isi rumahnya. Walaupun pembelian isi rumah bisa dilakukan bertahap sesuai dengan tersedianya dana, namun seminim-minimya dana Anda jika telah terkuras akibat biaya-biaya tadi, paling tidak masih punya cukup uang untuk memasang tirai atau gorden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   4. Mencari sumber dana atau sumber pembiayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Membeli rumah bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu secara tunai dan kredit atau kombinasi dari keduanya. Jika Anda ingin membeli rumah secara tunai, Anda dapat menyiapkan dananya dengan beberapa cara seperti menabung secara rutin atau melakukan investasi. Sehingga akumulasi dana hasil menabung atau hasil keuntungan investasi bisa digunakan untuk membeli rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Keuntungannya dengan membeli rumah secara tunai, maka Anda tidak perlu tergantung dari pihak lain dan yang paling menyenangkan adalah anda bebas dari kewajiban membayar cicilan bulanan. Hanya saja mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama sampai tercapai sejumlah dana yang Anda perlukan untuk membeli rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dengan mahalnya harga rumah saat ini, beberapa dari Anda mungkin kesulitan dalam menyediakan dana tunai pembelian rumah. Anda tetap bisa beli rumah dengan cara mengajukan kredit ke Bank. Pada umumnya dana kredit yang bisa diberikan oleh bank adalah maksimal sebesar 70 % saja dari harga rumah yang akan dibeli, sisanya sebesar 30% harus dibiayai sendiri dan dianggap sebagai uang muka rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jika Anda ingin membeli rumah dengan cara mengkredit maka Anda harus memperkirakan sebelumnya berapa penghasilan Anda yang bisa disisihkan untuk membayar cicilan rumah. Tentunya penghasilan Anda per bulan setelah dikurangi biaya – biaya rumah tangga dan hutang pada pihak lain, seharusnya masih cukup untuk membayar cicilan rumah. Idealnya cicilan kredit rumah Anda besarnya tidak lebih dari 30% dari penghasilan Anda sehingga sisa 70%nya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   5. Periksalah kewajiban –kewajiban pada pihak lain atau hutang Anda sebelum mengajukan kredit ke Bank&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Bank memiliki analisa sendiri dan sumber informasi yang dapat dipercaya untuk mengetahui gambaran kondisi keuangan Anda. Karena itu sebelum mengajukan kredit ke Bank, periksalah kembali hutang – hutang Anda lainnya. Cicilan kartu kredit, cicilan motor, cicilan mobil dan lain- lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Apakah Anda memiliki kredit macet pada pihak lain, kapan jatuh tempo terakhir masing – masing cicilan hutang anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu kartu kredit, tetapi yang aktif hanya satu maka kartu kredit yang tidak aktif sebaiknya ditutup. Ini untuk mencegah bank, agar tidak memasukkan kartu kredit yang tidak aktif tersebut sebagai hutang Anda, karena sebenarnya Anda belum menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Tawar menawar harga rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bangunan baru seperti rumah, flat, atau apartemen bisanya ditawarkan dengan harga pas dari developer Untuk rumah second biasanya terbuka untuk tawar menawar harga. Ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sebelum mengajukan penawaran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Harga rumah yang ditawarkan penjual apakah sama dengan yang ditawarkan untuk rumah lain dengan kondisi yang sama diwilayah tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kondisi rumah, apakah perlu perbaikan tambahan atau tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;jika sudah ditawarkan selama beberapa waktu lalu si penjual mungkin akan semakin ingin menjual rumahnya sehingga mungkin Anda lebih dapat menekan harga. Tanyakanlah kepada tetangga sekitar rumah mengenai pasaran harga rumah dikawasan tersebut, dari mereka mungkin saja dapat diketahui mengapa rumah tersebut mau dijual, sehingga dari informasi-informasi tersebut Anda akan mendapatkan harga beli yang terbaik untuk rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Mike Rini&lt;br /&gt;Dikutip dari Danareksa.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-8003581132706712740?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/8003581132706712740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=8003581132706712740&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8003581132706712740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8003581132706712740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/langkah-praktis-membeli-rumah.html' title='Langkah Praktis Membeli Rumah'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-2487918054121886965</id><published>2007-03-27T00:57:00.000+07:00</published><updated>2007-03-27T01:04:28.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pembelian Harta'/><title type='text'>Persiapan Membeli Rumah</title><content type='html'>Rini baru saja menidurkan Adit, putranya yang berusia 3 tahun ketika suaminya, Indra, menghampirinya dan berkata, "Ma, aku rasa sudah waktunya kita punya rumah sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bertahun-tahun rasanya kalimat itu sangat diharapkan Rini keluar dari mulut suaminya. Betapa tidak, setelah 5 tahun perkawinan mereka, Indra tidak pernah benar-benar menyatakan berniat untuk memiliki rumah. Sampai saat ini mereka memang masih tinggal bersama orang tua Indra. Walaupun mertuanya sangat menyayanginya, sebetulnya Rini lebih senang jika bisa tinggal di rumah sendiri. Lagi pula Adit yang selama ini tidur bersama mereka, sepertinya sudah mulai pantas untuk punya kamar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, bila kita bertanya kepada setiap orang yang belum memiliki rumah, hampir semuanya spontan mengatakan bahwa akan lebih baik bila mereka bisa memiliki rumah sendiri dibanding sekadar menyewa. Alasannya bisa bermacam-macam. Saya di sini tidak ingin bicara tentang apa untung ruginya memiliki rumah sendiri dengan hanya menyewa saja. Karena sekali lagi, ada banyak sebab yang melatarbelakangi timbulnya keinginan untuk memiliki rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, keinginan, sih, keinginan. Tapi saya rasa tidak semua dari Anda punya cukup uang, kan, untuk bisa memenuhi keinginan tersebut? Ini karena kondisi keuangan masing-masing dari Anda berbeda-beda. Tidak jadi masalah bagi Anda yang pada saat ini sudah memiliki dana yang cukup untuk bisa membeli rumah. Tapi bagaimana bagi Anda yang belum memiliki dana yang cukup pada saat ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan Saat yang Tepat untuk Membeli Rumah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang pada saat ini belum memiliki rumah, kapan sih saat yang tepat bagi Anda untuk membelinya? Sebetulnya tidak ada jawaban yang pasti. Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Anda mungkin adalah pertanda bahwa sudah saatnya bagi Anda untuk membeli sebuah rumah. Misalnya saja, rencana menikah atau bertambahnya anggota keluarga mungkin merupakan suatu pertanda bahwa Anda mungkin sudah harus memiliki rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa membeli rumah, baik bagi yang baru pertama kali maupun bagi yang sudah beberapa kalinya, selalu merupakan suatu keputusan penting yang perlu pemikiran matang. Iya dong, karena dengan membeli rumah, maka Anda mungkin harus memiliki suatu komitmen jangka panjang. Kalau nanti rumah Anda rusak-rusak pada tahun kelima, ketujuh atau kesembilan, Anda kan tetap harus keluar uang untuk memperbaikinya kan? Itulah yang dimaksud dengan komitmen jangka panjang, yaitu bahwa apa pun yang terjadi dengan rumah itu, selama rumah itu adalah milik Anda, maka Anda harus merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang membeli rumah secara kredit, maka Anda mungkin harus membayar cicilan rumah dengan jangka waktu yang bervariasi, mulai dari satu, tiga, lima, hingga 15 tahun lamanya. Belum lagi Anda juga harus membayar biaya-biaya lain yang mungkin muncul di tengah jalan, seperti perawatan rumah, renovasi, perluasan, dan lain-lain sehingga dalam perjalanannya nanti rumah Anda mungkin akan terus menyesuaikan diri dengan gaya hidup Anda sekeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagi Sebagian Orang, Punya Rumah adalah Impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditinjau dari fungsinya, rumah semata-mata adalah tempat bernaung. Jangan lupa bahwa memiliki tempat untuk bernaung merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi seperti layaknya makanan dan pakaian. Kalau Anda butuh makan dan butuh pakaian, maka Anda juga perlu tempat untuk bernaung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan orang, memiliki rumah adalah suatu impian yang sudah ada dalam benak mereka sejak jauh-jauh hari, di mana seringkali impian itu terbentuk dari pengalaman hidup mereka. Mungkin saja seseorang yang di masa kecilnya tidak mempunyai halaman untuk bermain ingin sekali memiliki rumah dengan halaman yang luas. Di lain pihak, bagi orang yang kebetulan dilahirkan sebagai anak tunggal mungkin saja menginginkan rumah mungil yang asri dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak ada rumusan yang tepat ketika berbicara tentang seperti apa rumah idaman itu, karena rumah dengan model seperti ini mungkin cocok untuk orang dengan tipe ini tetapi belum tentu cocok untuk orang dengan tipe itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan bahwa secara ekonomi kita belum mampu memiliki rumah, tidak peduli bahwa kebutuhan untuk punya rumah sendiri mungkin sudah sangat mendesak sekalipun. Belum lagi ditambah dengan adanya keinginan kuat untuk mewujudkan rumah idaman dengan model ini atau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah, maka selalu ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti kondisi ekonomi, kecenderungan turun naiknya harga rumah, bunga kredit bank dan ­ yang paling penting ­ kondisi keuangan Anda. Sudah cukup amankah penghasilan Anda? Berapa jumlah tabungan Anda saat ini? Berapa jumlah pengeluaran rutin Anda? Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang langkah-langkah persiapan apa yang harus Anda lakukan bila Anda memutuskan untuk membeli rumah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan dan cobalah mencarinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ada baiknya bila Anda terlebih dahulu mengambil kertas dan menuliskan apa yang sebetulnya menjadi kebutuhan Anda yang bisa dipenuhi dalam rumah itu, seperti berapa jumlah kamar yang Anda inginkan? Berapa jumlah kamar mandinya? Sebesar apa halamannya? Haruskah rumah itu memiliki garasi? Seperti apa kondisi atap yang Anda inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah itu, coba tuliskan juga fasilitas-fasilitas umum macam apa yang Anda inginkan disekitar rumah Anda, apakah rumah Anda harus berada di pinggir jalan raya? Apakah Anda ingin agar rumah Anda dekat dengan rumah ibadah? Atau apakah Anda ingin agar ada sekolah di dekat rumah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah menuliskannya, tiba waktunya bagi Anda untuk mulai mencari rumah yang memenuhi ­ atau paling tidak mendekati ­ keinginan Anda. Mungkin ada baiknya bila Anda datang ke berbagai pameran rumah karena disana Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para sales yang siap membantu Anda. Ditambah lagi, di pameran biasanya juga ditawarkan potongan harga yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tentu saja, sebaiknya Anda tidak langsung percaya pada gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau maket di pameran tersebut, karena dalam prakteknya seringkali kenyataannya berbeda dengan apa yang ada di lapangan. Apa yang harus Anda lakukan adalah dengan datang ke lokasi dan melihatnya sendiri. Malah kalau perlu, buat sejumlah foto dari rumah-rumah tersebut pada saat kunjungan agar bisa Anda pelajari sendiri foto-foto tersebut di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lihatlah beberapa rumah sekaligus, karena makin banyak kemungkinan yang Anda lihat akan makin baik. Bandingkan satu dengan yang lain, sehingga dari situ Anda akan memiliki gambaran tentang rumah mana yang terbaik untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;2. Lihat berapa harga rumah dan berapa jumlah yang harus Anda bayar untuk bisa membelinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kita anggap saja Anda sudah tahu tentang rumah mana yang Anda inginkan. Setelah itu, tanyakan berapa harganya. Jangan kaget kalau harganya mahal, karena rumah sebetulnya adalah salah satu pembelian terbesar yang mungkin pernah Anda lakukan dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Oh ya, kadang-kadang mungkin ada biaya-biaya lain juga lho yang harus Anda bayar. Contohnya seperti Biaya Pemesanan (booking fee), Akte Jual Beli, Biaya Balik Nama Serfikat, Biaya Jasa Notaris dan lain sebagainya. Jadi sebetulnya, tidak hanya harga rumah itu saja yang harus Anda bayar, tetapi ada biaya-biaya lain juga yang harus Anda antisipasi sehingga dari sini Anda bisa menghitung berapa jumlah keseluruhan yang harus Anda bayar untuk bisa mendapatkan rumah yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Hitung berapa jumlah dana yang Anda miliki saat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah tadi Anda melihat rumah yang Anda inginkan dan menanyakan harganya, sekarang cobalah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dana tersebut bisa berasal dari tabungan, deposito atau dari koleksi investasi Anda yang lain. Kemudian, barulah kita masuk ke langkah berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Putuskan apakah Anda akan membeli secara tunai atau kredit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anda sudah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dari situ, sekarang pertanyaannya adalah: apakah dana Anda cukup untuk bisa membeli rumah tersebut secara tunai? Kalau ya, bagus. Anda mungkin bisa langsung membeli rumah tersebut dan persoalannya selesai. Bagaimana bila Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah tersebut secara tunai? Jelas Anda harus ambil kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda. Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Di sini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Siapkan dananya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekarang, bagaimana kalau dana yang Anda miliki tidak cukup untuk bisa membayar Uang Muka yang 30% itu? Boro-boro bisa bayar yang 30 %, wong untuk bayar 10 %-nya saja enggak cukup Gimana dong kalau begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila demikian, maka Anda mungkin harus menabung secara rutin untuk bisa mengumpulkan uang muka tersebut. Sebagai contoh, kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, 30 %-nya berarti Rp 30 juta. Nah, kalau dana Anda saat ini cuma Rp 5 juta, ini berarti Anda harus menabung untuk bisa mengumpulkan sisanya yang Rp 25 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di lain pihak, bisa saja Anda menabung bukan untuk membayar Uang Muka, tetapi untuk membayar rumah tersebut secara tunai 100 %. Walaupun mungkin hal ini bisa memakan waktu lama, tetapi dengan demikian Anda tidak perlu ambil kredit lagi kan? Dalam contoh di atas, ini berarti Anda harus menabung sampai bisa mengumpulkan Rp 100 juta dalam rekening Anda agar bisa membeli rumah tersebut secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tapi awas, jangan lupa untuk memasukkan unsur inflasi dalam perhitungan Anda. Artinya, harga rumah pada saat ini adalah Rp 100 juta. Anda lalu memutuskan untuk menabung selama satu tahun agar dana Rp 100 juta tadi bisa terkumpul. Tapi, mungkin saja setelah satu tahun harga rumah tersebut sudah naik sekitar sepuluh, duapuluh, atau tiga puluh persen. Jadi, jumlah yang harus Anda tabung bukan lagi Rp 100 juta, tetapi sebaiknya ­ mungkin - sekitar Rp 130 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada nomor mendatang, kita akan membahas tentang strategi apa yang harus Anda tempuh bila Anda ingin membeli rumah melalui jalur kredit. Kasarnya, bagaimana strateginya agar Permohonan KPR Anda bisa diterima oleh bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;TAWAR, TAWAR, TAWAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda membeli rumah dari pengembang (developer), maka rumah tersebut biasanya masih baru, berada di kompleks perumahan dan belum pernah ditempati sama sekali. Untuk rumah seperti ini, biasanya harga yang ditawarkan pengembang adalah harga pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Anda bisa juga tidak membeli rumah dari pengembang, tetapi dari orang yang sudah menempati rumah tersebut. Jadi, istilahnya adalah rumah bekas. Nah, untuk rumah seperti ini biasanya harga yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan. Karena itu, ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sehingga Anda bisa lebih siap dalam melakukan tawar menawar harga dengan si penjual:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Cek apakah harga rumah yang ditawarkan penjual kurang lebih sama dengan harga rumah lain dengan kondisi yang sama dan di lokasi yang sama. Bila harga rumah di tempat lain tersebut lebih rendah, Anda mungkin bisa meminta si penjual menurunkan harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Cek juga kondisi rumah tersebut, apakah rumah itu memiliki sejumlah kerusakan yang ­ tidak bisa tidak ­ harus diperbaiki oleh Anda sebagai pemilik barunya nanti. Semakin banyak kerusakannya, posisi tawar menawar Anda bisa lebih kuat karena Anda bisa meminta si penjual menurunkan harga rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Cek juga sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual. Jika rumah itu sudah ditawarkan dalam waktu yang cukup lama, maka si penjual mungkin akan makin ingin menjual rumahnya dan mau menerima tawaran harga yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 695/XIV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-2487918054121886965?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/2487918054121886965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=2487918054121886965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2487918054121886965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2487918054121886965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/persiapan-membeli-rumah.html' title='Persiapan Membeli Rumah'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7540097844937519749</id><published>2007-03-21T21:47:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T21:52:29.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pembelian Harta'/><title type='text'>Membeli Mobil</title><content type='html'>Beberapa di antara Anda mungkin tertarik untuk memiliki mobil pribadi. Entah apakah itu dalam bentuk sedan, minibus, station wagon, bak terbuka, atau apapun itu. Dan mobil, selain lebih memudahkan urusan kita dalam bepergian, baik untuk urusan pekerjaan maupun urusan rumah tangga, juga menghindarkan kita dari risiko kehujanan atau kepanasan. Selain itu, mobil Anda juga bisa digunakan membawa barang dalam jumlah banyak atau menggunakannya untuk tujuan­tujuan produktif lainnya, seperti memperlancar jalannya usaha Anda, mengantar anak ke sekolah, mengajak keluarga bepergian, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, kebutuhan akan mobil bukan lagi bergantung pada manfaatnya, tapi juga pada gengsinya. Kita tidak bisa menutup mata bahwa gengsi terkadang juga memegang peranan penting dalam mempengaruhi pertimbangan seseorang sebelum memilih mobil. Tentu saja, ini sah-sah saja, sepanjang Anda memang masih bisa membiayainya. Ya, kan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang berpikir bahwa membeli mobil tidak serumit membeli rumah. Lagipula apa, sih, susahnya, datang saja ke dealer mobil, pilih model yang cocok, kemudian negosiasikan harganya. Beres, kan? Betul. Harga mobil pada umumnya memang tidak semahal harga rumah. Bila Anda membeli mobil secara kredit, pilihan jangka waktu kredit yang tersedia pada umumnya juga lebih sedikit dan lebih pendek daripada jangka waktu kredit untuk membeli rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Membeli mobil memang tidak serumit membeli rumah. Tapi, apa yang harus dilakukan setelah membeli mobil itulah yang harus betul-betul diketahui. Ini karena ketika Anda membeli mobil, maka Anda sebetulnya sudah mengikatkan diri pada suatu komitmen jangka panjang. Iya, dong. Komitmen pertama adalah komitmen yang berhubungan dengan operasional mobil itu, seperti bahwa Anda harus mengeluarkan uang secara rutin untuk membayar biaya bahan bakarnya, biaya parkir, dan lain sebagainya. Komitmen kedua adalah komitmen yang berhubungan dengan perawatan mobil itu, seperti bahwa Anda harus mengeluarkan uang untuk merawat mobil Anda secara rutin dan mengganti suku cadang setiap beberapa ratus/ribu kilometer sekali. Itu juga butuh biaya yang mungkin tidak sedikit. Komitmen ketiga adalah komitmen yang berhubungan dengan pembetulan kerusakan. Artinya, Anda juga harus melakukan pembetulan setiap kali ada kerusakan yang terjadi pada fisik atau suku cadang mobil Anda, entah itu karena kecelakaan atau bukan. Itu juga butuh biaya yang mungkin tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu, tentu saja akan membebani anggaran pengeluaran dalam keluarga Anda. Belum lagi bahwa harga-harga biasanya akan selalu naik setiap tahun. Inilah sebabnya kita sering mendengar kata-kata, "Makin tua umur mobil, biasanya dia akan semakin merongrong." Tentunya kata merongrong di sini adalah merongrong uang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, hal sebaliknya terjadi pada nilai mobil itu sendiri. Perlu Anda tahu bahwa mobil adalah barang yang nilainya menyusut dari tahun ke tahun bila Anda pakai. Yang jelas, mesin mobil tidak akan lebih prima daripada ketika Anda membelinya pertama kali. Belum lagi badan luar mobil. Inilah kenapa nilai mobil akan terus menyusut dari tahun ke tahun setelah Anda pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERAPA YANG SANGGUP ANDA BIAYAI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang pertama yang harus dilakukan sebelum membeli mobil adalah dengan mengetahui berapa jumlah dana yang Anda miliki saat ini dan memberi batasan seberapa banyak dari dana tersebut yang dapat dibelanjakan untuk membeli mobil. Pembelian mobil dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu membeli secara tunai atau membeli secara kredit. Biasanya dealer mobil akan meminta Anda untuk membayar "tanda jadi" atau booking fee (semacam harga yang harus dibayar agar mobil Anda tidak 'diambil' orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembelian mobil secara kredit maka Anda akan diminta untuk membayar uang muka sebesar jumlah tertentu dari harga mobil, sehingga sisanyalah yang akan dicicil. Setiap dealer mobil biasanya bekerja sama dengan perusahaan leasing untuk menyediakan jasa pembelian mobil dengan kredit. Atau, bisa juga mengajukan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) ke bank. Pada saat ini jangka waktu kredit mobil rata-rata hanya 1 s/d 3 tahun. Untuk menentukan berapa jumlah cicilan mobil yang sanggup Anda bayar, maka patokannya adalah jumlah cicilan kredit mobil Anda seharusnya tidak lebih dari 1/3 penghasilan Anda per bulan, sehingga sisanya atau 2/3 dari penghasilan Anda dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga. Selain itu, perlu diperhitungkan pula anggaran untuk biaya bahan bakar mobil, perawatannya dan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMILIH JENIS MOBIL YANG SESUAI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya bila Anda memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan Anda, dan bukan semata-mata karena mobil tersebut sudah begitu lama Anda inginkan. Tentukan manfaat apa saja yang Anda inginkan dari mobil itu, dan cari jenis mobil yang paling memenuhi manfaat yang Anda inginkan tersebut. Dengan hanya membatasi pilihan pada jenis mobil yang memang memenuhi kebutuhan Anda, maka Anda dapat lebih banyak menghemat waktu dan mencegah keluarnya lebih banyak uang untuk membeli mobil yang - mungkin - belum tentu memenuhi kebutuhan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membeli mobil, carilah informasi tentang harga-harga pasaran dari berbagai macam merek mobil yang memiliki jenis mobil yang Anda inginkan. Semakin banyak pilihan mereknya, tentu akan semakin baik untuk Anda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda mempersiapkan anggarannya dan memilih jenis mobil yang Anda inginkan, maka saatnya bagi Anda untuk pergi membelinya. Membeli mobil tentu saja tidak selalu berarti bahwa Anda harus pergi ke dealer mobil. Bisa saja Anda membelinya dari saudara atau teman. Tapi, yang paling penting adalah bahwa Anda harus tetap pada rencana semula dan mematuhi anggaran yang sudah dibuat. Siapapun mereka - entah mereka adalah saudara Anda, teman Anda atau siapapun dia yang mungkin dekat dengan Anda - anggap saja bahwa semuanya adalah penjual mobil yang akan membujuk Anda untuk membeli, tidak peduli apakah mobil tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan memperlihatkan bahwa Anda sudah tahu apa yang akan dibelanjakan dan Anda sedang mencari mobil tertentu yang memiliki manfaat seperti yang Anda inginkan. Di bawah ini adalah sejumlah tips yang mungkin berguna bagi Anda ketika sedang melihat-lihat, memilih dan membeli mobil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Jangan pernah memutuskan membeli mobil tanpa mempertimbangkannya lebih dulu.&lt;/span&gt; Ingat, mobil ini akan Anda pakai selama beberapa tahun ke depan. Jadi, jangan pernah langsung membeli mobil tanpa lebih dulu mempertimbangkannya, walaupun jika mobil itu diiming-imingi diskon sekalipun. Mobil dengan harga murah belum tentu bisa memenuhi kebutuhan Anda. Tidak perlu terburu-buru. Lihat semua pilihan yang tersedia. Gabungkan seluruh informasi dari dealer-dealer mobil yang sudah Anda kunjungi dan bandingkan harganya satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Jika Anda menghubungi dealer lewat telepon untuk menanyakan harga mobil, catatlah selalu nama penjual yang mengatakan harga itu kepada Anda dan jangan lupa untuk memberikan juga nama Anda. &lt;/span&gt;Gunanya adalah bahwa ketika Anda datang, si penjual mobil tidak akan memberikan harga yang berbeda (yang mungkin lebih tinggi) daripada ketika ia memberitahukan harganya lewat telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Waktu-waktu yang terbaik untuk bernegosiasi harga biasanya adalah di akhir bulan, &lt;/span&gt;ketika para penjual mobil sedang berusaha untuk mencapai target penjualan. Demikian juga beberapa minggu sebelum hari raya Lebaran atau Natalan. Atau bisa juga pada bulan Januari atau Februari. Ini karena biasanya pada saat-saat tersebut bisnis sedang berjalan lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   4. Jangan pernah mendiskusikan mengenai cicilan kredit mobil sampai Anda mendapatkan harga yang pasti.&lt;/span&gt; Buatlah negosiasi menjadi mudah dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   5. Bersiaplah untuk mengatakan tidak jika Anda merasa tidak mendapatkan harga yang pantas untuk mobil tersebut.&lt;/span&gt; Jangan merasa sungkan untuk angkat kaki bila Anda merasa harganya tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSYARATAN KREDIT MOBIL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, membeli mobil secara tunai biasanya akan lebih murah dibanding bila Anda membeli mobil tersebut secara kredit. Namun demikian, jika dana Anda tidak mencukupi untuk membeli mobil secara tunai, maka Anda dapat membelinya secara kredit. Bila Anda membeli mobil melalui dealer, maka setiap dealer mobil biasanya menyediakan jasa pembelian mobil secara kredit, dimana mereka bekerja sama dengan perusahaan keuangan seperti perusahaan leasing (perusahaan pembiayaan) atau bank. Sehingga, disetujui atau tidaknya permintaan kredit yang Anda ajukan tersebut, tentu saja berada di tangan perusahaan leasing atau bank tersebut. Untuk mengajukan kredit mobil, maka Anda perlu melengkapi data­data diri Anda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Foto kopi KTP&lt;br /&gt;  2. Foto kopi Kartu Keluarga&lt;br /&gt;  3. Foto kopi Akte Nikah, bagi yang sudah menikah&lt;br /&gt;  4. Foto kopi slip gaji dan Surat Keterangan Bekerja, bagi karyawan&lt;br /&gt;  5. Foto kopi Buku Tabungan atau Rekening Koran minimal 3 bulan terkahir&lt;br /&gt;  6. Foto kopi tagihan listrik 1 bulan terakhir&lt;br /&gt;  7. Foto kopi SPPT / PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang / Pajak Bumi dan Bangunan ) tahun terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, walaupun Anda membeli mobil secara kredit, Anda harus tetap menyediakan sejumlah uang tunai karena ada beberapa biaya-biaya yang harus dibayar di muka, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Tanda jadi (booking fee)&lt;br /&gt;  2. Uang muka (down payment)&lt;br /&gt;  3. Biaya asuransi mobil&lt;br /&gt;  4. Biaya administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin akan lebih bijaksana jika Anda tidak memaksakan diri untuk membeli mobil baru, jika setelah diperhitungkan, ternyata cicilan bulanannya sangat berat untuk Anda. Ini karena pendeknya jangka waktu kredit pada mobil (yang biasanya 1 s/d 3 tahun) membuat jumlah cicilan bulanan mobil akan jauh lebih besar daripada cicilan rumah yang jangka waktunya panjang (bisa sampai 15 tahun). Jika kondisi Anda seperti ini, maka ada baiknya bila Anda mempertimbangkan saja untuk membeli mobil bekas yang kondisinya masih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA LEBIH TINGGI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ada mobil yang bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas dikatakan bahwa nilai mobil akan terus menyusut dari tahun ke tahun segera setelah Anda memakainya. Lalu, kenapa ada mobil yang bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya setelah dipakai? Jawabannya adalah karena naiknya harga dolar. Jangan lupa bahwa suku cadang mobil-mobil di Indonesia pada umumnya masih dibeli dari luar negeri, dimana transaksi pembelian tersebut menggunakan mata uang dolar. Bahkan - selain suku cadang - ada beberapa merk mobil yang juga dibeli langsung dari luar negeri (dimana ini juga menggunakan mata uang dolar). Nah, ketika harga dolar naik, maka harga jual kembali mobil juga ikut naik. Inilah kenapa ketika terjadi krisis moneter lalu, ketika harga dolar melonjak dari Rp 2500-an menjadi Rp 10.000-an, banyak mobil yang bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari segi nilainya, nilai mobil seharusnya menurun setelah Anda pakai, bukan malah naik. Ini karena kondisi mobil Anda setelah dipakai tidak lagi akan seprima ketika Anda membelinya pertama kali. Jadi, jangan harap Anda bisa menjual mobil Anda dengan harga yang (jauh) lebih tinggi dibanding pada harga ketika Anda membelinya, kecuali bila harga dolar naik secara drastis seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 705/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7540097844937519749?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7540097844937519749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7540097844937519749&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7540097844937519749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7540097844937519749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/membeli-mobil.html' title='Membeli Mobil'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-2725358065740747495</id><published>2007-03-21T21:31:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T21:34:45.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Faktor Kunci Kredit Rumah</title><content type='html'>Membeli rumah mereka melalui kredit rumah, bisa jadi merupakan ikatan, komitmen atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Karena harga rumah yang mahal maka semakin besar pula kredit rumah yang dibutuhkan dan semakin panjang pula waktu untuk mengembalikannya, biasanya berlangsung sampai antara 10 sampai 15 tahun dari hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan saat ini di pasaran kredit rumah telah banyak terjadi perubahan. Kredit rumah yang banyak disuplai dari bank telah membuat berbagai penawaran yang variatif untuk menarik minat masyarakat agar mau mengambil produk kredit rumahnya. Kenyataan bahwa telah terjadi perubahan di dunia perbankan, dimana banyak pemain lama yang kandas dan adanya pemain baru yang muncul juga semakin menambah suasana kompetisi yang panas. Dengan semakin banyaknya pilihan kredit rumah ini seharusnya memang semakin menguntungkan bagi kita para calon konsumen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya mendapatkan kredit rumah dari bank tidak menjadi lebih mudah dari tahun ke tahun. Untung saja, kita tidak harus membuat antrian panjang di bank untuk mengajukan kredit rumah. Walaupun demikian, proses persetujuan kredit rumah tetap saja harus melalui berbagai tahap proses penyaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumitan itu bahkan terus bertambah dengan macam-macam proses administrasi dan legalisasi yang memang sudah satu paket yang tidak terpisahkan dengan kredit rumah. Belum lagi biaya-biaya seputar transaksi pembelian rumah berikut biaya pengikatan kreditnya, serta biaya administrasi lainnya. Tidak heran jika banyak orang menganggap proses mendapatkan kredit rumah itu sangat panjang dan rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan putus asa, memilih kredit rumah yang sesuai dengan Anda tidak sesulit yang Anda bayangkan, dan berharap agar permohonan kredit rumah Anda disetujui bukanlah tidak mungkin, jika Anda menjalankan beberapa langkah dasar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya membutuhkan pinjaman untuk membeli rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Darimana saya harus mulai ?Area paling penting yang pertama kali harus Anda analisa adalah kemampuan finansial Anda. Tidak ada gunanya jika Anda memaksa meminjam di luar kesanggupan Anda mengembalikannya. Jika Anda melakukannya juga, Anda mungkin berakhir dengan memiliki rumah impian Anda, namun menderita secara finansial ketika dari waktu ke waktu mencoba memenuhi kewajiban pembayaran cicilan kredit rumah yang terlalu besar sambil berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang cenderung meningkat tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana saya memastikan bahwa saya mengambil kredit rumah yang tidak akan membayakan kondisi keuangan saya ?&lt;br /&gt;Pada umumnya bank-bank sebagai pihak yang memberikan pinjaman atau sebagi pihak kreditur akan membantu Anda menghitung berapa jumlah pinjaman kredit rumah yang berada dalam wilayah kesanggupan finansial anda. Ketika menganalisa kesanggupan Anda dalam meminjam, bank bisanya menggunakan 5 faktor sebagai pertimbangan dalam menentukan berapa besarnya pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima faktor itu adalah, penghasilan Anda saat ini, jumlah hutang yang berjalan dan berapa jumlah cicilan hutangnya per bulan, besarnya pembiayaan sendiri, sejarah hutang Anda sebelumnya, dan keberlangsungan penghasilan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui ke 5 faktor kunci ini, diharapkan bisa membantu Anda memperkirakan terlebih dahulu berapa besarnya jumlah kredit rumah yang sanggup Anda pinjam dan yang bisa disetujui bank Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Penghasilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Untuk menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan saat ini, biasanya bank menggunakan metode yang sederhana saja yaitu menggandakan penghasilan utama ditambah penghasilan ke dua, yang biasa dikenal dengan metode “ tiga ditambah satu “. Jadi jumlah pinjaman maksimal adalah “3 kali penghasilan utama pertahun, ditambah satu kali penghasilan ke dua per tahun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Contohnya begini jika, jika pasangan suami istri mengajukan kredit rumah, dimana penghasilan suami Rp 5 juta perbulan atau Rp 60 juta pertahun, dan penghasilan istri Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun, maka bank kemungkinan akan bisa memberikan maksimal pinjaman sampai dengan jumlah Rp 216 juta. Namun jika Anda masih single maka yang diperhitungkan adalah penghasilan utama saja sebab belum memiliki joint income dengan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jenis penghasilan yang dipertimbangkan oleh bank bervariasi, namun secara umum penghasilan yang rutin dan terjamin atau sudah pernah diterima secara rutin dimasa lalu-lah yang diperhitungkan. Sebaliknya penghasilan yang tidak rutin atau sesekali saja seperti uang lembur, kemungkinan besar akan diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bank juga akan membutuhkan bukti tertulis yang bisa memverifikasi penghasilan Anda dan untuk mengecek kebenarannya kemungkinan akan langsung bertanya kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Bukti tertulis yang diminta berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja, kemudian fotocopy dari buku tabungan Anda selama 3 bulan terakhir. Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data keuangan yang diminta biasanya berupa fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memverifikasi usaha Anda biasanya juga diminta data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Namun dengan kriteria ini, apa boleh buat, buat Anda yang penghasilannya kecil maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil, dan semakin besar penghasilan Anda, maka semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Hutang atau kewajiban yang berjalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Jika saat ini Anda sudah memiliki hutang yang berjalan, dengan kewajiban pembayaran cicilan hutang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda. Hal ini disebabkan kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda dalam mengambil pinjaman berikutnya, juga mengurangi kemampuan Anda dalam membayar cicilan hutang bulanan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bayangkan jika kita sudah memiliki cicilan hutang saat ini, kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah. Berapa banyak penghasilan kita yang sudah dihabiskan untuk membayar cicilan hutang saja ? Jika cicilan hutang kita terlalu besar, akibatnya kita akan kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga lainnya. Bank tidak ingin Anda terus mengalami kesulitan likuiditas ini selama dalam masa pembayaran kredit rumah Berapa besar jumlah pinjaman kredit rumah yang akan disesuaikan akan tergantung dari besarnya jumlah hutang yang berjalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Penyesuaian biasanya dilakukan dengan dua pendekatan – bank akan mengurangi jumlah pinjaman kredit rumah, atau menyesuaikan besarnya jumlah cicilan bulanan. Batas maksimal total cicilan hutang bulanan sebuah keluarga yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan keluarga. Berdasarkan metode kedua maka bank akan menyesuaikan besarnya jumlah cicilan kredit rumah, agar jika ditambahkan dengan cicilan hutang sebelumnya jumlahnya tidak melebihi batas maksimal tadi. Kesimpulannyanya semakin banyak hutang Anda yang berjalan, maka semakin kecil kemungkinan mendapatkan pinjaman baru dari bank atau tidak sebesar yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Besarnya pembiayaan sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Terlepas dari faktor penghasilan seseorang, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan dibeli. Namun pada umumnya bank tidak memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah, namun rata-rata sekitar 70%nya saja dari harga rumah, sisanya harus dibiayai sendiri oleh Anda.Pada kenyataannya saat ini beberapa bank bahkan mau membiayai sampai sebesar 80% hingga 90% dari harga rumah. Bank memang meminta calon peminjam untuk turut membiayai pembelian rumahnya, yang dianggap sebagai uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Uang muka ini harus Anda siapkan sendiri, sehingga walaupun Anda membeli rumah dengan kredit rumah, Anda tetap harus mempersiapkan sejumlah uang tunai untuk sisa harga rumah yang tidak dibiayai bank. Semakin besar kemampuan pembiayaan sendiri, maka semakin kecil pula risiko untuk bank, sehingga semakin besar peluang Anda mendapatkan kredit rumah. Namun dilain pihak, jika jumlah pembiayaan sendiri semakin besar maka jumlah pembiayaan dari bank semakin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   4. Sejarah hutang sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Jika Anda pernah memiliki sejarah hutang yang kurang baik sebelumnya, maka jangan heran jika pada saat ini lebih sulit bagi Anda untuk mendapatkan pinjaman bank. Begitu permohonan kredit rumah Anda diterima bank maka bank segera akan mencari data-data sejarah hutang Anda dimasa lalu. Apakah Anda pernah punya cicilan hutang yang macet di tempat lain dan belum selesai sampai sekarang, apakah pernah berurusan dengan pengadilan sehubungan dengan perkara pinjam meminjam. Kebijakan masing-masing bank berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi tentang sejarah hutang masa lalu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jika perkaranya sudah selesai dan Anda telah mengatakan sebelumnya kepada pihak bank sebelum diminta – atau sebelum bank mencari tahu sendiri, mungkin bisa jadi nilai tambah buat Anda dan meningkatkan kepercayaan bank kepada Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   5. Keberlangsungan penghasilan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik. Paling tidak pada perusahaan yang sekarang ini masa kerja Anda sudah lebih dari 2 tahun dan sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Buat Anda yang berwirausaha, maka bank akan sangat mempertimbangkan berapa lama bisnis Anda sudah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sederhana karena semakin lama usia bisnis tersebut berarti sudah berjalan cukup baik dan lebih berpengalaman untuk bisa bertahan di masa yang akan datang. Minimal 2 tahun dari usaha yang berjalan dinilai cukup aman oleh bank dalam memberikan kredit kepada para wirausahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kerja dan status kepegawaian bagi Anda yang karyawan, kemudian lamanya usaha Anda sudah berjala bagi Anda yang pengusaha, merupakan hal-hal yang dipertimbangkan bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, dan tentunya mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman nanti. Intinya semakin terjamian keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, maka kemungkinan bank memberikan pinjaman sebesar yang Anda butuhkan semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Mike Rini&lt;br /&gt;Perencana Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Mike Rini&lt;br /&gt;Dikutip dari Danareksa.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-2725358065740747495?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/2725358065740747495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=2725358065740747495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2725358065740747495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/2725358065740747495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/faktor-kunci-kredit-rumah.html' title='Faktor Kunci Kredit Rumah'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-105045317243674764</id><published>2007-03-15T22:37:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T21:45:06.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Menyiasati Biaya Pernikahan</title><content type='html'>Pernikahan adalah sebuah momen yang akan dikenang sepanjang hidup seseorang. Bagaimana tidak, pernikahan menyatukan dua manusia menjadi satu keluarga. Pernikahan juga menyambung silaturahmi antara dua keluarga besar menjadi saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Karena masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya diprioritaskan. Seperti untuk membeli rumah dan kendaraan sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya. Yang perlu dikhawatirkan oleh seseorang yang siap menikah bukanlah biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah itu untuk bisa mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar kecilnya biaya yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di rumah atau sewa gedung?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau pernikahannya diadakan di gedung saja. Namun tentunya akan ada konsekuensi dari segi biaya. Yaitu adanya pos pengeluaran untuk membayar sewa gedung. Maka bisa jadi harga sewa gedung bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan digunakan. Jangan sampai anggaran pernikahan Anda tersedot habis untuk biaya sewa gedung, karena masih banyak pengeluaran lain yang juga tidak kalah besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan terkecoh dengan iklan biaya sewa gedung yang murah, tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut. Apakah sudah termasuk kursi dan lainnya. Lalu apakah ada tambahan untuk perizinan, listrik dan sebagainya. Dan ingat, biaya yang akan dikeluarkan bukan cuma untuk menyewa gedung saja melainkan juga untuk sarana pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan sebagainya. Mau tidak mau Anda akan diminta untuk menggunakan katering atau dekorasi dari rekanan gedung tersebut. Tentunya harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar, bisa jadi pengelola gedung memasang standar harga yang relatif murah untuk sewa gedungnya tapi mematok harga yang cukup mahal untuk kateringnya. Jadi untuk membandingkan mana yang lebih murah, hitung biaya sewa, katering, dekorasi dan biaya tambahan lainnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, cermati juga kapasitas gedungnya. Tentunya Anda tidak ingin tamu undangan Anda berdesak-desakan karena gedungnya terlalu kecil. Pilih gedung yang memang bisa menampung undangan sebanyak yang direncanakan, tapi jangan juga memilih gedung yang terlalu besar. Selain biayanya lebih mahal, acaranya juga bisa terkesan sepi karena ruangannya terlihat kosong. Bukan cuma ukuran ruangannya lho yang harus dilihat, cermati juga kapasitas tempat parkiranya agar tidak menggangu lingkungan sekitar. Survey langsung dan lihat seberapa banyak kira-kira daya tampung tempat duduk, orang berdiri, dan parkirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan anggaran terbatas, akan lebih ekonomis mengadakan acara pernikahannya di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih repot, tapi penghematannya juga bisa lumayan besar. Malah bisa jadi penentuan tempat di rumah atau di gedung adalah faktor pertama yang menentukan besar atau tidaknya biaya yang diperlukan. Apalagi kalau Anda punya keluarga besar yang bisa dengan senang hati membantu, kenapa tidak minta tolong saja kepada mereka. Saya percaya mereka tidak akan keberatan. Malah akan menjadi kebahagiaan mereka juga untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara pernikahan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jumlah Undangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah gedung, faktor kedua yang paling penting untuk menentukan besar kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah tamu yang diundang. Bukan cuma biaya cetak undangan saja yang diperhitungkan, jumlah tamu yang diundang juga akan mempengaruhi kapasitas gedung yang harus disewa, banyaknya makanan yang dipesan dan sebagainya.Tentunya tidak mungkin mengadakan pesta kecil-kecilan saja sedangkan Anda mengundang begitu banyak orang. Dan menjadi mubazir juga kalau mengadakan acara besar hanya untuk sedikit orang yang diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pernikahan bukan cuma acaranya pasangan pengantin, tapi juga acara bagi kedua keluarga besar besan. Jangan lupa untuk menghitung jumlah yang akan diundang oleh pihak pengantin laki-laki, pengantin perempuan, dan kedua keluarga besan. Pastikan Anda sudah punya perkiraan jumlah undangan sebelum mencetak undangan dan memesan gedung. Akan lebih baik lagi kalau daftar namanya pun sudah siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wedding Organizer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkadang untuk menyiapkan sendiri teknis acara pernikahan, akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian. Padahal, masih banyak hal lain yang perlu disiapkan menghadapi hari H. Dan tentunya akan lebih merepotkan lagi kalau belum pernah menjadi panitia acara pernikahan sebelumnya,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding organizer. Bukan cuma acara di gedung saja, wedding organizer pun bisa membantu Anda untuk menyiapkan acara pernikahan yang diadakan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang akan ada tambahan dari segi biaya, tapi kalau pekerjaan yang mereka lakukan bisa banyak membantu Anda, rasanya tidak mengapa keluar lebih banyak uang untuk sesuatu yang memang berharga. Dan bukan tidak mungkin kalau total biaya yang harus dikeluarkan justru bisa dihemat. Karena mereka lebih berpengalaman, bisa jadi mereka sudah punya langganan yang bisa memberikan diskon atau punya konsep dekorasi yang bagus tapi tidak mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lebih praktis dengan sistem paket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari Anda mungkin merencanakan acara pernikahan dengan batasan anggaran. Artinya, Anda tidak mau pusing-pusing menghitung biaya yang harus dikeluarkan per item seperti undangan, dekorasi, gedung, katering, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan ketika memesan makanan di restoran fast food, daripada pusing memilih menu, pilih saja paket yang sudah ada. Yang menyediakan sistem paket ini biasanya selain wedding organizer juga hotel dan pengelola gedung. Harganya juga bervariasi, mulai dari 5 juta untuk yang sederhana sampai yang ratusan juta rupiah juga ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memilih paket yang sudah tetap harganya. Atau bisa juga paket yang dihitung per orang. Untuk paket yang sudah tetap harganya, Anda bisa memilih sesuai dengan batasan anggaran, namun tentunya harus rela untuk membatasi undangan sesuai dengan paketnya. Sedangkan untuk paket per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Sedangkan untuk paket yang dihitung per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Tips Menghemat Biaya Pernikahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Gedung tak harus strategis&lt;/span&gt; Tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah untuk mendapatkan ruangan yang cukup besar menampung semua tamu dan tidak repot menyiapkannya. Tidak perlu gedung yang lokasinya sangat strategis agar tamu mudah menjangkaunya, karena tamu undangan memang sudah berniat untuk datang dimanapun lokasinya. Untuk menghemat biaya gedung, lokasinya mungkin tidak usah yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah dicari dan aksesnya jalannya baik. Tidak usah juga gedung yang terlihat mewah karena toh nantinya juga akan didekor. Yang penting bisa menampung semua tamu undangan yang hadir. Bahkan kalau bisa, pilih gedung yang tidak komersil, dalam arti tidak disewakan secara khusus untuk mengadakan acara-acara tertentu. Mungkin Anda pernah menghadiri sebuah acara pernikahan di mesjid, gedung olah raga, atau mungkin balai warga di lingkungan rumahnya. Saya rasa tidak diterapkan tarif komersil untuk acara tersebut. Kalaupun harus membayar uang sewa, Anda tidak diharuskan memilih katering dan dekorasi dari rekanan pengelola yang tarifnya lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Di rumah pun bisa lebih indah &lt;/span&gt;Acara pernikahan yang baik tidak harus di tempat yang mewah, rumah sendiri pun bisa disulap menjadi tempat acara yang indah. Ingat, faktor pertama yang mempengaruhi besar atau kecilnya biaya adalah tempat. Pernikahan di rumah sendiri bisa menghemat banyak pos pengeluaran seperti untuk sewa tempat dan katering. Bahkan di rumah pun bisa lebih indah, tinggal bagaimana kita mengaturnya saja. Kalau punya halaman luas, Anda bisa memasang tenda tertutup yang bisa menampung banyak tamu. Memang akan lebih mahal daripada tenda biasa yang terbuka, tapi tentunya masih lebih murah daripada menyewa gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Bijak memilah undangan &lt;/span&gt;Faktor kedua yang menentukan besar atau kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah undangan. Kalau Anda dibatasi oleh kuota jumlah undangan, pilih dengan baik siapa saja yang akan diundang. Mulai dari yang terdekat, baru kemudian yang jauh. Dekat bisa dalam arti hubungan dan dekat dalam arti tempat tinggal. Kalau Anda mengadakan acara akad nikah dan resepsi yang terpisah, hal ini bisa menyiasati banyaknya tamu yang diundang. Undang kerabat, tetangga dan teman-teman di lingkungan sekitar untuk menghadiri acara akad nikah yang diadakan di rumah. Sedangkan sisanya yang tidak tinggal dekat dengan rumah bisa diundang untuk menghadiri resepsinya di gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   4. Variatif menghidangkan makanan &lt;/span&gt;Tidak perlu banyak-banyak memesan makanan, yang penting bervariasi. Daripada terlalu banyak menaruh makanan di meja prasmanan utama. Akan lebih baik membuat banyak tempat makanan kecil-kecil yang terpisah dengan hidangan yang berbeda-beda. Selain mengurangi antrian, para undangan juga tidak akan merasa kehabisan makanan karena bervariasinya hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   5. Masih bisa didiskon &lt;/span&gt;Walaupun Anda memilih harga paket, tidak usah sungkan untuk minta diskon. Atau ketika memesan katering, walaupun harganya sudah jelas tertera di brosur, bukan berarti tidak bisa didiskon lho. Negosiasi saja dengan pengelola kateringnya untuk diberikan diskon. Dan perhatikan dengan baik kredibilitas pengelola katering, karena Anda tidak bisa betul-betul menghitung apakah porsi yang dihidangkan sesuai dengan pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;br /&gt;Dikutip dari Majalah Alia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-105045317243674764?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/105045317243674764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=105045317243674764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/105045317243674764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/105045317243674764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/menyiasati-biaya-pernikahan.html' title='Menyiasati Biaya Pernikahan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6999464455002888965</id><published>2007-03-15T22:33:00.000+07:00</published><updated>2007-03-15T22:37:06.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>4 Hal Sebelum Memberi Uang Saku</title><content type='html'>Pernahkah Anda melihat seseorang yang pekerjaannya kelihatan biasa-biasa saja, tetapi memiliki apa saja yang dia inginkan? Sementara impian Anda punya rumah mungil masih dalam khayalan. Begitu juga sebuah mobil yang sudah lama Anda dambakan masih jauh dari jangkauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juli sudah tiba. Tak terasa liburan sekolah sudah hampir selesai. Nah, melewati masa liburan sekolah ini adalah masa yang terus terang paling indah bagi anak-anak kita. Kenapa? Namanya juga libur, siapa sih yang tidak senang? Tapi, mereka pasti tidak akan selamanya terus libur kan? Cepat atau lambat mereka akan segera masuk lagi ke bangku sekolah. Masuk ke bangku sekolah berarti juga kembali lagi belajar seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, salah satu hal yang selalu menjadi pikiran orang tua sekarang adalah tentang berapa uang saku yang sebaiknya diberikan kepada anak-anaknya. Kelihatannya sih ini memang hal yang sepele, tapi kalau Anda tidak cermat dalam memberikan uang saku buat anak-anak Anda, waah....bisa-bisa bikin Anda pusing dong nantinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, berikut ini saya akan mencoba membahas beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memberikan uang saku buat anak-anak Anda. Mudah-mudahan bermanfaat ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 1. Sesuaikan jumlah pemberian uang saku dengan penghasilan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan seberapa besar penghasilan Anda sebelum memutuskan berapa besarnya uang saku yang sebaiknya diberikan untuk anak Anda. Ingat lho, pemberian uang saku kepada anak adalah salah satu pos pengeluaran rutin dalam pengeluaran keluarga, sehingga Anda harus merencanakannya dengan cermat. Apalagi kadang-kadang orang tua juga ingin memanjakan anaknya dengan memberikan uang saku yang cukup besar, karena hal itu bisa memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri. Tapi usahakan agar hal seperti itu jangan sampai dipaksakan, karena kebutuhan rumah tangga Anda kan tidak melulu untuk uang saku anak. Jangan khawatir, ada cara lain kok untuk tetap bisa menunjukkan rasa sayang pada anak, yaitu lewat pemberian hadiah misalnya. Pemberian hadiah kan tidak rutin sifatnya dibandingkan dengan pemberian uang saku. Dengan demikian, keuangan keluarga tetap bisa Anda kendalikan. Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2. Tidak perlu berlebih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Berapa sih sebaiknya jumlah uang saku yang diberikan? Itu mungkin pertanyaan yang sering muncul di kepala Anda. Tentu saja kalau kita bicara tentang jumlah besaran uang saku, angkanya bisa sangat bervariasi. Tapi hal penting yang perlu Anda ingat adalah bahwa jangan sampai Anda memberikan uang saku yang berlebih. Yang paling bijak adalah memberikan uang saku yang cukup dengan kebutuhannya. Ingat, kalau anak diberikan uang saku yang berlebih, umumnya mereka akan cenderung menghabiskan uangnya karena merasa bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan jumlah uang yang mereka punya. Beda kan kalau jumlah yang mereka dapat tidak besar-besar amat? Repotnya, kalau sudah begini, ada kemungkinan bahwa sifat itu akan terus dibawanya hingga ia dewasa. Nah, lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Terus sekarang bagaimana cara mengetahuinya kebutuhannya supaya Anda tidak memberikan jumlah uang saku yang berlebih? Gampang kok, tanya saja langsung ke anak Anda. Ini biasanya akan sekaligus mengajarkan kepada si anak bahwa ia harus membelanjakan uangnya sesuai dengan kebutuhan yang memang ada, bukan semata-mata karena keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 3. Uang Saku bukan berarti untuk dibelanjakan semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Sebagian besar anak umumnya berpikir bahwa uang saku yang mereka dapatkan akan digunakan semua untuk dibelanjakan. Nah, cobalah berikan pengertian kepada anak bahwa uang saku yang mereka dapatkan sebaiknya tidak semata-mata dibelanjakan. Anda bisa mengajarkan bahwa penting juga untuk menabung dan memberikan sumbangan dari uang sakunya. Selalu ajarkan padanya untuk menabung jika memang ada sisa dari uang jajannya. Beri kepercayaan padanya untuk mengelola tabungannya sendiri. Anak bisa memasukkan uangnya di kotak tabungan (celengan) dan kemudian celengan tersebut simpan. Jadi Anda dapat mengetahui bagaimana kebiasaannya menabung. Selain menabung, ajarkan juga kepadanya untuk menyumbang. Hal tersebut akan menumbuhkan rasa kepedulian dan kesadaran sosial pada diri si anak. Katakan padanya bahwa sekecil apapun sumbangan yang ia berikan akan sangat besar manfaatnya bagi orang lain yang mendapatkan sumbangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 4. Ajarkan Kemandirian dalam mengelola uang sakunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Kemandirian dalam mengelola uang memang tidak datang begitu saja. Hal itu memang harus dipelajari. Semakin dini belajar, maka akan semakin baik bagi diri si anak. Nah, kemandirian dalam mengelola uang dapat dimulai dari kemandirian dalam mengelola uang saku yang ia dapatkan. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan uang saku secara mingguan atau bulanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara tersebut, si anak akan belajar untuk mau tidak mau mengelola uang sakunya, karena toh uang saku tersebut dia dapatkan cuma sekali, yaitu pada setiap awal minggu atau awal bulan, untuk kemudian akan dikelolanya untuk seminggu atau sebulan ke depan. Pastikan juga bahwa Anda tidak akan memberikan toleransi uang saku tambahan jika uang saku mingguan atau bulanannya sudah habis. Kecuali, memang karena alasan-alasan yang mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, paling tidak kalau ia sudah dewasa kelak, ia sudah terbiasa dan tahu bagaimana cara mengelola gaji, yang biasanya juga akan ia dapatkan sebulan sekali. Nah, bagaimana bapak ibu? Mudah-mudahan penjelasan di atas tadi bermanfaat ya untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 854/XVI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6999464455002888965?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6999464455002888965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6999464455002888965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6999464455002888965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6999464455002888965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/4-hal-sebelum-memberi-uang-saku.html' title='4 Hal Sebelum Memberi Uang Saku'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-8152115428282731319</id><published>2007-03-09T15:25:00.000+07:00</published><updated>2007-03-09T15:29:42.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Agar Mimpi Bisa Terbeli</title><content type='html'>Pernahkah Anda melihat seseorang yang pekerjaannya kelihatan biasa-biasa saja, tetapi memiliki apa saja yang dia inginkan? Sementara impian Anda punya rumah mungil masih dalam khayalan. Begitu juga sebuah mobil yang sudah lama Anda dambakan masih jauh dari jangkauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pernahkah Anda melihat seseorang yang penghasilannya besar tapi gajinya selalu habis. Dia mungkin seorang manajer di sebuah perusahaan besar atau seorang direktur perusahaan, tapi hidupnya begitu-begitu saja, kalau tidak mau dikatakan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal seperti itu bisa terjadi. Ya, saya mengerti bahwa mungkin sebagian besar dari Anda mengira bahwa penghasilan tinggi yang Anda miliki sekarang akan menjamin kesejahteraan Anda. Tapi jangan salah lho, banyak kok mereka yang memiliki penghasilan tinggi tetap saja tidak bisa menabung dan tidak bisa memperbaiki hidupnya. Sebaliknya, banyak juga orang yang kariernya biasa saja dan memiliki penghasilan terbatas, tapi bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Anda tahu apa yang membedakan keduanya? Cuma satu. Bagaimana Anda melakukan perencanaan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bapak ibu, dalam perencanaan keuangan, apalagi dalam hubungannya dengan keuangan keluarga, terus terang hanya ada dua hal penting yang harus Anda ketahui. Apa itu? Pertama adalah bagaimana mendapatkan penghasilan dan yang kedua, Bagaimana mengelola penghasilan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. BAGAIMANA MENDAPATKAN PENGHASILAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Kadang-kadang saya suka gemas melihat banyak orang yang bertanya kepada saya, "Pak Safir, bagaimana mengelola gaji saya agar cukup membiayai tiga orang anak dengan cicilan utang ini dan itu? Karena sepertinya saya terlalu boros..." Setelah saya lihat, ternyata masalah dia bukan terletak di pengeluarannya terlalu besar, tapi karena penghasilannya terlalu kecil. Repotnya lagi, dia tidak merasa perlu untuk mencari sumber penghasilan lain, dan bahkan pasrah saja terhadap penghasilan yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bapak ibu, hal pertama yang harus Anda kuasai tentang perencanaan keuangan adalah dengan mempelajari bagaimana mendapatkan penghasilan. Sehingga Anda tidak perlu terus-menerus menyalahkan besarnya pengeluaran Anda sebagai penyebab masalah keuangan Anda. Ini karena seringkali penyebab munculnya masalah keuangan adalah bukan pada besarnya pengeluaran Anda, tetapi pada penghasilan Anda yang terlalu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya yakin, beberapa di antara Anda mungkin ada yang mengatakan bahwa berapa pun penghasilan yang didapat itu tidak penting. Lebih penting adalah bagaimana mengelola penghasilan tersebut. Betul sih, tapi kalau penghasilan Anda terlalu kecil ya jangan salahkan penghasilannya dong. Mungkin memang sudah saatnya Anda mulai mencari sumber penghasilan lain. Mungkin dengan membuka usaha sendiri, atau dengan menjual keterampilan menjahit yang Anda miliki. Yang penting, perdalam pengetahuan Anda tentang bagaimana mendapatkan penghasilan. Dengan demikian, Anda tidak terus-menerus menyalahkan pengeluaran Anda yang besar, walau sebenarnya pengeluaran Anda tidak besar-besar amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. BAGAIMANA MENGELOLA PENGHASILAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Setelah mendapatkan penghasilan, hal kedua yang harus Anda lakukan adalah dengan mempelajari bagaimana mengelola penghasilan tersebut. Ini penting karena saya sering melihat ada banyak orang yang memiliki penghasilan besar tapi penghasilannya seperti tidak terasa karena selalu saja habis. Sangat penting bagi Anda mengetahui bagaimana mengelola penghasilan yang Anda dapatkan. Jangan sampai penghasilan yang Anda dapatkan - entah itu besar atau kecil - habis begitu saja untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang bisa Anda lakukan dalam mempelajari bagaimana mengelola penghasilan yang sudah Anda dapatkan? Yang jelas, Anda perlu melakukan prioritas-prioritas pengeluaran yang Anda anggap paling penting sampai pada pengeluaran yang tidak terlalu penting. Jangan lupa mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, dan waspadai juga pos-pos pengeluaran yang berpotensi untuk jadi besar kalau tidak dijaga dengan baik. Mudah-mudahan dengan cara-cara seperti itu, Anda bisa lebih berhasil dalam mengelola keuangan Anda. Dan Anda pun bisa mewujudkan mimpi-mimpi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 843/XVI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-8152115428282731319?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/8152115428282731319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=8152115428282731319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8152115428282731319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/8152115428282731319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/agar-mimpi-bisa-terbeli.html' title='Agar Mimpi Bisa Terbeli'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-5313127834871146198</id><published>2007-03-04T00:27:00.000+07:00</published><updated>2007-03-04T00:29:52.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Kebutuhan vs Keinginan</title><content type='html'>Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;br /&gt;Dikutip dari Majalah ALIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-5313127834871146198?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/5313127834871146198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=5313127834871146198&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5313127834871146198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/5313127834871146198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/kebutuhan-vs-keinginan.html' title='Kebutuhan vs Keinginan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3372204227744527097</id><published>2007-02-28T13:17:00.000+07:00</published><updated>2007-02-28T13:21:07.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Arisan : Untung atau Rugi ?</title><content type='html'>Annisa, seorang lulusan perguruan tinggi ternama baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan. Belum genap sebulan bekerja, ia belum lagi memiliki banyak kenalan disana. Hanya rekan-rekan dari satu bagian saja yang dikenalnya. Dari bagian lain, baru beberapa saja yang sudah diingat namanya dengan baik. Sisanya, “cuma kenal muka tak tahu nama” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini ia menerima sepucuk surat di meja kerjanya. Undangan untuk ikut arisan kantor. “Hmm.... lumayan nih, bisa jadi ajang sosialisasi” begitu pikirnya sambil mencatat tanggal dan waktu arisan itu ke dalam agendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Annisa lain pula Komar. Komar sudah sangat lama bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan bisa dibilang dia termasuk beberapa orang generasi awal yang sudah bekerja sejak perusahaan itu berdiri. Komar juga ikut dalam arisan itu, walau dengan alasan yang berbeda. Komar ikut arisan dengan alasan belajar menabung katanya. Dan bukan cuma di kantorya saja, ternyata ia juga ikut berbagai macam arisan juga di lingkungannya. Ada arisan keluarga, RT, RW, organisasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan Anne, dia sepertinya paling benci dengan yang namanya arisan. “Ngapain ikut arisan, cuma ajang ngerumpi aja” begitu katanya. Dia juga berpikir bahwa yang namanya arisan tidak memiliki keuntungan sama sekali dari segi keuangan. “Dapetnya kan sama saja dengan jumlah iuran kita. Mending diinvestasikan biar dapet untung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk yang manakah Anda. Seperti Annisa yang ikut arisan dengan tujuan untuk bersosialisasi? Seperti Komar yang ikut arisan untuk balajar menabung? Atau seperti Anne yang menggap tidak untungnya ikut arisan? Sebenarnya, apakah arisan itu menguntungkan atau merugikan sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin yang namanya arisan sudah tidak asing lagi bagi Anda. Tapi untuk membahasnya lebih lanjut, tak ada salahnya kita kupas dulu seperti apa sih arisan itu. Arisan adalah sebuah kegiatan mengumpulkan uang oleh beberapa orang dengan nilai yang sama. Uang yang terkumpul tersebut kemudian dimenangkan oleh salah seorang dengan cara mengundinya. Pengumpulan uang dan undian ini diadakan rutin secara berkala sampai semua orang mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari pengertian itu, maka ada beberapa unsur dalam arisan. Pertama yaitu pertemuan yang diadakan secara rutin dan berkala, kemudian pengumpulan uang oleh setiap anggota dengan nilai yang sama, dan pengundian uang untuk menentukan siapa yang mendapatkan uang yang terkumpul tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekarang kita bahas untung ruginya dari setiap unsur tersebut. Pertama, pertemuan yang rutin dan berkala. Inilah alasan kenapa Annisa ikut arisan, sebagai sarana bersosialisasi. Sosialisasi tentunya punya efek positif dan negatif. Positifnya adalah arisan bisa menjadi ajang silaturrahim dengan orang-orang yang sudah Anda kenal sebelumnya. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan teman baru disana. Dan bila Anda jeli, pertemuan arisan bisa juga dijadikan sarana pemasaran dan membuat jaringan. Tapi negatifnya, kadang kala pertemuan arisan bukannya menjadi ajang pertemuan yang baik alih-alih menjadi ajang gosip yang tentunya tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur yang kedua yaitu pengumpulan uang oleh setiap anggota dengan nilai yang sama dalam setiap pertemuan. Bagi Komar, ini adalah kelebihan dari arisan yang ia manfaatkan. Yaitu sebagai sarana untuk belajar menabung. Kalau menabung sendiri, seringkali ia tidak berhasil. Seringkali walau sudah dianggarkan tapi uang yang seharusnya ditabung akhirnya terpakai untuk hal yang lain. Dan kalaupun sudah berhasil menyisihkan untuk ditabung, tapi kadangkala masih ditarik lagi kalau tabungannya dipegang sendiri. Tapi yang harus diwaspadai adalah, jangan sampai iuran arisan itu sendiri malah memberatkan bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, penyerahan uang yang terkumpul kepada pemenang yang ditentukan melalui pengundian. Kalau Anda punya keinginan untuk membeli sesuatu namun kesulitan untuk mengumpulkan uangnya sendiri, arisan mungkin bisa menjadi solusi bagi Anda. Tapi dengan catatan, Anda tidak benar-benar harus membeli barang tersebut dalam waktu yang sudah pasti. Namanya juga undian, Anda tidak tahu kapan akan menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita simpulkan, ada beberapa segi positif atau keuntungan dari arisan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Ajang silaturrahim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Kata orang bijak, silaturrahim akan memanjangkan umur. Siapa sih yang tidak mau panjang umur? Ada banyak tips kesehatan untuk memanjangkan umur. Tapi saya rasa masih lebih mudah dan murah untuk bersilaturrahim dengan arisan untuk memanjangkan umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Mendapatkan kenalan baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Bagi Anda yang menjadi orang baru di suatu lingkungan atau organisasi, ini adalah sarana yang efektif untuk mendapat kenalan baru. Bukan cuma anggota arisan, terkadang ada juga anggota arisan yang membawa teman atau keluarganya mengikuti pertemuan arisan. Dalam ilmu pemasaran, setiap kenalan akan menjadi captive market Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Sarana pemasaran dan membuat jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Kalau Anda perhatikan, dalam setiap pertemuan arisan, selalu saja ada yang membawa barang dagangan untuk dipasarkan disitu. Entah itu makanan, pakaian, bahkan sampai perhiasan. Kalau Anda sesuatu untuk dipasarkan, saya rasa pertemuan arisan bisa menjadi tempat yang bagus untuk memasarkannya. Tidak harus dalam bentuk barang, keahlian Anda pun bisa dipasarkan disana. Dan tidak harus dengan terang-terangan menawarkan jasa karena dengan memperkenalkan diri sebagai penjahit misalnya, Anda secara tidak langsung sudah menawarkan jasa jahitan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   4. Sarana belajar menabung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Ini adalah alasan kebanyakan orang ketika memutuskan untuk ikut arisan, sebagai sarana belajar menabung. Karena biasanya, kalau orang lain yang menagih kita untuk ikut arisan itu akan lebih efektif daripada kita menagih diri kita sendiri untuk menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tapi seringkali orang lupa, bahwa yang namanya belajar menabung, tidak harus seterusnya, cukup sampai sudah bisa berdisiplin untuk menabung sendiri. Kalau memang sudah bisa menabung sendiri, buat apa lagi pakai arisan sebagai sarana belajar. Kan Anda sudah bisa melakukannya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   5. Proses perencanaan keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Nah, alasan ini sangat cocok untuk Anda yang punya keinginan untuk membeli sesuatu tapi ga mau repot menyimpan uang sampai terkumpul. Atau malah sengaja ingin mempercepat memilikinya daripada mengumpulkan uangnya dan menunggu sampai cukup. Kalau mengumpulkan uangnya sendiri, kita baru bisa membelinya kalau uangnya sudah terkumpul semua. Tapi dengan ikut arisan, walau tidak pasti, kita kan punya kesempatan untuk bisa memilikinya lebih awal. Tapi ingat, ini undian. Jadi jangan mengandalkan arisan ini kalau kebutuhannya mendesak dan sudah pasti waktunya. Arisan hanya efektif digunakan sebagai sarana perencanaan keuangan kalau yang ingin Anda beli memang tidak terlalu mendesak dan bisa fleksibel waktunya. Dan kalau mau lebih efektif lagi, saya sarankan agar ikut saja arisan barang yang memang sesuai dengan kebutuhan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana dengan sisi negatifnya? bagaimana dengan pendapat Anne yang menganggap asuransi tidak menguntungkan secara keuangan? Bukankah lebih baik berinvestasi daripada ikut arisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat, pendapat Anne memang ada benarnya juga. Arisan seringkali jadi ajang ngerumpi daripada pertemuan yang mempererat silaturrahim. Tapi dalam hal ini, saya rasa Anda sendiri yang bisa menilainya dengan memilih organisasi atau lingkungan yang baik untuk ikut arisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita lihat dari segi keuangan, memang arisan tidak memiliki keuntungan, dalam arti uang yang kita tabungkan selama satu putaran sama saja dengan yang kita dapatkan. Bedanya adalah, kalau kita dapat di awal, kita seperti mendapatkan pinjaman yang bisa kita cicil pembayarannya tanpa bunga. Tapi kalau dapatnya di akhir, kita seperti menabung tanpa dapat bunga atau bagi hasil. Walaupun tidak ada keuntungan secara langsung dalam arti ada kelebihan dari uang yang kita tabung, tapi ada satu pelajaran berharga yang bisa petik disana. Yaitu pelajaran untuk bisa secara disiplin menabung. Dan pelajaran ini lebih penting dari keuntungan uang yang tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah Anda bisa menyisihkan uang dengan disiplin, maka arisan ini menjadi kalah menarik jika dibandingkan dengan investasi. Oleh karenanya, saya menyarankan agar Anda tidak mengandalkan arisan untuk belajar menabung lagi kalau memang sudah bisa menabung sendiri. Alihkan dana yang selama ini biasa disisihkan untuk ikut arisan menjadi setoran rutin investasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ikut arisan!! semoga bisa mengambil manfaatnya dan meninggalkan mudharatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;br /&gt;Dikutip dari Majalah ALIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3372204227744527097?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3372204227744527097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3372204227744527097&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3372204227744527097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3372204227744527097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/arisan-untung-atau-rugi.html' title='Arisan : Untung atau Rugi ?'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3352441816419816486</id><published>2007-02-25T20:21:00.000+07:00</published><updated>2007-02-25T20:25:38.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Agar Anggaran Hiburan Tidak Kebablasan</title><content type='html'>Kali ini, saya akan berbicara tentang hiburan. Ya, bicara tentang hiburan. Tak bisa dipungkiri bahwa hiburan memang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, selama ini hiburan seringkali diartikan secara sempit, seperti nonton film atau nonton konser. Tapi sebenarnya, perlu dipahami bahwa arti hiburan itu sendiri sebetulnya luas lho. Misalnya nih: Anda datang ke bioskop untuk menonton film, itu sudah termasuk hiburan. Anda mendengar musik di radio tape Anda di rumah, itu juga sudah hiburan. Anda pergi ke restoran dan makan bersama teman-teman Anda, itu juga hiburan. Apa lagi? Banyak, kan? Apa pun itu, asalkan sifatnya bisa menghibur diri Anda sendiri, bisa dikatakan sebagai hiburan. Entertaint kata kerennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, yang namanya hiburan itu butuh biaya. Katakan saja kalau Anda nonton di bioskop, Anda bisa keluar uang sekitar Rp 10.000 - 25.000 untuk satu orang. Memang sih, kelihatannya cukup murah. Tetapi dalam satu bulan, Anda kan tidak mungkin hanya nonton saja? Coba lihat, apakah daftar pengeluaran hiburan di bawah ini kelihatannya mirip-mirip dengan kondisi Anda atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PENGELUARAN HIBURAN SELAMA BULAN FEBRUARI 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Nonton Bioskop, 2 orang                        :                                                         Rp  30.000&lt;br /&gt;2.Beli CD Musik Original, 2 keping                :                                           Rp  80.000&lt;br /&gt;3.Beli Kaset, 3 buah                        :                                                                    Rp  60.000&lt;br /&gt;4.Makan di luar 5 kali dalam sebulan&lt;br /&gt;(dengan teman-teman sekantor, pasangan, serta keluarga)    :Rp 500.000&lt;br /&gt;5.Beli VCD, 3 buah                            :                                                                      Rp 150.000&lt;br /&gt;                                                                                                        -------------- &lt;br /&gt;                                                                                              Total                                :Rp 820.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan juga, kan jumlahnya? Memang, itu cuma contoh. Beberapa dari Anda mungkin ada yang punya pengeluaran hiburan yang lebih kecil. Tapi pasti banyak juga yang bisa jauh lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tulisan saya kali ini tidak bertujuan untuk menyalahkan pengeluaran yang telah Anda keluarkan untuk hiburan, karena biar bagaimanapun, sebagai manusia biasa, kita juga perlu mengistirahatkan pikiran kita dari pekerjaan sehari-hari yang menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hiburan adalah salah satu aktivitas yang bisa kita lakukan. Artinya, hiburan juga bisa membantu kita mengisi baterai kita sebelum kita mengerjakan kembali aktivitas kita sehari-hari. Jadi, apa yang perlu Anda lakukan adalah dengan tetap menge luarkan uang untuk hiburan Anda sehari-hari. Hanya kali ini, cobalah melakukannya secara cerdas. Mari kita bahas satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nonton Film&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, nonton film bisa dikatakan sebagai aktivitas hiburan yang paling banyak penggemarnya. Dunia hiburan film kita pada saat ini masih didominasi oleh film-film Hollywood, mulai dari film drama, suspense, detektif sampai action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda senang menonton film sebagai sarana hiburan Anda melepas lelah setelah seminggu bekerja, mungkin inilah hiburan yang biasanya Anda lakukan minimal sebulan sekali, mengingat hampir setiap bulannya selalu saja ada film bagus yang diputar. Namun ada cara yang lebih murah adalah menyewa atau membeli VCD jauh lebih murah daripada kalau Anda harus nonton ke bioskop. Iya dong, kalau nonton di bioskop bisa Rp 10.000 s/d 25.000 untuk satu orang, mungkin dengan harga yang sama Anda bisa menyewa 2 atau 3 VCD. Atau, kalau VCD tersebut Anda beli, Anda tinggal menambah beberapa puluh ribu rupiah lagi, dan VCD itu bisa Anda tonton sepuas-puasnya. Jadi, urut-urutan dari yang paling mahal sebagai berikut: Nonton di bioskop (paling mahal), Beli VCD (lebih murah), Sewa VCD (paling murah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, masing-masing pengeluaran di atas ada kelebihan dan kekurangannya. Nonton di bioskop memang mahal, tetapi jelas akan menimbulkan sensasi tersendiri. Suara film yang sangat jernih, keras, dengan layar yang sangat lebar, plus suasana temaram, dengan kelompok orang yang juga menonton bersama-sama Anda dan mengeluarkan ekspresi yang sama dengan Anda, bagi sebagian orang sangat mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli VCD? Jelas tidak akan mendapatkan suasana bioskop, walaupun - kalau VCD yang Anda beli adalah original - mutu gambar yang akan Anda dapatkan biasanya sama bagusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ini jelas jauh lebih murah karena filmnya bisa Anda putar berkali-kali sampai VCD Player Anda rusak. Sewa VCD bagaimana? Paling murah memang, tapi Anda paling-paling hanya bisa menontonnya beberapa hari. Belum kalau VCD yang Anda sewa adalah VCD bajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu yang mana yang harus Anda pilih? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut sejumlah tips agar kocek Anda untuk nonton film tidak perlu terlalu banyak keluar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Kalau Anda belum pernah menonton film dengan judul tertentu, dan Anda ingin sekali menontonnya, mungkin menyewa VCD bisa jadi yang paling murah. Karena kalau ternyata film tersebut jelek, toh Anda tidak keluar terlalu banyak uang kan?&lt;br /&gt;  2. Beli VCD kalau memang Anda yakin bahwa film tersebut cukup baik, dan layak Anda koleksi. Jangan membeli semua VCD dari semua film yang ingin Anda tonton.&lt;br /&gt;  3. Sesekali, tetaplah datang ke bioskop. Tetapi jaga jangan sampai berlebihan. Cukup 2 - 3 sebulan. Selebihnya, Anda toh punya VCD Player yang bisa Anda manfaatkan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengar Musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda suka musik? Kalau Anda suka musik, Anda mungkin juga menganggap musik sebagai salah satu alternatif hiburan pelepas lelah. Hanya ada dua pilihan untuk mendengarkan musik, beli kaset atau CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas CD memang jauh lebih bagus dibanding kaset, begitu juga harganya, lebih mahal. Nah, tips di bawah ini bisa Anda pakai untuk menimbang-nimbang untuk memutuskan membeli kaset atau CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Karena harga CD lebih tinggi, tak ada salahnya Anda hanya membeli CD kalau memang Anda yakin bahwa lagu-lagunya cukup enak untuk dinikmati dari sebuah CD. Sayang kan, kalau Anda membeli CD dengan harga yang cukup tinggi tetapi lagu-lagunya biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Budget, budget, budget. Anggarkan pengeluaran Anda. Coba batasi berapa pengeluaran maksimal yang akan Anda lakukan setiap bulannya untuk membeli kaset atau CD. Tentu saja, anggaran tidak dibuat untuk membatasi kenikmatan Anda. Tetapi anggaran dibuat agar Anda bisa merencanakan apakah gaji Anda bulan depan akan habis hanya untuk hiburan yang satu ini atau tidak. Coba batasi, mungkin Rp 100 ribu sebulan, 300 ribu sebulan, atau 400 ribu sebulan. Terserah Anda. Yang penting: batasi, dan patuhi batas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makan di Luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wah... tidak bisa dipungkiri nongkrong di kafe/resto seringkali menjadi hiburan pelepas lelah. Mereka datang untuk mencari suasana. Contohnya, kalau Anda pergi bersama teman-teman sekantor, Anda mungkin akan datang ke tempat-tempat yang enak digunakan untuk acara makan ramai-ramai, plus musik yang dimainkan oleh band dengan tiga orang vokalis. Mungkin bukan makannya yang Anda cari, tetapi suasana riuhnya. Atau, kalau Anda pergi bersama keluarga, mungkin Anda akan datang ke resto yang sedikit lebih tenang, karena biasanya anggota keluarga Anda terdiri dari mereka yang umurnya berbeda-beda, dan biasanya anggota keluarga yang tertua tidak begitu menyukai suasana Resto yang terlalu ramai. Bisa juga Anda pergi bersama pasangan, dan Anda mencari tempat yang sangat tenang, temaram dan romantis. Semua itu adalah hiburan, yang tentu saja Anda harus mengeluarkan kocek yang mungkin tidak sedikit untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal harga, biasanya uang yang harus Anda keluarkan akan sangat bergantung pada tempat yang Anda datangi. Semakin bagus dan mewah tempat itu, biasanya uang yang harus Anda keluarkan akan semakin mahal. Tetapi jangan lupa bahwa hal itu biasanya cukup sebanding, karena suasana biasanya mahal harganya. Tentu saja, saya tidak akan menyarankan agar Anda datang ke tempat yang murah dibanding ke tempat yang mahal, karena biasanya masing-masing tempat makan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Tetapi dibawah ini ada sejumlah tips yang mungkin bisa membantu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Kalau Anda pergi beramai-ramai, jangan lupa bahwa biasanya rombongan Anda tidak terlalu peduli tempat makan macam apa yang akan didatangi: apakah restoran mewah di sebuah gedung perkantoran, restoran fast food di lantai dasar pertokoan, atau tempat makan kaki lima di pinggir jalan. Jadi, kalau Anda pergi beramai-ramai dan harus membayari makan rombongan Anda (atau minimal Anda membayar sendiri-sendiri), jangan menganggap bahwa Anda harus selalu mengajak mereka ke tempat yang mahal. Asalkan bersih, biasanya itu sudah cukup. Tidak perlu yang terlalu mahal. Toh, Anda ingin mendapatkan suasana kebersamaannya, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Sama seperti musik, tak ada salahnya pengeluaran ke kafe/resto juga Anda anggarkan. Tidak perlu terlalu sedikit, tetapi juga jangan besar-besar sekali. Paling tidak, Anda perlu pergi makan ke luar sesekali agar tidak bosan terus-terusan makan di rumah. Karena biasanya makan ke luar lebih menuruti kata perut Anda daripada akal sehat Anda. Bagus juga kalau bentuk anggaran Anda ke kafe/ resto tidak dibatasi dalam jumlah uangnya, tetapi dalam frekwensinya. Misalnya, coba batasi pergi ke kafe/resto sekitar 1-2 kali saja seminggu. Itu biasanya akan lebih mudah diingat dan Anda patuhi dibanding kalau bentuk budget itu dalam bentuk uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana? Mudah-mudahan, setelah ini Anda bisa lebih bijak dalam mengatur kocek untuk hiburan tanpa harus mengurangi kenikmatan dari hiburan itu sendiri. Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 836/XVI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3352441816419816486?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3352441816419816486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3352441816419816486&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3352441816419816486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3352441816419816486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/agar-anggaran-hiburan-tidak-kebablasan.html' title='Agar Anggaran Hiburan Tidak Kebablasan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-4303484692640671730</id><published>2007-02-20T15:14:00.000+07:00</published><updated>2007-02-20T15:22:54.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Menyiapkan Dana Haji</title><content type='html'>Labaik…. Allahuma labaik....&lt;br /&gt;Muslim dari seluruh dunia berbagai ras dan suku bangsa datang bondong-bondong menuju ke satu tempat untuk melakukan ibadah haji. Tak peduli kaya, tak peduli miskin, tak peduli dari mana asalnya dan apa pekerjaannya, semuanya berkumpul di tempat yang sama dengan pakaian yang sama dan melakukan hal yang sama. Sungguh, ibadah haji merupakan ibadah yang spesial untuk ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar jamaah yang pulang dari menjalankan ibadah haji merasakan betapa kerinduan mereka begitu tinggi untuk kembali ke sana. Dan bagi yang belum pernah ke sana, namun sudah memiliki niat yang kuat untuk berangkat haji. Biasanya juga memiliki kerinduan yang tidak kalah besarnya untuk segera berangkat ke sana. Mendengarkan pengalaman para haji dan hajjah saja tidaklah cukup, Kerinduan itu hanya bisa diobati dengan datang langsung dan menjalankan ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan setidaknya sekali dalam seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak mudah untuk bisa berangkat haji dan menjadi salah satu tamu Allah. Selain persiapan mental dan fisik yang harus prima, biasanya kendala keuangan menjadi penghalang yang utama. Tidak sedikit jamaah haji asal Indonesia berusia senja di atas umur 40 atau 50 tahun, sebagian mungkin berangkat di usia senja karena baru mendapat hidayah untuk segera berangkat haji, namun sebagian lagi terpaksa menunda karena alasan faktor biaya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mumpung masih muda, mari kita kuatkan niat kita untuk segera berangkat haji ke tanah suci. Biaya bukan kendala kalau memang niat sudah kuat membaja. Tinggal bagaimana kita mengatur strateginya saja, supaya bisa berangkat sesegera mungkin dan menunaikan rukun Islam kelima ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkiraan Biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang biaya haji tidaklah kecil, apalagi kalau kita amati dari tahun ke tahun ternyata hampir selalu mengalami kenaikan. Sebelum krismon, pada saat nilai tukar rupiah terhadap dollar masih rendah, biaya naik haji masih dibawah angka 10 juta. Namun setelah krisis moneter menghantam Indonesia dan nilai tukar dollar pun melambung tinggi, biaya perjalanan ibadah haji (bpih) pun melonjak sampai di atas 20 juta untuk setiap jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita hitung dengan nilai rupiah, BPIH memang melonjak jauh. Karena sebagian besar komponen biaya memang dikeluarkan di luar negeri yang menggunakan mata uang dollar sebagai standar. Ketika nilai tukar rupiah melemah, maka biayanya menjadi bertambah mahal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja fluktuasi harga ini akan menyulitkan untuk melakukan perkiraan berapa biayanya beberapa tahun yang akan datang jika kita ingin menyiapkan dananya dari sekarang. Oleh karena itu, dalam merencanakan biaya naik haji, gunakanlah perkiraan harga dalam mata uang dollar atau dalam bentuk logam mulia emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dinilai dalam dollar atau emas, biaya perjalanan ibadah haji yang ditetapkan pemerintah berkisar antara US$ 2.500 – 3.000 per jamaah, atau sekitar 250 – 300 gram emas murni. Angka inilah yang bisa kita jadikan sebagai target pengumpulan dana untuk naik haji kelak, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabungan Haji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan memiliki sebuah produk yang dikhususkan untuk nasabahnya yang akan segera berangkat ke tanah suci. Produk seperti ini bisa bermacam-macam namanya. Ada sebagian bank yang menamakannya Tabungan Haji Indonesia, ada juga yang menyebutnya Tabungan Arafah atau Tabungan Mabrur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun namanya produknya, ini adalah produk tabungan yang bersifat khusus yang diselenggarakan oleh bank. Tabungan ini selain berfungsi sebagai sarana menyimpan uang, juga membantu nasabah dalam hal administrasi pendaftaran haji. Karena tabungan ini khusus dirancang untuk membantu nasabah mempersiapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan cara mendaftarkan nasabah langsung ke Departemen Agama secara on-line melalui SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika waktu pendaftaran haji sudah dibuka, bank akan mendaftarkan nasabahnya sebagai calon jamaah haji hingga mendapatkan kepastian untuk berangkat pada musim haji berikutnya. Bahkan sekarang ini, pemerintah hanya menerima pendaftaran haji melalui tabungan haji di bank agar bisa serentak dan membatasi quota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain dari tabungan haji ini adalah, bank juga dapat memberikan dana talangan pada nasabah yang ingin naik haji tahun itu tapi memiliki kendala arus kas. Bank bisa menyediakan dana talangan pelunasan BPIH sebelum tanggal akhir pelunasan, tentu saja jika bisa dipastikan bahwa nasabah itu mampu untuk mengembalikan dana talangan tersebut sebelum berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya fasilitas tambahan yang diberikan, biasanya bank memberikan bagi hasil yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tabungan biasa. Bahkan kalau dibandingkan nibah bagi hasil tabungan haji bisa jadi hanya setengah dari nisbah tabungan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini biasanya tidak terlalu bermasalah bagi nasabah, karena umumnya niat mereka membuka tabungan haji adalah untuk mendapatkan pelayanan pendaftaran haji, bukan mengharapkan bagi hasil. Yang penting dapat kepastian kursi, bagi hasil kecil tidak masalah. Begitu kira-kira alasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, menurut hemat saya, tabungan haji ini tidak efektif jika dimaksudkan sebagai sarana investasi dalam jangka panjang. Produk ini lebih cocok untuk untuk jangka pendek, dengan niat untuk mengumpulkan uang khusus biaya naik haji dan agar tidak terpakai untuk keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asuransi Haji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma bank yang mengeluarkan produk tabungan khusus untuk ibadah haji, perusahaan asuransi pun tak mau ketinggalan menciptakan produk asuransinya khusus untuk masyarakat yang ingin menyiapkan dana untuk naik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme asuransi ini sebetulnya hampir sama dengan asuransi dwiguna lainnya seperti asuransi pensiun atau asuransi pendidikan. Yaitu asuransi yang mengandung unsur proteksi dan investasi. Setiap premi yang dibayarkan sebagian dialokasikan untuk proteksi dan sebagian lagi dialokasikan untuk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asuransi haji, kita bisa melakukan penyiapan dana yang lebih terencana dan terjadwal dengan baik. Anda hanya perlu menetapkan target kapan akan naik haji, maka perusahaan asuransi bisa menghitungkan untuk Anda berapa kira-kira setoran yang harus dibayarkan untuk mencapai target tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan jugalah yang punya keputusan. Jika terjadi hal diluar rencana seperti kematian misalya, asuransi akan memberikan santunan kepada ahli waris. Selain itu, asuransi juga dapat memberikan biaya penyelenggaraan ibadah haji kepada keluarga yang ditinggalkan. Jika sang ayah sudah susah payah mengumpulkan sejumlah uang untuk naik haji namun ajal sudah keburu menjemput, maka istrinya atau anaknya bisa menggantikannya berangkat haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Emas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat orang-orang tua jaman dulu, mereka bisa pergi haji dengan menjual tanah, emas atau hewan ternak mereka. Itulah alat investasi jaman dahulu, benda-benda yang memiliki nilai yang naik atau setidaknya tidak habis dimakan waktu. Dan yang paling efektif biasanya adalah dalam bentuk emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena emas memiliki nilai yang stabil jika dibandingkan dengan kenaikan harga (inflasi) dan juga stabil jika dibandingkan dengan nilai mata uang asing, maka emas bisa menjadi alat investasi yang efektif untuk menyiapkan dana naik haji. Selain itu, cara menghitungnya juga mudah saja. Bagi saja target emas 2.500 – 3.000 gram dengan jumlah tahun kita akan berangkat haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah ilustrasi berikut. Pak Adi dan Bu Beti berniat untuk bisa naik haji bersama-sama sekitar lima tahun yang akan datang. Pada saat ini keduanya memiliki simpanan emas sebanyak 50 gram. Maka untuk menghitung berapa gram emas yang harus dipersiapkan oleh keduanya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang diperlukan = 250 gram x 2 = 500 gram emas&lt;br /&gt;Biaya yang sudah ada = 50 gram emas -&lt;br /&gt;Biaya yang masih perlu disiapkan = 450 gram emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabungan emas = 450 gram = 90 gram/tahun = 7,5 gram/bulan = 5 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perhitungan tersebut terlihat, bahwa kalau Pak Adi dan Ibu Beti ingin naik haji 5 tahun yang akan datang, mereka perlu menabung sebanyak 90 gram emas per tahun atau 7,5 gram setiap bulannya. Kalau itu mereka lakukan dengan rutin, maka pada tahun kelima mereka sudah bisa memiliki 500 gram emas untuk biaya naik haji 2 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang perlu diperhatikan jika menyimpan emas untuk naik haji, bahwa emas simpanan harus dikenakan zakat. Jika simpanan emasnya sudah melebihi 85 gram, maka pak Adi dan Ibu Beti harus membayar zakat sebanyak 2,5% dari jumlah emas yang mereka miliki. Zakat ini harus dibayarkan setiap satu tahun sekali, baik berupa emas ataupun uang yang senilai dengan emas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan lupa, berinvestasi emas bukan berarti tidak beresiko. Resiko yang paling besar jika berinvestasi pada emas adalah masalah penyimpanannya. Harus hati-hati sekali menyimpan emas, jangan sampai harta yang sudah dikumpulkan susah payah untuk menjalankan ibadah malah raib digasak perampok. Oleh karena itu, disarankan agar menyimpannya di lemari besi atau safe deposit box yang bisa disewa di bank tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalau lebih praktis lagi, kita bisa membeli koin emas ONH di Pegadaian dan menitipkannya disana tanpa harus dibawa pulang. Yang kita bawa pulang hanya surat-suratnya saja sebagai tanda kepemilikan, sedangkan emasnya sendiri dititipkan di Pegadaian. Tentu saja cara ini bisa lebih aman walau harus membayar biaya tambahan untuk penitipan emas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, ada banyak cara untuk bisa naik haji. Jangan berkilah belum mampu sedangkan haji hanya diwajibkan untuk yang mampu. Tapi mampukanlah diri Anda untuk memenuhi panggilan Allah ke rumah-Nya. Kuatkan niat, sempurnakan ikhtiar, insya Allah naik haji bukan cuma impian lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;br /&gt;Dikutip dari Majalah Alia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-4303484692640671730?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/4303484692640671730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=4303484692640671730&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4303484692640671730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/4303484692640671730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/menyiapkan-dana-haji.html' title='Menyiapkan Dana Haji'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3542344404654920769</id><published>2007-02-16T13:25:00.000+07:00</published><updated>2007-02-16T13:27:41.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>3 Hal Dalam Menjalankan Usaha</title><content type='html'>Anda masih ingat kan, topik yang saya ulas pada dua nomor yang lalu tentang Kiat Praktis Membuka Usaha? Nah, mudah-mudahan setelah membaca tulisan tersebut, Anda jadi termotivasi untuk mau menjalankan usaha. Iya dong, kenapa tidak? Usaha merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka menambah penghasilan. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau sekarang Anda berpikir: "Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan Enggak MAU gagal dalam usaha saya....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat ketika sekitar dua minggu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Dia mengatakan, "Kalau Anda membuka usaha, maka apa yang harus Anda lakukan adalah... lakukan saja." Saya pikir betul juga. Banyak diantara kita yang ketika akan membuka usaha, seringkali terbentur pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hitung menghitung seperti, "Apa kira-kira usaha saya ini bisa untung ya... Coba saya hitung dulu...".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, menghitungnya sih enggak apa-apa. Tindakan survei yang Anda lakukan sebelum membuka usaha juga tidak apa-apa. Tapi sayangnya, seringkali banyak dari kita yang terlalu lama berkutat di masalah survei kelayakan usaha dan hitung menghitung sehingga kita jadi kehilangan emosi yang dibutuhkan dalam membuka usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, Ibu - Bapak, ketika Anda sudah berniat membuka usaha, tidak apa-apa bila Anda ingin mengadakan survei atau acara hitung-menghitung terlebih dahulu. Tapi, jangan sampai tindakan yang Anda lakukan tersebut membuat Anda jadi menunda-nunda tindakan untuk membuka usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebelum Anda membuka usaha, ada 3 hal penting yang harus Anda ketahui dalam menjalankan usaha. Kalau ke-3 hal ini Anda jalankan, mudah-mudahan risiko kegagalan dalam usaha Anda lebih bisa ditekan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Kreatif Mencari Sumber Modal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Apakah Anda kesulitan mencari modal usaha? Apakah Anda terlalu berat untuk membayar bunga kredit usaha di bank? Bila kedua jawabannya tersebut adalah ya, maka mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga malah bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Alternatif lainnya, cobalah meminjamkan uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. Lokasi dan SDM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha. Ada usaha yang cocok didirikan di suatu lokasi, tapi enggak cocok di tempat lain. Usaha warnet dan fotokopi mungkin sesuai untuk lingkungan di sekitar kampus, tapi membuka toko kelontong mungkin akan lebih cocok untuk daerah pemukiman. Karenanya, lakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usaha Anda. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya, dan jangan lupa cari juga informasi tentang bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi usaha Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Faktor lain adalah sumber daya manusia (SDM). SDM menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin enggak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Seorang klien saya misalnya, mempunyai sebuah usaha toko kelontong. Ketika dia menjaga sendiri tokonya, pelanggannya sangat banyak. Tapi, ketika pegawainya yang disuruh menjaga toko, pelanggannya mulai berkurang. Usut punya usut, setelah ditanyakan pada para pelanggan, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pegawai tersebut tidak ramah dalam melayani sehingga para pelanggan menjadi enggan untuk datang ke toko itu. Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada usaha Anda kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. Promosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Segi promosi seringkali dilupakan oleh mereka yang sedang membuka usaha, atau tak jarang, kegiatan promosi dihilangkan ketika kegiatan usaha sedang lesu. Alasannya, tidak ada dana. Padahal, promosi usaha apa pun bentuknya hendaknya jangan sampai berhenti dalam waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila promosi berhenti untuk waktu yang lama, orang bisa lupa pada usaha Anda. Tapi kalau Anda selalu melakukan promosi secara rutin, orang akan selalu teringat pada usaha Anda. Promosi yang kontinyu akan selalu berdampak baik pada usaha Anda. Bila kelesuan usaha menimpa secara keseluruhan pada Anda dan pesaing Anda, tetaplah berpromosi. Mungkin Anda memang harus sedikit berkorban dulu, karena pemasukan minim sedangkan pengeluaran promosi terus ada. Tetapi, saya percaya bahwa bila kelesuan usaha ditentukan atas faktor kondisi ekonomi, maka suatu saat kondisinya akan pulih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Nah, saat kondisi mulai pulih, orang mulai membutuhkan kembali barang dan jasa Anda, saat itulah Anda akan menuai hasilnya. Orang akan membeli dari Anda, karena Andalah yang diingat karena Anda yang paling rajin berpromosi. Bayangkan bila Anda tidak berpromosi disaat kondisi buruk, bisa-bisa Anda malah dikira sudah bangkrut. Nah, bagaimana? Mudah-mudahan 3 hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyukseskan usaha Anda. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;center&gt;Memulai Usaha dari Rumah&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tertarik membuka usaha, kenapa Anda tidak mencoba untuk menjalankannya dari rumah? Ya, memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Tentu saja penilaian terbaik untuk dua hal ini adalah di tangan Anda sebagai sang calon wirausahawan. Bila keduanya tidak memungkinkan untuk memulai usaha dari rumah, jangan dipaksakan. Namun, bila usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dari rumah akan sangat bagus karena Anda akan mendapat berbagai manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Memulai usaha dari rumah juga merupakan suatu penghematan yang cukup berarti, karena dengan memulai usaha di rumah, berarti Anda mengurangi kebutuhan biaya untuk menyewa atau membeli tempat usaha. Nah, kalau Anda ingin menjalankan usaha dari rumah, jangan lupa beritahukan dan jalin hubungan baik dengan tetangga dan aparat setempat. Ini penting untuk keamanan tempat usaha Anda, dan juga supaya warga sekitar tahu usaha Anda, siapa tahu mereka malah bisa jadi pelanggan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 831/XVI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3542344404654920769?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3542344404654920769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3542344404654920769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3542344404654920769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3542344404654920769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/3-hal-dalam-menjalankan-usaha.html' title='3 Hal Dalam Menjalankan Usaha'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1980936930808599769</id><published>2007-02-14T14:02:00.000+07:00</published><updated>2007-06-17T11:03:11.923+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menu Utama'/><title type='text'>TIPS KEUANGAN</title><content type='html'>Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tentang apa yang harus Anda lakukan dalam menghadapi situasi-situasi tertentu dalam kehidupan keuangan Anda. Karena itu, selain artikel tentang Dasar-dasar Keuangan, kami juga memberikan Tips Keuangan yang mungkin berguna bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini Anda bisa melihat koleksi tips keuangan dari kami. Dari tips-tips tersebut, diharapkan Anda bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik dalam kehidupan keuangan Anda sehari-hari. Tetaplah kembali ke sini secara rutin, karena koleksi tips ini akan selalu kami tambah.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Pengelolaan Sehari-hari:&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/3-hal-dalam-menjalankan-usaha.html"&gt;3 Hal Dalam Menjalankan Usaha&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menyiapkan-keuangan-saat-mudik-lebaran.html"&gt;Menyiapkan Keuangan Saat Mudik Lebaran&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/membangun-komunikasi-keuangan-suami.html"&gt;Membangun Komunikasi Keuangan Suami Istri&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/persiapan-keuangan-menyonsong-kelahiran.html"&gt;Persiapan Keuangan Menyongsong Kelahiran Bayi&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/membiasakan-diri-menabung.html"&gt;Membiasakan Diri Menabung&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/meminjamkan-uang-kepada-orang-lain.html"&gt;Meminjamkan Uang Kepada Orang Lain&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menghadapi-kenaikan-harga.html"&gt;Menghadapi Kenaikan Harga&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/untung-rugi-arisan.html"&gt;Untung Rugi Arisan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/kiat-siasati-biaya-sosial.html"&gt;Kiat Siasati Biaya Sosial&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-1.html"&gt;Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (1)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-2.html"&gt;Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (2)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-3.html"&gt;Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (3)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-4.html"&gt;Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (4)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menghadapai-kenaikan-harga-harga.html"&gt;Menghadapi Kenaikan Harga-harga&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/menyiapkan-dana-haji.html"&gt;Menyiapkan Dana Haji&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/agar-anggaran-hiburan-tidak-kebablasan.html"&gt;Agar Anggaran Hiburan Tidak Kebablasan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/arisan-untung-atau-rugi.html"&gt;Arisan : Untung atau Rugi ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/kebutuhan-vs-keinginan.html"&gt;Kebutuhan vs Keinginan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/agar-mimpi-bisa-terbeli.html"&gt;Agar mimpi bisa terbeli&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/arisan-untung-atau-rugi.html"&gt;Arisan : Untung atau Rugi ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/4-hal-sebelum-memberi-uang-saku.html"&gt;4 Hal Sebelum Memberi Uang Saku&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/menyiasati-biaya-pernikahan.html"&gt;Menyiasati Biaya Pernikahan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/faktor-kunci-kredit-rumah.html"&gt; Faktor Kunci Kredit Rumah&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Pembelian Harta:&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/membeli-mobil.html"&gt;Membeli Mobil&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/persiapan-membeli-rumah.html"&gt;Persiapan Membeli Rumah&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/langkah-praktis-membeli-rumah.html"&gt;Langkah Praktis Membeli Rumah&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/03/langkah-praktis-membeli-rumah.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/strategi-mengambil-kredit-pemilikan.html"&gt;Strategi Mengambil Kredit Pemilikan Rumah &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/bilamana-kita-harus-mengambil-kredit.html"&gt;Bilamana Kita Harus Mengambil Kredit ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/tiga-langkah-jitu-lunasi-kartu-kredit.html"&gt;3 Langkah Jitu Lunasi Kartu Kredit&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/04/cicil-mobil-bebas-bunga.html"&gt;Cicilan Mobil Bebas Bunga&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/06/rumahku-surgaku.html"&gt;Rumahku Surgaku&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/06/menyiasati-pembayaran-kartu-kredit.html"&gt;Menyiasati Pembayaran Kartu Kredit&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1980936930808599769?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1980936930808599769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1980936930808599769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1980936930808599769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1980936930808599769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/tips-keuangan.html' title='TIPS KEUANGAN'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-7837749402266882550</id><published>2007-02-11T23:22:00.000+07:00</published><updated>2007-02-12T00:21:29.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menu Utama'/><title type='text'>Dasar-dasar Keuangan</title><content type='html'>Dunia keuangan adalah dunia yang terus berkembang. Produk-produk keuangan baru terus bermunculan. Begitu juga dengan istilah-istilah baru. Setiap orang dituntut untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memahami kebutuhan itu. Karenanya, di sini Anda bisa melihat koleksi artikel kami mengenai Dasar-dasar Keuangan. Dari artikel-artikel tersebut, diharapkan Anda bisa memahami seluk beluk dalam dunia keuangan, mulai dari produk-produk keuangan apa saja yang tersedia di pasar, sampai dengan penjelasan istilah-istilah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah judul-judul artikel yang bisa Anda pilih. Tetaplah kembali ke sini secara rutin, karena koleksi artikel ini akan selalu kami tambah. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan Anda akan pengetahuan terhadap masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Investasi&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/kiat-menghitung-modal-usaha.html"&gt;Kiat Menghitung Modal Usaha&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/simpanan-bagi-hasil-syariah.html"&gt;Simpanan Bagi Hasil Syariah&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/apa-perlu-beli-dollar.html"&gt;Apa Perlu Beli Dollar?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/3-resiko-investasi-yang-paling-ditakuti.html"&gt;3 Resiko Investasi yang Paling Ditakuti&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/investasi-lewat-barang-koleksi.html"&gt;Investasi lewat Barang Koleksi&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/tidak-ada-alasan-untuk-tidak-menabung.html"&gt;Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menabung&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/mari-berinvestasi.html"&gt;Mari Berinvestasi&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menghitung-perkembangan-dana-investasi_01.html"&gt;Menghitung Perkembangan Dana Investasi (1)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menghitung-perkembangan-dana-investasi.html"&gt;Menghitung Perkembangan Dana Investasi (2)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2006/12/mari-mengenal-saham-1.html"&gt;MARI MENGENAL SAHAM (1)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2006/12/mari-mengenal-saham-2.html"&gt;MARI MENGENAL SAHAM (2)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2006/12/berkenalan-dengan-reksa-dana-1.html"&gt;BERKENALAN DENGAN REKSA DANA (1)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2006/12/berkenalan-dengan-reksa-dana-2.html"&gt;BERKENALAN DENGAN REKSA DANA (2)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2006/12/emas-sebagai-penangkal-inflasi.html"&gt;Emas sebagai Penangkal Inflasi&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2006/12/hukum-72.html"&gt;Hukum 72&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Pengelolaan Sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/mengenal-ps-pos-pengeluaran-yang-besar.html"&gt;Mengenal Pos-pos Pengeluaran yang Besar&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/dua-pos-pengeluaran-tersembunyi.html"&gt;Dua Pos Pengeluaran "Tersembunyi"&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/mengenal-produk-simpanan-di-bank.html"&gt;Mengenal Produk Simpanan di Bank&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/memilih-alat-pembayaran.html"&gt;Memilih Alat Pembayaran&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/perlukah-suami-istri-miliki-rekening.html"&gt;Perlukah Suami-Istri Miliki Rekening Bersama ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/jangan-anggap-remeh-uag-receh.html"&gt;Jangan Anggap Remeh Uang Receh&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menyadari-pengeluaran-yang-tidak-wajib.html"&gt;Menyadari Pengeluaran yang Tidak Wajib&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/pentingnya-punya-dana-cadangan.html"&gt;Pentingnya Punya Dana Cadangan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Pendidikan Anak&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan.html"&gt;Menghitung Perkiraan Biaya Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/persiapan-dana-pendidikan-penting-tidak.html"&gt;Persiapan Dana Pendidikan : Penting Tidak sih ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Resiko dan Asuransi&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/asuransi-apa-saja-yang-kita-perlu-ikut.html"&gt;Asuransi Apa Saja yang Kita Perlu Ikut ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/7-penyebab-uang-asuransi-tak-dibayar.html"&gt;7 Penyebab Uang Asuransi Tak Dibayar&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/langkah-langkah-mengantisipasi-resiko.html"&gt;Langkah-langkah Mengantisipasi Resiko&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Penghasilan&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/membuka-usaha-sampingan.html"&gt;Membuka Usaha Sampingan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/membuka-usaha-sampingan-2.html"&gt;Membuka Usaha Sampingan (2)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/mencari-penghasilan-tambahan.html"&gt;Mencari Penghasilan Tambahan&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/penghasilan-faktor-pendukungnya.html"&gt;Penghasilan &amp;amp; Faktor Pendukungnya&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/bisnis-jaringan-pemasaran-1.html"&gt;Bisnis Jaringan Pemasaran (1)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/bisnis-jaringan-pemasaran-2.html"&gt;Bisnis Jaringan Pemasaran (2)&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/mengenal-bisnis-money-game.html"&gt;Mengenal Bisnis Money Game&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Kredit&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/kartu-kredit-bukan-uang-lebih.html"&gt;Kartu Kredit Bukan Uang Lebih&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/berkenalan-dengan-kredit-bank.html"&gt;Berkenalan dengan Kredit Bank&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/persyaratan-mengajukan-kredit-di-bank.html"&gt;Persyaratan Mengajukan Kredit di Bank&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/tanpa-agunan-tetap-bisa-kredit.html"&gt;Tanpa Agunan Tetap Bisa Kredit&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/memanfaatkan-jasa-pegadaian.html"&gt;Memanfaatkan Jasa Pegadaian&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Lain-lain&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/pahami-siklus-hidup-finansial-anda.html"&gt;Pahami Siklus Hidup Finansial Anda&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/perlukah-para-istri-bekerja.html"&gt;Perlukah Para Istri Bekerja ?&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/manfaat-ekonomis-berhenti-merokok.html"&gt;Manfaat Ekonomis Berhenti Merokok&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;h4&gt;&lt;a href="http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/01/tiga-cara-mendapatkan-uang.html"&gt;Tiga Cara Mendapatkan Uang&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-7837749402266882550?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/7837749402266882550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=7837749402266882550&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7837749402266882550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/7837749402266882550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/dasar-dasar-keuangan.html' title='Dasar-dasar Keuangan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6290701599117582301</id><published>2007-02-11T23:00:00.000+07:00</published><updated>2007-02-08T14:27:26.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Untung Rugi Arisan</title><content type='html'>Beberapa minggu terakhir ini, ramai diberitakan diputarnya film Indonesia berjudul Arisan. Singkat sekali judulnya. Walau demikian, saya yakin bahwa orang sudah mengerti apa yang dimaksud dengan arisan. Bahkan arisan sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang, banyak dari kita yang memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang arisan. Apa sih untung rugi dari mengikuti arisan? Bukankah arisan itu cuma jadi ajang ngerumpi ibu-ibu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-Ibu, bagi Anda yang masih belum mengerti tentang apa itu arisan, saya akan mencoba menjelaskannya sekilas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan arisan merupakan kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi diantara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam perkembangan arisan tak hanya diartikan sebagai ajang kumpul-kumpul sosialisasi. Sekarang arisan sudah berkembang luas. Ada arisan lewat surat, email, dan lain-lain. Bahkan para peserta tidak saling kenal apalai ketemu. Untuk jenis yang terakhir saya sebutkan ini, saya tidak menyarankannya Anda mengikuti karena terlalu banyak unsur yang tidak jelas. Jika Anda tidak mendapatkan hasil yang dijanjikan tidak ada pihak yang bisa Anda tuntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari kita bicara arisan yang "konvensional" saja. Bicara tentang arisan jenis ini, yang terbayang mungkin adalah kegiatan kumpul-kumpul yang dilakukan oleh sejumlah orang, yang disertai juga dengan "kumpul-kumpul" uang atau benda lain yang disepakati bersama dengan nilai tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan pertama, belum ada yang mendapatkan apa-apa, karena baru "kumpul-kumpul" saja. Tetapi, pada pertemuan pertama itu pulalah disepakati, apa jenis arisannya (uang atau barang), siapa saja pesertanya, berapa nilai yang diharapkan dari masing-masing peserta, dan disepakati kapan waktu untuk mengadakan rutinitas arisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pada pertemuan pertama itu dapat langsung dikumpulkan uang atau barang yang disepakati, maka pada pertemuan pertama itu pula langsung diadakan pengundian untuk menentukan siapa memperoleh akumulasi dari uang atau barang dari peserta lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Anda dan sembilan orang rekan Anda menjadi peserta arisan yang sudah sepakat untuk mengumpulkan masing-masing Rp 100 ribu per bulan, sehingga total terkumpul Rp 1 juta setiap bulan. Berarti, setiap bulannya, salah satu peserta akan mendapatkan Rp 1 juta tersebut dengan cara diundi. Pada bulan berikutnya, undian dilanjutkan untuk peserta yang belum dapat. Tentu saja, peserta yang sudah pernah mendapat undian tetap harus menyetor Rp 100 ribu setiap bulan sampai 10 bulan, atau sampai semua peserta kebagian mendapat undian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sekadar ilustrasi, mengambil contoh kalau yang dikumpulkan oleh peserta arisan adalah uang. Pada kenyataannya, yang dikumpulkan oleh peserta arisan bisa berupa barang jenis apapun tergantung kesepakatannya, seperti yang saya sebutkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, apa untung ruginya ikut arisan? Oke kita bahas Untungnya dulu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   1. Kesempatan untuk melakukan sosialisasi dan memperluas jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   2. Kepastian mendapatkan uang atau barang yang jelas nilainya dalam jangka waktu tertentu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   3. Dapat digunakan sebagai sarana untuk "memasarkan sesuatu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   4. Jika mendapat undian di awal periode arisan, berarti Anda mendapat pinjaman tanpa bunga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   5. Sarana "berlatih" menabung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bahas satu per satu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   1. Kesempatan untuk melakukan sosialisasi dan memperluas jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Lewat arisan Anda bisa lebih saling mengenal satu sama lain, yang tentunya membuat Anda lebih akrab dengan sesama peserta arisan. Hubungan yang lebih baik ini dapat memudahkan juga urusan-urusan Anda lainnya di luar, yang berkaitan dengan sesama peserta arisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Contoh, kalau Anda ikut arisan karyawan kantor di mana Anda bekerja di dalamnya, hubungan Anda dengan sesama rekan kerja Anda, baik yang di bawah (staf) maupun atasan Anda menjadi lebih baik, karena seringnya pertemuan secara tidak resmi di arisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kedekatan Anda dengan peserta lainnya dalam arisan dapat dikembangkan menjadi hubungan yang semakin baik dalam pekerjaan. Contoh lain, khusus untuk kaum perempuan, kalau Anda ikut arisan istri-istri karyawan suatu kantor di mana suami bekerja di dalamnya, hubungan baik Anda dengan istri bos misalnya, mungkin saja memudahkan urusan suami Anda di kantornya dengan bosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mengapa arisan dapat memperluas jaringan? Ini juga bisa terjadi, kalau peserta arisan lainnya memperkenalkan Anda dengan teman atau relasinya, yang misalnya ikut diajak menghadiri arisan. Anda jadi tambah kenalan, yang siapa tahu berguna bagi Anda saat ini atau mungkin di masa mendatang. Apapun, dari segi sosialisasi, sangat banyak yang bisa Anda lakukan dengan menghadiri suatu arisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   2. Kepastian mendapatkan uang atau barang yang jelas nilainya dalam jangka waktu tertentu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Dengan mengikuti arisan, Anda jadi dapat memperkirakan, berapa waktu maksimal yang Anda butuhkan untuk memperoleh uang atau barang dalam jumlah tertentu. Ini tentunya memudahkan Anda dalam membuat perencanaan pengeluaran Anda. Kalau kita masih melihat contoh tadi, dimana diperkirakan setiap bulan diperoleh uang Rp 1 juta, maka sudah pasti jumlah uangnya tidak akan kurang dari itu, dan waktunya, walaupun bervariasi antara 1 sampai 10 bulan. Kalau Anda ingin beli sebuah gaun dengan uang tadi, sudah jelas perkiraan waktunya. Syukur-syukur Anda dapat di awal arisan atau bulan pertama, yang berarti Anda seperti dapat pinjaman, tetapi untuk membayar pinjaman tersebut Anda tidak dikenakan bunga. Kalaupun Anda dapat di akhir periode arisan, misal 10 bulan, ini berarti Anda seperti menabung (walaupun tidak dapat bunga). Dan siapa tahu, pada bulan ke-10, gaun itu sedang diobral oleh penjualnya? Berarti harganya turun dong? (tetapi jangan lupa juga, bisa saja harganya justru sedang naik, ini berarti Anda tidak mendapatkan keuntungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   3. Dapat digunakan sebagai sarana untuk "memasarkan sesuatu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Kalau Anda hobi punya barang-barang yang bisa Anda jual, coba bawa barang itu pada saat arisan. Siapa tahu, peserta arisan yang lain tertarik untuk membelinya. Ini adalah cara pemasaran yang cukup menarik, karena mungkin saja ada faktor "sungkan" dari peserta arisan sehingga membeli barang Anda. Ingat lo, itu hanya mungkin, artinya belum pasti, dan kalaupun ada rasa sungkan itupun jangan sampai kita manfaatkan secara berlebihan. Lama-lama, dari sungkan jadi "sebel".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Begitu juga kalau kita punya keahlian, buatlah keahian kita diketahui peserta arisan lainnya, siapa tahu mereka tertarik memakai jasa kita. Contoh, kalau kita bisa mengajari bahasa Inggris untuk anak-anak, siapa tahu kita diminta mengajari anak-anak dari peserta arisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   4. Jika mendapat undian di awal periode arisan, berarti Anda mendapat pinjaman tanpa bunga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Nah, kalau ini termasuk jenis keuntungan yang tidak pasti, karena namanya undian, Anda tidak tahu kapan akan mendapatkannya, di awal, tengah, atau akhir periode arisan. Tapi, kalau Anda mendapatkannya di awal, ini lebih menguntungkan dibanding pinjam uang dari bank misalnya, atau pihak manapun yang biasanya meminta pengembalian berupa bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;   5. Sarana "berlatih" menabung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Nah, kalau yang ini, khusus bagi Anda yang sulit atau belum terbiasa untuk menabung. Ikut arisan adalah pilihan yang baik. Mau tidak mau, Anda "dipaksa" untuk menyisihkan uang atau barang tertentu pada periode tertentu dan melatih Anda untuk lebih merencanakan segala sesuatu dengan lebih matang. Tapi, kalau Anda sudah disiplin menabung, ya tidak usah ikut arisan kalau motivasinya hanya latihan menabung, kan Anda sudah pintar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 825/XVI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6290701599117582301?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6290701599117582301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6290701599117582301&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6290701599117582301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6290701599117582301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/untung-rugi-arisan.html' title='Untung Rugi Arisan'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-1193776281277519479</id><published>2007-02-06T21:14:00.000+07:00</published><updated>2007-02-06T21:30:30.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Kiat Siasati Biaya Sosial</title><content type='html'>Ada pertanyaan menarik dari saya buat Anda: "Pernahkah Anda mencoba menghitung, berapa kali dalam bulan ini Anda mendapat undangan pesta pernikahan?" Pertanyaan kedua, "Pernahkah Anda menghitung berapa total uang yang Anda keluarkan untuk hadiah pernikahan tersebut?" Mungkin banyak dari Anda yang kaget setelah mencoba menghitungnya. Kenapa? Karena terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hadiah pernikahan memang hanya salah satu contoh dari sekian banyak 'biaya sosial' yang biasa kita temui dalam pergaulan kita sebagai anggota masyarakat. Masih banyak lagi contoh biaya sosial yang bisa Anda temui, seperti iuran RT/RW, permohonan sumbangan untuk masjid, gereja, panti asuhan, dan sebagainya, bahkan iuran arisan pun sebenarnya bisa digolongkan ke dalam biaya sosial, lho. Prinsipnya, pengeluaran uang yang dilakukan untuk 'bersosialisasi' dengan lingkungan sekitar atau 'membantu' orang di sekililing kita, bisa dikatakan sebagai biaya sosial.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebagai orang yang hidup di tengah masyarakat, kita pun tidak bisa menghindar dari 'kewajiban' untuk mengeluarkan 'biaya sosial' ini. Betul, enggak? Ini karena seringkali bila seseorang lalai, atau sengaja menghindar, dari kewajiban sosial ini, bisa-bisa dia akan mendapatkan sanksi sosial dari masyarakatnya. Contohnya banyak, sindiran, cemoohan, atau bahkan sampai dikucilkan dalam pergaulan. Wah, repot atuh ... Masalahnya, biarpun kelihatannya sepele, biaya-biaya sosial yang muncul sehari-hari, bila diakumulasikan, bisa menjadi besar dan bukan tidak mungkin akan memberatkan keuangan kita. Enggak lucu, kan kalau niatnya ingin bersosialisasi dengan tetangga, eh malah keuangan kita sendiri yang jadi keteteran. Kalau sudah begini, enggak mungkin juga kita menyalahkan tetangga atau pihak-pihak yang sudah kita sumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebetulnya yang namanya kendali atas biaya sosial ini berada pada diri kita masing-masing. Kita sendirilah yang mesti pintar-pintar menyiasati pengeluaran untuk biaya yang satu ini, agar anggaran tidak jebol. Sehingga, kalau ada biaya sosial yang harus kita keluarkan, kita juga pasti bisa mengeluarkan uang untuk biaya tersebut dengan hati yang lebih ikhlas, tanpa perlu ngedumel atau marah-marah. Nah, untuk membantu Anda mengendalikan biaya sosial, di bawah ini sejumlah tips yang mungkin bermanfaat:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Perkirakan jumlah kebutuhan biaya sosial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari Anda mungkin memasukkan kebutuhan biaya sosial ke dalam kelompok "Pengeluaran Tak Terduga" dalam anggaran Anda. Padahal, jangan lupa, biaya sosial tidak selalu tidak bisa diduga. Beberapa dari biaya sosial yang Anda keluarkan terkadang malah sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Contohnya iuran RT/RW atau arisan ibu-ibu di lingkungan Anda. Selain itu, Anda tentu juga dapat memperkirakan sebelumnya tentang berapa besarnya uang arisan atau berapa besar uang iuran di RT/RW Anda. Demikian juga dengan sumbangan-sumbangan seperti hadiah pernikahan. Anda dapat memperkirakan sebelumnya berapa kira-kira jumlah undangan yang akan Anda terima bulan ini, dan berapa total biaya yang akan Anda keluarkan untuk masing-masing amplop pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang ada biaya sosial seperti sumbangan-sumbangan yang sifatnya benar-benar tidak terduga. Untuk menghadapi jenis-jenis biaya sosial seperti ini, yang bisa Anda lakukan adalah memperkirakan berapa jumlah batasan yang kira-kira akan Anda keluarkan. Prinsipnya, Anda tetap bisa membuat perkiraan kalau mau. Kan, enak kalau angka biaya sosial ini bisa diperkirakan dulu sebelumnya. Tak perlu rinci-rinci sekali, yang penting ada perkiraan angkanya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Susun daftar prioritas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda memperoleh perkiraan tentang berapa total kebutuhan biaya sosial, maka yang harus Anda lakukan berikutnya adalah membuat daftar prioritas dari tiap-tiap komponen biaya sosial tersebut. Misalnya: Prioritas Nomor 1: Iuran RT, Prioritas Nomor 2: Arisan RT, Prioritas Nomor 3: dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan khawatir, Bu, itu cuma contoh. Yang penting, mulailah dari komponen biaya yang Anda rasakan paling 'wajib' dikeluarkan. Biasanya, komponen 'wajib' ini berkaitan erat dengan sanksi sosial, dimana semakin berat sanksi sosialnya kalau Anda tidak bayar, maka semakin 'wajib' pula keluar uang untuk pos biaya sosial tersebut. Selain pertimbangan 'kewajiban', prioritaskan juga komponen-komponen pengeluaran yang jumlahnya telah Anda ketahui dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan komponen biaya yang benar-benar tak terduga dalam urutan terakhir di daftar prioritas Anda. Cara ini akan memudahkan Anda dalam menyusun prioritas biaya sosial Anda. Jika Anda melakukannya, mudah-mudahan penyusunan daftar prioritas tidak akan terasa sulit. Gampang, kok kalau Anda mau membiasakannya. Mau dites?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sesuaikan daftar prioritas dengan anggaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah menyesuaikan daftar prioritas yang baru saja Anda buat dengan anggaran keluarga Anda. Caranya, sisihkan sejumlah uang untuk kebutuhan biaya sosial Anda. Kemudian, poskan uang tersebut pada komponen-komponen biaya sosial yang Anda buat dalam daftar prioritas Anda. Urutkan mulai dari komponen biaya yang berada pada urutan pertama pada daftar, lalu lanjutkan ke urutan berikutnya, dan begitu seterusnya sampai ke komponen biaya yang menjadi prioritas terakhir. Kalau dana Anda ternyata tidak cukup, tentu saja akan ada komponen-komponen biaya sosial yang harus Anda relakan dicoret dari daftar. Biasanya yang akan menjadi 'korban' pencoretan pertama kali adalah komponen biaya sosial yang sifatnya benar-benar tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak apa-apa, seperti juga kebutuhan-kebutuhan lain, wajar, kok kalau kita tidak bisa memenuhi semua kebutuhan biaya sosial ini. Yang penting di sini adalah jangan sampai kita memaksakan diri untuk memenuhi semua kebutuhan biaya sosial kita, tapi malah keadaan keuangan kita jadi berantakan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan ragu untuk mengatakan 'Tidak'&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda telah menyesuaikan daftar prioritas biaya sosial dengan anggaran, maka yang harus Anda lakukan sekarang adalah mematuhi daftar tersebut. Artinya, sebisa mungkin biaya sosial yang Anda keluarkan setiap bulan jangan sampai menyimpang dari anggaran yang sudah Anda susun sendiri. Seringkali, setelah anggaran disusun rapi, selalu ada saja 'godaan' yang muncul, yang intinya 'memaksa' kita untuk keluar uang lagi demi biaya sosial yang malah di luar anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipsnya adalah, kalau memang kebutuhan di luar anggaran tersebut dirasa sangat mendesak dan 'wajib' dipenuhi, Anda sebaiknya tetap mengeluarkan dana untuk keperluan itu. Konsekuensinya, akan ada pos lain dari anggaran yang harus dipangkas untuk menggantikannya. Tapi, kalau kebutuhan di luar anggaran itu dirasa tidak mendesak, Anda harus bisa mengatakan 'TIDAK' kepada pihak yang meminta Anda menyumbang, misalnya. Ada banyak seni untuk menolak permintaan tersebut supaya pihak yang meminta tidak tersinggung atau marah. Ya, pinter-pinternya Anda-lah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 805/XV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-1193776281277519479?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/1193776281277519479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=1193776281277519479&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1193776281277519479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/1193776281277519479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/kiat-siasati-biaya-sosial.html' title='Kiat Siasati Biaya Sosial'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-3859259405898107036</id><published>2007-02-03T14:42:00.000+07:00</published><updated>2007-02-03T14:44:51.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (4)</title><content type='html'>Seperti yang saya janjikan, dalam edisi kali ini saya akan membahas tentang pos pengeluaran ke-4 dalam keluarga yang harus diwaspadai. Pos ini adalah barang elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara tentang barang elektronik, Anda mungkin menganggap itu cuma masalah kaum suami. Memang, bagi para cowok, masuk ke toko barang elektronik mungkin bisa dibandingkan dengan perempuan yang masuk ke toko baju. Wuh... asyik sekali. Saya sendiri juga begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan salah, wanita pun sebetulnya juga menyenangi barang elektronik. Hanya saja jenisnya mungkin berbeda. Sebagai contoh, pria mungkin senang dengan barang elektronik yang berkaitan dengan hiburan di rumah (seperti radio tape, VCD player, atau teve), komunikasi (seperti HP), dan berbagai macam barang lain yang berhubungan dengan pekerjaan atau hobi (seperti komputer atau personal data assistant).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, wanita biasanya hanya menyenangi dan mencari barang elektronik yang memang dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari, seperti memasak (rice cooker dan magic jar), dan mencuci (mesin cuci). Atau, bila wanita itu bekerja ke luar rumah, bisa jadi HP juga termasuk yang ia minati karena dianggap memudahkan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengeluaran untuk pos barang elektronik ini memang sering lepas kontrol, ada baiknya Anda simak tips berikut ini untuk mencegah membengkaknya pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Sesuaikan pembelian Anda dengan kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Anda sudah punya teve di rumah? Bagus dan memenuhi syarat? Kalau begitu, buat apa beli teve lagi? Contoh lain, Anda mungkin sudah punya radio tape di kamar. Masih berfungsi dengan baik, suaranya masih bagus dan bisa menemani kegiatan Anda sehari-hari. Apa Anda masih mau beli lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Artinya, carilah barang yang memang betul-betul Anda butuhkan. Jangan mentang-mentang di teve ada iklan kipas angin, Anda langsung memutuskan membeli kipas angin yang sebetulnya sudah Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Biasanya, pembelian barang elektronik dalam keluarga sering kali membengkak karena melakukan pembelian yang berulang untuk satu jenis barang saja. Jadi lain kali, sebelum Anda memutuskan membeli suatu barang, tanyakan dulu kepada diri Anda sendiri, apa memang Anda memerlukannya, ataukah sekadar ingin memuaskan keinginan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Jangan terpengaruh oleh desain barang yang canggih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam satu acara saya di radio, ada seorang pendengar yang mengirimkan pertanyaan melalui surat. Dia bercerita suaminya adalah penggemar barang elektronik. Yang jadi masalah, suaminya ini gemar membeli barang elektronik yang punya desain menawan serta teknologi canggih. Konsekuensinya mereka seringkali harus mengeluarkan banyak sekali uang untuk memenuhi keinginan tersebut. Padahal, kondisi keuangan keluarga mereka sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukannya? Apakah membeli barang elektronik memang harus yang berdesain canggih dan menawan? Bukankah yang biasa-biasa saja sudah cukup? Yang penting kualitas dan fungsinya memenuhi syarat kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Salah satu hal penting yang harus Anda ingat dalam membeli barang elektronik adalah jangan pernah melihat desain sebagai satu-satunya alasan Anda membeli. Tapi coba lihat dulu apakah fungsi barang yang Anda incar itu sesuai yang Anda perlukan. Jangan mentang-mentang radio tape yang dijual di toko itu berdesain unik, lantas Anda langsung membelinya. Padahal, mungkin saja harganya jauh lebih mahal dari barang sejenis yang desainnya biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Beli barang elektronik yang memberikan garansi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Di mana pun Anda membeli barang, selalu usahakan membeli barang yang bergaransi. Sebagai contoh, saya seringkali mendengar cerita ada banyak orang yang membeli ponsel hanya karena harganya murah, barang selundupun, inilah atau itulah, padahal barang tersebut tidak memberikan garansi. Alhasil, ketika barang tersebut rusak setelah dipakai seminggu, dia tidak bisa lagi memakai ponselnya. Padahal harganya tidak murah. Akhirnya, harga barang itu jatuhnya jauh lebih mahal ketimbang Anda membeli yang bergaransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Cek juga garansi macam apakah yang diberikannya: Garansi Toko atau Garansi Produsen? Garansi Toko adalah garansi yang diberikan oleh si toko, di mana kalau barang Anda mengalami kerusakan, toko itulah yang bersedia membetulkan kerusakannya. Tetapi kalau garansi produsen, biasanya produsennya langsunglah yang akan membetulkan barang Anda. Bila garansinya merupakan garansi produsen, tanyakan kepada penjual di toko di mana alamat produsen (dalam hal ini pusat layanan yang bisa didatangi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jangan lupa, barang elektronik memiliki komponen sangat rumit untuk dimengerti. Berbeda dengan baju yang mungkin bisa Anda cek kualitasnya dengan cara melihat dan meraba-raba kainnya. Pada barang elektronik Anda tidak mungkin membuka-buka bodi barang tersebut bukan? Kalaupun bisa, saya jamin Anda belum tentu bisa menguji apa kualitasnya. Misalnya, apakah Anda bisa tahu kalau salah satu komponennya ada yang diganti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Jangan terpengaruh oleh harga yang murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebagai contoh, ketika Anda ingin membeli radio tape, Anda mungkin akan datang ke sebuah toko barang elektronik. Disitu, Anda akan melihat 5 radio tape dengan 5 merk yang berbeda. Perbedaan harganya mungkin tidak terlalu jauh, yang satu Rp 1 juta, ada yang Rp 1,2 juta, ada yang Rp 900 ribu, ada yang 1,1 juta, tetapi yang terakhir ini, harganya Rp 700 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sekilas, Anda mungkin akan tertarik pada barang yang memberikan harga paling murah. Tapi coba perhatikan dulu kenapa harganya bisa lebih murah. Apakah karena fungsinya yang terbatas, apakah karena tidak ada garansi produsen dan hanya garansi toko saja yang diberikannya, ataukah karena merknya yang tidak dikenal? Nah, yang terakhir inilah yang umumnya terjadi. Sekarang, kalau perbedaan harganya tidak terlalu jauh, kenapa Anda tidak membeli barang yang harganya mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi dengan merk yang sudah terjamin dan terbukti kualitasnya, dibandingkan barang dengan merk lain yang lebih murah tetapi dengan kualitas yang belum terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembahasan tetang empat pos pengeluaran yang patut diwaspadai. Semoga bermanfaat bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(TAMAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KREDIT BUKANLAH ALASAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari Anda mungkin berpikir bahwa pembelian barang elektronik di keluarga Anda tidak mungkin membengkak mengingat harganya yang relatif mahal. Nah, boro-boro mau beli, uangnya saja enggak ada, begitu mungkin kata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seringkali toko juga bekerja sama dengan sebuah lembaga pembiayaan dalam melayani pembeli yang tidak bisa membeli barang dengan cara tunai. Sering kan kita melihat ada gerai lembaga pembiayaan yang nongkrong di toko-toko elektronik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, perlu diingat, jangan mentang-mentang ada fasilitas kemudahan, Anda lalu berpikir untuk membeli barang-barang yang sebetulnya tidak Anda butuhkan. Adanya lembaga pembiayaan itu memang bagus, tapi perlu diketahui bahwa fasilitas kredit yang ada di situ sebetulnya hanyalah alat untuk memudahkan. Dan bukan menjadi alasan --apalagi alasan satu-satunya-- untuk membeli dengan membabi buta. Tetaplah kembali ke tips-tips yang sudah saya sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 780/XV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-3859259405898107036?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/3859259405898107036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=3859259405898107036&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3859259405898107036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/3859259405898107036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-4.html' title='Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (4)'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6793196731224620477</id><published>2007-02-03T14:39:00.000+07:00</published><updated>2007-02-03T14:42:01.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (3)</title><content type='html'>Pada dua edisi terakhir, kita sudah membahas tentang dua pos pengeluaran yang jumlahnya bisa membengkak apabila tidak diwaspadai. Pertama adalah telepon, listrik, air. Kedua adalah hadiah dan sumbangan. Sekarang, kita akan membahas pos ketiga, yakni busana &amp; aksesori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud busana &amp;amp; aksesori adalah pakaian yang kita kenakan setiap hari berserta segala pelengkapnya, seperti tas, sepatu, sabuk, dan segala macam perhiasan yang melekat di tubuh ataupun busana Anda. Begitu beragamnya jenis busana dan aksesori hingga tanpa sadar kita sering terbujuk untuk memiliki lebih banyak ragam busana dan aksesori. Tahu-tahu tanpa terasa kita sudah membelanjakan begitu banyak untuk pengeluaran yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar pengeluaran untuk busana &amp; aksesori tidak kebablasan? Di bawah ini adalah lima tips yang mudah-mudahan bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   1. Beli karena memang Anda butuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ya, Anda mesti menanyakan pada diri sendiri, apa benar saya memerlukan barang ini? Pantaskan saya memakainya? Kalaupun saya memang bisa memakainya, seberapa seringkah? Okelah barang itu bagus, tapi bila memang tidak pantas untuk Anda, apa iya kita harus membelinya? Begitu juga jika barang itu hanya untuk dipakai sekali seumur hidup, tentu tidak harus kita membelinya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya jadi ingat pengalaman saya ke pertokoan terkenal di Jakarta beberapa waktu lalu saat saya masih lajang. Saya tertarik masuk ke toko baju-baju pria. Bagus-bagus sekali barangnya. Saya pun membeli dua kemeja kerja dengan motif polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah membeli, saya terus berjalan-jalan di pertokoan itu. Menyusuri gang yang lain. Alamak, ternyata ada toko busana lain yang barang jualannya kelihatannya lebih bagus dari yang saya beli tadi. Saya masuk ke toko itu dan, astaga! Baju-baju yang dipajang di dalam juga bagus-bagus. Tapi karena tadi sudah membeli, saya akhirnya tidak beli apa-apa di toko itu. Ketika saya terus berjalan, ternyata ada dua toko lagi yang juga punya kemeja kerja bagus lebih bagus. Sempat juga ada penyesalan, kenapa uang saya saat itu terbatas hingga hanya bisa beli dua baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ketika pulang, saya berpikir kembali, kenapa tadi saya membeli baju? Alasannya adalah karena baju itu bagus. Padahal, bicara soal baju bagus, kalau Anda ke mal, pasti puluhan atau mungkin ratusan bagus yang dijual. Kalau alasan Anda membeli karena baju itu bagus, berarti ada banyak sekali baju yang harus Anda beli. Padahal belum tentu satu saja baju itu Anda butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam contoh saya tadi, sebetulnya tidak apa-apa bila saya tidak membeli satu baju sekalipun, karena saat itu saya sudah punya lima kemeja kerja di rumah yang saya pakai bergantian tiap hari. Jadi, kalau ngikutin barang bagus memang enggak ada habisnya. Percayalah, produsen selalu berusaha keras agar busana yang diproduksinya bisa selalu tampil bagus dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Anggarkan pembelian Anda bila dirasa perlu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya yakin, beberapa dari kita sudah menganggap belanja busana dan aksesori sebagai hobi. Contoh yang paling sering adalah ketika kita baru saja mendapatkan undangan pesta kawin, langsung esoknya toko cari baju dan aksesori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Nah, apa yang terjadi kalau Anda membeli busana &amp; aksesori secara dadakan? Anda akan mengambil uang yang seharusnya dijatahkan untuk pos lain. Ujungnya-ujungnya, anggaran pembayaran Anda yang lain jadi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mulai sekarang, cobalah buatkan pos pengeluaran khusus untuk busana &amp;amp; aksesori Anda tiap bulan. Dengan demikian, kalau harus membeli busana &amp; aksesori, Anda tidak perlu lagi mengambil dari jatah pos yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Utamakan kualitas daripada kuantitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Banyak dari kita yang senang dan bangga bila bisa membeli barang yang murah. Untuk busana &amp; aksesori yang menempel di badan Anda, tak ada salahnya kalau Anda memilih busana &amp;amp; aksesori yang lebih bermutu, walaupun harganya sedikit lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Teman saya misalnya, suka sekali memilih baju dari harganya. Dia berpikir, bahwa dengan harga murah, dia bisa membeli tiga hingga lima barang sekaligus. Bagus sih. Tapi barang murah belum tentu kualitasnya bagus, kan? Betul saja, setelah baju itu dibeli dan dipakai dua tiga kali ia mulai merasa tidak nyaman dengan bahan baju yang dia kenakan. Sudah itu, baru beberapa kali dicuci, warna bajunya cepat sekali memudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Akhirnya, coba tebak, baju itu tak pernah lagi dipakai dan dia harus beli baju lagi. Kesimpulannya, yang tadinya dikira harganya murah ternyata justru menguras isi kocek lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Pandai-pandailah melakukan kombinasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pada suatu hari, saya pernah tampil berdua bersama perancang busana Robby Tumewu dalam sebuah seminar internal yang diadakan NOVA di depan kelompok karyawan dan karyawati dari sebuah perusahaan di Indonesia. Masing-masing dari kami, tentu saja, membawakan topik yang berbeda. Saya tampil terlebih dahulu membawakan topik Mengelola Keuangan Keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ketika tiba gilirannya, Robby membawakan topik padu padan busana. Saya sendiri belum pernah mengikuti acara sejenis. Karena itu, saya tertarik mengikutinya. Betul juga, ternyata sangat menarik. Di situ, Robby sempat mengucapkan satu kalimat sederhana yang terus saya ingat sampai sekarang. Yakni, "Untuk terlihat menarik dalam hal penampilan, Anda tidak perlu memiliki busana &amp; aksesori dalam jumlah yang sangat banyak. Yang perlu Anda lakukan adalah cukup dengan belajar mengombinasikan warna serta model dari busana &amp;amp; aksesori yang sudah Anda punya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya berpikir lagi dan mengingat-ingat, betul juga. Banyak kan anggota keluarga kita yang memiliki busana hingga satu, dua atau tiga lemari besar di kamarnya? Belum lagi sepatu, jam tangan atau bros misalnya? Mereka mengeluarkan banyak sekali uang untuk penampilannya agar bisa terlihat lain dalam tiap acara yang dihadirinya. Mereka beranggapan harus memiliki satu (pasang) busana yang berbeda untuk tiap acara. Dan untuk itu, jelas akan ada pembelian busana baru yang harus dilakukan. Padahal, kata Robby, Anda bisa saja memakai busana lama Anda, asalkan Anda pintar menukar atau memainkan kombinasinya. Dengan demikian, pembelian busana &amp; aksesori baru bisa dikurangi, dan otomatis Anda juga jadi lebih hemat kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Cari tempat lain yang lebih murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Anda suka mencari busana &amp;amp; aksesori di mal? Bagus sekali, karena di sini biasanya ada banyak variasi pilihan. Tapi, pernahkah terpikir oleh Anda untuk mencari barang-barang tersebut di tempat lain yang memberikan harga miring? Saya tahu memang tidak mudah, karena Anda mungkin harus mencarinya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jangan lupa bahwa terkadang pembelian yang Anda lakukan di mal biasanya jadi lebih mahal karena adanya unsur kenyamanan yang Anda dapatkan. Bukankah toko tersebut membayar sewa ruangan dan juga pembiayaan tambahan untuk AC, tata interior, cahaya, dan juga para pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mungkin saja kalau Anda mau mencoba meluangkan waktu sebentar untuk mencari di tempat lain, bisa saja Anda menemukan barang yang sama, tapi dengan harga yang lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 779/XV&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6793196731224620477?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6793196731224620477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6793196731224620477&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6793196731224620477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6793196731224620477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-3.html' title='Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (3)'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6216535000311935512</id><published>2007-02-03T14:27:00.000+07:00</published><updated>2007-02-03T14:30:02.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (2)</title><content type='html'>Pada edisi lalu, kita sudah membahas tentang pos pertama yang bisa membuat pengeluaran Anda membengkak kalau Anda tidak hati-hati. Mereka adalah telepon, listrik, dan air. Sekarang, kita akan membahas tentang pos pengeluaran kedua yang juga harus Anda waspadai karena sering membengkak tanpa kita sadari, yakni pos hadiah dan sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda ingat-ingat, dalam sebulan terakhir ini berapa kali Anda diundang datang ke suatu acara hajatan? Satu kali? Tiga kali? Lima kali? Atau sepuluh kali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara apa yang Anda datangi? Resepsi pernikahan mungkin adalah yang paling sering. Selanjutnya mungkin khitanan dan ulang tahun. Nah, kebiasaan kita, merupakan hal yang sangat biasa bagi kita untuk memberikan hadiah, biasanya berupa amplop berisi uang tunai atau barang. Yang jadi masalah, seringkali pemberian amplop atau hadiah tersebut membuat pengeluaran dalam keluarga Anda menjadi terlalu besar. Kalau ada uangnya bukan masalah. Tapi kalau anggaran Anda tiap bulannya ngepas? Bisa-bisa Anda harus memotong biaya hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang sederhana saja: katakan penghasilan keluarga Anda tiap bulan mencapai Rp 1 juta. Anda hidup dengan suami/istri serta 2 anak. Pengeluaran keluarga per bulan mencapai Rp 900 ribu. Dalam sebulan, Anda menghadiri 4 undangan pernikahan. Nah, kalau satu amplop Anda memberikan Rp 50 ribu, maka total yang Anda keluarkan adalah Rp 200 ribu. Ini berarti Anda defisit Rp 100 ribu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi risiko kejadian seperti ini, sejumlah tips di bawah ini bisa membantu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Ketahuilah bahwa pemberian amplop bukan suatu keharusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mulai sekarang, ketahuilah bahwa pemberian amplop dan hadiah bukanlah suatu keharusan. Mungkin Anda kaget membacanya, tapi itu betul. Kenapa demikian? Kalau Anda menghadiri sebuah resepsi pernikahan, tahukah Anda apa yang paling ditakuti pasangan menikah dan panitia yang mengadakan resepsi pernikahan? Coba tebak: yang paling mereka takutkan adalah kalau tidak ada tamu yang datang. Artinya, mereka sesungguhnya tidak peduli apakah Anda memberikan amplop atau tidak. Mereka jauh lebih senang melihat wajah Anda di resepsi pernikahan itu, dibanding amplop yang Anda berikan. Ini karena sebagai pasangan yang baru saja menikah, mereka ingin pestanya ramai. Jadi, kalau anggaran Anda terbatas, dan hal itu bukan suatu keharusan, jangan takut untuk tidak memberikan amplop pada saat resepsi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan ragu untuk mengurangi jumlah isi amplop Anda bila dirasa terlalu besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Terkadang kedekatan hubungan Anda dengan si pengantin baru atau keluarga si pengantin membuat Anda ingin memberikan amplop dan hadiah dalam jumlah besar. Sekali lagi, kalau Anda ada uangnya sih mungkin tidak apa-apa. Yang repot adalah kalau dana Anda terbatas. Tipsnya di sini adalah, jangan ragu untuk mengurangi jumlah isi amplop Anda bila dirasa terlalu besar dan memberatkan untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam salah satu seminar saya, pernah ada satu peserta seminar yang menyampaikan unek-uneknya. Intinya dia mengatakan, kita punya kebiasaan yang tidak terlalu bagus dalam memberikan amplop dan hadiah. Seringkali, kalau yang menikah (atau keluarga yang menikah) itu adalah orang yang mempunyai andil besar dalam karier kita atau keluarga kita (seperti keluarga bos kita atau bos suami kita), maka kita cenderung memberikan amplop dengan jumlah uang yang besar. Tapi ketika yang menikah adalah orang kantor kita yang jabatannya lebih rendah dari kita, tidak berpengaruh pada karier kita dan mungkin penghasilannya lebih rendah dari kita, kita cenderung memberikan amplop dalam jumlah yang sedikit. Padahal logikanya, pengantin yang penghasilannya lebih rendah dari kita itu jelas lebih membutuhkan dibanding anak bos kita yang menikah yang sudah lebih sejahtera dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jadi ibu-ibu, mulai sekarang, jangan lagi menganggap bahwa nama baik dan karier suami Anda akan diukur dari jumlah isi amplop yang Anda berikan. Kalau memang si pengantin (atau keluarga pengantin) ternyata memandang nama baik Anda hanya dari isi amplop atau nilai hadiah yang Anda berikan, itu berarti Anda berteman atau bersaudara dengan orang yang "salah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pertimbangkan memberi hadiah dalam bentuk barang yang berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hadiah yang agak lain, selain uang biasanya adalah kupon (bahasa kerennya voucher), seperti kupon belanja, kupon makan, atau kupon-kupon yang lain. Ini karena kupon tersebut sifatnya unik, dalam arti bahwa si penerima kupon hanya bisa menggunakan kupon itu di tempat-tempat yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebagai contoh adalah ayah saya sendiri. Salah satu hobinya adalah berbelanja busana di sebuah toko baju tertentu di Jakarta. Nah, ketika berulang tahun, dia senang sekali apabila anak-anaknya menghadiahkan kupon belanja di toko baju tersebut. Nilainya mungkin tidak besar-besar amat, tapi baginya, voucher tersebut unik dan lebih berkesan ketimbang berupa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Nah, yang jadi "masalah" bagi anak-anaknya, nilai kupon belanja tersebut sama dengan nilai uangnya. Sebagai contoh, kupon belanja senilai Rp 100 ribu, harga belinya juga sama, yaitu Rp 100 ribu. Kupon belanja senilai Rp 200 ribu, juga hanya bisa dibeli dengan uang Rp 200 ribu. Jadi dari segi nilai uang, tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Karena itu, selain kupon, alternatif hadiah lain adalah berupa barang yang secara nilai mungkin lebih murah dibanding kalau Anda memberikan uang dalam amplop, tapi diperkirakan barang itu akan sangat berguna. Mungkin tidak harus peralatan masak (karena toh pengantin baru pasti sudah banyak sekali mendapatkan hadiah berupa peralatan masak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Salah satu alternatif hadiah yang bisa Anda berikan salah satunya adalah buku. Buku apa saja, bisa buku mengenai pernikahan, tentang psikologi suami-istri, atau mengenai bayi, karier. Apa saja yang yang berguna. Selain lebih murah (harga-harga buku seperti itu biasanya dibawah Rp 100 ribu), hadiah Anda juga lebih gampang diingat. Coba bayangkan, di tengah tumpukan amplop uang yang diterima pengantin, dia mendapatkan hadiah lain berupa buku. Pastilah dia mencari-cari siapa yang memberikan hadiah tersebut, dan tersenyum simpul karena mengetahui bahwa Andalah yang memberikan hadiah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mulailah memasukkan pengeluaran Amplop &amp; Hadiah dalam anggaran keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kebanyakan orang tidak pernah memasukkan pemberian amplop dan hadiah dalam anggaran keluarga. Saya yakin ada di antara Anda yang demikian. Nah, mulai sekarang coba masukkan pengeluaran tersebut dalam anggaran keluarga Anda tiap bulannya. Dengan memasukkannya dalam anggaran, maka Anda bisa memperkirakan sejak awal apakah pemberian amplop dan hadiah di bulan ini akan menghabiskan semua uang Anda pada akhir bulan atau tidak. Anggarkan saja, apakah Rp 100 ribu per bulan, Rp 300 ribu per bulan, atau --kalau memang penghasilan keluarga Anda agak besar-- bisa Rp 500 ribu per bulan. Terserah Anda. Setelah itu, patuhi anggaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ada tips sederhana dalam membuat anggaran untuk amplop dan hadiah. Biasanya, undangan resepsi pernikahan akan Anda dapatkan sekitar 2 - 4 minggu sebelum Hari H. Nah, dari situ Anda bisa memperkirakan ada berapa undangan yang akan Anda hadiri di bulan tersebut, termasuk mungkin undangan ulang tahun atau lainnya. Kemudian, susun daftarnya di sebuah kertas, dan tulis nilai amplop dan hadiah yang akan Anda berikan. Contohnya seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Nama-----------------------------------Nilai&lt;br /&gt;     Muklis (tetangga depan rumah)----------Rp 50.000&lt;br /&gt;     Dewi (teman senam)---------------------Rp 50.000&lt;br /&gt;     Anto (teman suami di kantor)-----------Rp 100.000&lt;br /&gt;     Ultah Mertua (Voucher Dept. Store)-----Rp 100.000&lt;br /&gt;     Kelahiran sepupu (Buku)----------------Rp 30 ribu&lt;br /&gt;     Total Amplop &amp;amp; Hadiah bulan ini--------Rp 350.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan beberapa tips di atas dapat membantu Anda. Sampai jumpa minggu depan untuk pos ketiga: busana &amp;amp; aksesori.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;br /&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 778/XV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7322420017161459113-6216535000311935512?l=tips-investasi-keuangan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/feeds/6216535000311935512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7322420017161459113&amp;postID=6216535000311935512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6216535000311935512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7322420017161459113/posts/default/6216535000311935512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tips-investasi-keuangan.blogspot.com/2007/02/mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-2.html' title='Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (2)'/><author><name>me</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7322420017161459113.post-6813909928407504493</id><published>2007-02-03T14:20:00.000+07:00</published><updated>2007-02-03T14:31:15.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Tips] Pengelolaan Sehari-hari'/><title type='text'>Mewaspadai Empat Pos Pengeluaran (1)</title><content type='html'>Akhir tahun kemarin kebetulan merupakan hari yang agak sibuk bagi saya dan istri karena kami disibukkan dengan sejumlah acara keluarga di Yogya. Menariknya, ketika baru saja masuk di hari pertama 2003, saya sudah mendapatkan telepon dari sebuah radio di Jakarta. Mereka ingin membahas soal kenaikan harga yang katanya merupakan "kado" tahun baru dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri belum begitu "ngeh" tentang apa yang dia maksud, karena saya pikir tiap tahun toh pasti terjadi kenaikan harga. Tapi dalam dua hari saya baru sadar bahwa pemerintah kita ternyata baru saja menaikkan harga tiga komponen yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu telepon, listrik dan BBM. Ketika tulisan ini dibuat, di koran-koran, teve, dan radio banyak sekali berita tentang protes dan demo yang terjadi di berbagai kota di Indonesia tentang kenaikan harga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti bahwa masyarakat - termasuk saya - tidak suka terhadap kenaikan harga ini. Kita protes, kita mengeluh, bahkan beberapa mungkin ada yang marah. Dalam salah satu acara talkshow interaktik di teve pagi hari saya dengar ada seorang ibu menangis karena tidak kuat menahan beban hidup yang selama ini dirasa makin berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya di sini tentu bukan untuk mengajak Anda ikut marah dan berdemo. Saya hanya ingin mengatakan bahwa yang namanya kenaikan harga cepat atau lambat pasti akan terjadi. Kalau tidak sekarang, mungkin bulan depan. Kalau tidak bulan depan, mungkin bulan satunya lagi. Atau enam bulan berikutnya. Atau bahkan tahun berikutnya. Meski memang, kenaikan kali ini dilakukan serentak untuk beberapa pos sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang harus kita lakukan? Berdemo? Tidak ada larangan. Tapi apa yang saya sarankan adalah kenapa kita tidak mulai duduk tenang, berpikir rasional, dan menghadapi kenyataan? Biarlah demo-demo di luar sana tetap berjalan -- semoga pemerintah mendengar aspirasi rakyat. Tapi dari sisi keluarga, Anda juga bisa berbuat sesuatu. Di antaranya meningkatkan kewaspadaan kita pada empat pos pengeluaran keluarga yang punya kecenderungan membengkak. Sebagian di antaranya mungkin sudah pernah kita bahas. Meski demikian, tidak ada salahnya kita ingat kembali dalam menghadapi masa yang sulit ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keempat pos pengeluaran itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;# Telepon, Listrik dan Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;# Hadiah &amp; Sumbangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;# Busana &amp; Aksesori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;# Barang Elektronik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mari kita bahas keempat hal tersebut satu-per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POS I: TELEPON, LISTRIK, AIR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita teliti lebih jauh, Telepon, listrik dan air adalah pos-pos pengeluaran yang punya kecenderungan untuk jadi besar kalau Anda tidak hati-hati. Kenapa demikian? Selain karena ketiganya adalah fasilitas yang akan menunjang keberlangsungan hidup di rumah Anda, alasan lainnya adalah karena pembayaran ketiga pos tersebut dilakukan belakangan, bukan di muka seperti kalau Anda membeli pulsa HP dengan voucher prabayar. Segala sesuatu yang pembayarannya dilakukan belakangan, biasanya akan terasa berat ketika Anda harus membayarnya di akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Telepon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dari telepon dulu. Ada dua komponen yang biasanya Anda bayar pada rekening telepon, pertama adalah biaya langganan, dan yang kedua adalah pulsa. Kalau bicara tentang biaya langganan, mungkin hal itu agak sulit Anda ubah karena jumlahnya memang sudah tetap tiap bulannya. Tapi pembayaran pulsa biasanya ditagih berdasarkan jumlah pemakaian Anda. Nah, bagaimana tipsnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Stop ngobrol ngalor-ngidul di telepon,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;      Berbincang dengan teman di telepon memang menyenangkan. Tapi coba perhatikan, apa yang sebetulnya Anda obrolkan ketika berada di telepon: apakah itu sesuatu yang penting sekali, atau apakah Anda menelpon teman hanya agar mereka bisa mendengar suara Anda? Harga pulsa telepon makin mahal. Karenanya, bila apa yang Anda obrolkan tidak penting-penting amat, gunakan telepon seperlunya saja. Karena kalau tidak, jangan kaget bila tagihan telepon membengkak.&lt;/blockquote&gt;2. Kurangi pemakaian internet&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;      Kalau Anda suka berinternet, maka sudah saatnya Anda mengurangi pemakaiannya. Bukan apa-apa, internet sangat mungkin menjadi salah satu sumber membengkaknya rekening telepon Anda. Ini karena dengan internet, Anda punya kemungkinan terjebak dalam pemakaian yang sangat lama. Coba hitung sendiri kalau pemakaian internet Anda mencapai beberapa jam sehari, berapa coba jumlah rekening telepon Anda di akhir bulan. Kalaupun Anda memakai internet, pakai saja untuk e-mail. Kalau Anda harus browsing atau chatting, datang saja ke warnet. P
